Ahok, Buah Simalakama

Muis Sunarya
Karya Muis Sunarya Kategori Puisi
dipublikasikan 12 November 2016
Ahok, Buah Simalakama

 Foto: inilah.com
 
Ahok, Buah Simalakama

 

Bakda demo 411 kini, di sini
membuncah seabrek kontroversi
menjadi viral di linimasa tak terkendali
menjadi bola panas liar
ditendang ke sana ke mari.
Entah tidak jelas lagi apa yang dicari
menyisakan rob sampah dari
sumpah serapah dan caci maki
membuat media daring bising berisik
akibat politik yang menggelitik
geli, ngeri.

Hanya tanda titik-titik panjang tak
bertepi
hanya tanda tanya besar catatan kaki
tak ketemu titik temu
bertumpu sumbu pendek karena nafsu.

Bagai makan buah simalakama
dimakan ibu mati
tak dimakan bapak mati
itulah soal Ahok terkini
dari yang sehati
dari yang membenci
dan yang stres wasitnya, polisi
untuk mengeksekusi dari
tarik menarik antara dua sisi
sudah diperiksa berbagai saksi
dan hari Selasa lima belas Nopember
minggu ini
recananya gelar perkara nanti
publik tentu menanti
apa yang akan terjadi.

Apakah Ahok jadi tersangka
atau malah lamat-lamat proses
hukumnya ditunda-tunda?

Apakah hukum akan menjadi panglima
atau malah hanyut terbawa selera
tergiur harta, terlampau kuatnya
intervensi tahta
atau terseret arus opini massa
karena aksi unjuk rasa
dan nafsu publik menyeret paksa
Ahok ke penjara?

Akankah supremasi hukum dan bahkan
negara ini dipertaruhkan karena liarnya
lidah Ahok semata?

Bukankah negara ini bukan negara
agama, Pancasila dan UUD 45
melindungi segenap pemeluk agama?

Gara-gara Ahok ditenggarai sang
penoda agama
bahkan sang presiden pun jadi pusing
kepala
betul-betul dia makan buah simalakama
tampak serba salah dan tegang
sibuk mengundang ulama
sampai-sampai menyambangi alat
negara dan semua angkatan bersenjata
memang mau perang sama siapa?

Bagaimanapun Ahok adalah koleganya
tapi apakah dia tega membujuk Ahok
menerima kesalahan dan dipenjara
terus Ahok keok terseok-seok sebelum
bertanding dari gelanggang pilkada?
lihat saja.


11:11 WIB. 11.11.2016