Tembak Laser untuk Batu Ginjal

Muis Sunarya
Karya Muis Sunarya Kategori Kesehatan
dipublikasikan 04 Januari 2018
Tembak Laser untuk Batu Ginjal

Hari ini, Kamis (04/01/2018), insya Allah, kali pertama saya akan mendapatkan tindakan medis berupa tembak laser atau ESWL (Estracorporeal Shock Wave Lithotripsy) untuk ikhtiar penyembuhan gangguan batu ginjal, di Rumah Sakit Karya Medika 1 Cikarang Barat Bekasi.

Penyembuhan batu ginjal dengan metode ESWL (Estracorporeal Shock Wave Lithotripsy) atau metode tembak laser adalah metode pemecahan batu ginjal non-operatif pada saluran kemih dengan menggunakan gelombang kejut pada lokasi batu ginjal dari luar tubuh.

ESWL relatif lebih aman dari pada operasi, karena tidak perlu dilakukan pembedahan pada tubuh kita.

Bagaimana sistem kerja ESWL ?

ESWL bekerja melalui gelombang kejut yang dihantarkan melalui cairan tubuh ke lokasi batu ginjal. Gelombang ini akan memecah batu ginjal menjadi serpihan yang lebih kecil sehingga diharapkan dapat keluar sendiri bersama urin.

Gelombang yang dipakai berupa gelombang ultrasonic, elektrohidrolik atau sinar laser. Metode ini tidak memerlukan tindakan operasi, hanya cukup  mendekatkan lithotripter pada permukaan tubuh sesuai dengan lokasi batu kemudian gelombang dihantarkan selama 20-30 menit.

Seperti layaknya jenis pengobatan medis yang lain, teknik ESWL selain mempunyai kelebihan, ia juga mempunyai kekurangan. Maka dari itu,  dianjurkan untuk memposisikan penyembuhan dengan teknik ESWL atau operasi sebagai opsi terakhir untuk penyembuhan batu ginjal. Karena bisa dicoba teknik penyembuhan batu ginjal secara alami terlebih dahulu. Lakukan terapi batu ginjal jika yang diinginkan adalah solusi penyembuhan batu ginjal tanpa operasi atau juga tembak laser.

Apa saja kelebihan dari ESWL ?

  •  Tak ada pembedahan (kulit utuh). 
  • Rasa nyeri kalau ada hanya sedikit sekali, sering tak perlu anestesi.
  • Lama perawatan pendek atau bahkan tak perlu menginap di rumah sakit.
  • Bisa dilakukan secara berulang-ulang.
  • Dapat digunakan pada semua usia.

Apa saja kekurangan dari ESWL?

  • Biayanya relatif mahal.
  • Kebanyakan harus dilakukan berulang kali.
  • Sukar dilakukan pada posisi tertentu. Misalnya batu ureter karena gerakan peristaltik.
  • Tak mungkin pada batu yang letaknya distal atau dibelakang pelvis karena gelombang tidak bisa mencapainya.
  • Tidak bisa dilakukan pada wanita hamil
  • Tidak dianjurkan untuk pasien yang menderita hipertensi.
  • Berbahaya jika dilakukan pada pasien koagulopati (gangguan pembekuan darah)
  • ESWL hanya bisa memecahkan batu. Bukan mengeluarkannya.
  • Pada kondisi tertentu bisa menyebabkan terjadinya luka pada saluran kemih akibat goresan serpihan batu ginjal.
  • Pada kondisi tertentu masih diperlukan operasi untuk mengeluarkan batu yang tidak mampu dikeluarkan. Lebih detail tentang ESWL, bisa lihat di sini. 

Cerita tentang batu ginjal, saya pernah juga mengidap sakit ini pada 6 tahun lalu. Melalui ikhtiar pengobatan medis dan pengobatan herbal dengan meminum secara rutin dan kontinyu air rebusan daun keci beling atau pecah beling (strobilanthes crispus) dan kumis kucing (orthosiphon aristatus), alhamdulillah, batu ginjal keluar dengan sendirinya. Setelah itu saya tidak pernah lagi merasakan sakit gegara batu ginjal ini.

Daun keci beling atau pecah beling (strobilanthes crispus) 

Daun Kumis Kucing (orthosiphon aristatus)

Dan kali ini, ikhtiar lain akan saya lakukan melalui tembak laser (ESWL).  Saya berharap ikhtiar ini mendapatkan hasil efektif, berjalan lancar dan tuntas atas gangguan batu ginjal ini dengan izin Allah. Semoga Allah menyembuhkan sakit yang saya derita. []

  • view 310