SBMPTN 2017, Menjemput Impian dan Mengukir Takdir Hari ini

Muis Sunarya
Karya Muis Sunarya Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Mei 2017
SBMPTN 2017, Menjemput Impian dan Mengukir Takdir Hari ini

news.okezone.com

 

Anak-anak yang baru saja lulus SMA, hari ini (16/05/2017), tengah mengikuti Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), serentak secara nasional.

Termasuk anak sulungku. Ia dan teman-temannya di seluruh nusantara, bersama berusaha menjemput impian dan mengukir takdirnya, melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, kuliah di perguruan tinggi negeri yang menjadi pilihannya, dengan ikut tahapan ini, SBMPTN.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 126 Tahun 2016  tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri, dilakukan melalui: Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri. SBMPTN  2017 adalah seleksi berdasarkan hasil ujian tertulis dalam bentuk cetak (paper based testing) atau menggunakan komputer (computer based testing), atau kombinasi hasil ujian tertulis dan ujian keterampilan calon Mahasiswa, dilakukan secara bersama di bawah koordinasi panitia pusat. Secara rinci, informasi lengkap mengenai SBMPTN 2017 dapat dilihat di sini. 

Hasil ujian akan diumumkan pada tanggal 13 Juni 2017 mulai pukul 14:00 WIB, dan dapat diakses di laman ini. 

Segala usaha dan do'a sebagai proses ikhtiar sudah dilunasinya. Pun hari ini, usaha dan do'a itu sudah dilipatgandakannya. Pagi-pagi sekali, ia bergegas berangkat ke lokasi tes SBMPTN. Karena 30 menit sebelum tes dimulai, harus sudah hadir di lokasi.

Ia sudah melepas tali jangkar. Dengan tekad dan semangat yang tinggi, ia berusaha mengembangkan layar, berlayar dan membawa bahtera ke laut lepas, menghalau gelombang, menari bersama ombak, menuju pantai impiannya selama ini : menimba ilmu pengetahuan dan pengalaman, melanjutkan proses pendidikannya di PTN.

Bukankah Abu Al-'Atahiyah, seorang sastrawan Karbala Irak berujar dan mengajarkan, "Tarjū al-najāta wa lam tasluk masālikahā inna al-safīnata la tajrī'ala al-yabas"? Kau berharap sukses tapi kau tidak tempuh proses untuk itu, sungguh itu ibarat kau membiarkan bahtera tetap tertambat di dermaga atau daratan. 

Satu pelajaran berharga bahwa memahami arti sebuah proses adalah hal yang sangat berarti dan penting dalam memaknai hidup. Hidup tak semudah membalik telapak tangan. Hidup harus dijalani dengan perjuangan dan kerja keras.

Proses ikhtiar dan sunatullah sudah ia jalani. Yang hanya tersisa adalah menggantungkan harapan dan asanya pada Allah, Yang Maha Kuasa, sebagai proses tawakal. Apapun hasilnya, berserah diri pada-Nya adalah sikap yang terpuji.

Dari kartu peserta SBMPTN miliknya, tercantum jadwal. Pukul 10.00 - 11.45, ia mulai mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA). Lalu jeda untuk istirahat, salat dan makan (isama).

Pada pukul 13.00 - 14.30, masuk kembali ke ruang ujian untuk mengerjakan soal-soal yang berkaitan dengan Tes Kemampuan Dasar Sosial dan Humaniora (TKD SosHum).

Aku memohon pada-Mu, ya Allah, dengan cahaya-Mu, aku memohon petunjuk-Mu. Dan dengan keutamaan-Mu, Kau menggenapi harapanku. Aku bersama-Mu, bersimpuh luruhkan egoku di kala pagi dan petang. Aku menyadari dosaku meruah tak terbilang, karenanya aku mohon ampun dan bertobat pada-Mu. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Kasih dan Yang Maha Memberi anugerah. *)

Ya Allah, Tuhan Yang Maha Hidup dan Tak Pernah Bosan Menyapa hamba-Mu. Tuhan Nabi Musa dan Nabi Harun. Tuhan Nabi Muhammad saw. Ya Allah, anugerahkan pada anakku pemahaman para Nabi, hafalan para rasul, ilmu yang bermanfaat, hikmah, kecerdasan, petunjuk dan cahaya-Mu, sebagaimana Kau selalu menghangatkan bumi ini dengan cahaya matahari-Mu, selamanya. **)

Aku juga bertawakal, berserah diri pada-Mu. Semoga Kau berikan kemudahan dan ketenangan batin pada anakku dalam mengerjakan dan menyelesaikan soal-soal saat ini dan lebih luas lagi nanti dalam mengarungi kehidupannya.

Semoga Kau selalu menyapanya dengan petunjuk dan lindungan-Mu. Kau selalu memeluknya dengan kasih sayang dan keberhasilan sebagaimana impian dan cita-citanya. Wish him luck. Āmīn yā Rabb al-'ālamīn.

 

Catatan kaki :
*) Do'a ini terjemahan dari do'a yang pernah dibaca oleh Nabi Daud dan putranya, Nabi Sulaiman. Kunci pembuka dari pintu kesulitan. 
**) Do'a ini terjemahan dari do'a yang pernah diijazahkan oleh Kyaiku, 29 tahun silam. Wallāhu a'lam bi al-shawwāb.

 

  • view 185

  • Muis Sunarya
    Muis Sunarya
    3 bulan yang lalu.
    Alhamdulillah. Segala usaha dan do'a sebagai sebuah ikhtiar terbayar lunas sudah. Hari ini (13/07/2017), hari pengumuman hasil SBMPTN 2017 yang ditunggu berdebar-debar tiba juga. Anakku akhirnya lulus SBMPTN 2017 ini dan diterima di UNDIP Semarang.