Pilgub Cita Rasa Pilpres?

Muis Sunarya
Karya Muis Sunarya Kategori Politik
dipublikasikan 04 Oktober 2016
Pilgub Cita Rasa Pilpres?

Foto majalahqq.com

 

Beberapa hari ini dan mungkin hari-hari ke depan, kita akan terus disuguhkan berita yang sangat menarik dan banyak menyedot perhatian publik. Adalah proses pilkada DKI Jakarta. Dari sejak penentuan dan deklarasi pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur tahun 2017-2022 yang diusung partai politik, pendaftaran paslon ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, yang batas akhir pendaftarannya sampai dengan tanggal 23 September 2016 pukul 24.00 WIB, hiruk-pikuk kampanye sampai hari pemungutan suara.

Meski di daerah-daerah lain pun di seantero negeri ini hampir bersamaan memang terjadi proses pilkada serentak. Ada deklarasi dan proses pendaftaran pasangan calon ke KPUD masing-masing. Ada 101 pilkada, terdiri atas 7 provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota di seluruh Indonesia, namun ibukota terasa berbeda. Artimya, itu semua kalah pamor ketimbang pilkada DKI Jakarta. Jakarta lain daripada yang lain. Lain di Jakarta, lain di daerah. Jakarta tetap saja menjadi magnet dan paling menarik.

DKI Jakata, akhirnya punya tiga cagub dan cawagub. Paslon petahana Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDI-P, Golkar, NasDem dan Hanura, lebih awal mendaftarkan ke KPUD daripada dua paslon yang lainnya yaitu Agus Harimurti Yudoyono dan Sylviana Murni, paslon yang dibesut oleh partai Demokrat, PPP, PAN dan PKB, dan Anies Rasyid Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno, paslon dari Gerinda dan PKS.

Yang jelas berita ketiga pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta ini lebih banyak menjadi viral di berbagai media daring dan media sosial ketimbang di daerah lainnya, yang paling dekat dengan ibukota Jakarta, misalnya Kabupaten Bekasi, padahal di situ ada Ahmad Dhani, seorang musisi dan publik pigur yang awalnya bernafsu mencalonkan diri sebagai bakal calgub/cawagub  di Jakarta, tapi karena tidak ada satu pun partai yang mau mencalonkannya, maka ia lari ke kabupaten Bekasi -- itu juga masih syukur ada yang mau -- sebagai calon wakil bupati mendampingi calon bupati Sa'dudin, atau provinsi Banten, yang ada Rano Karno sebagai petahana.

Apa yang terjadi di Jakarta dengan cagub dan cawagubnya menjadi menarik adalah salah satunya, karena petinggi-petinggi atau elit partai politik yang mengusungnya turun tangan meramaikan proses penentuan paslonnya. Sebut saja misalnya, Megawati, Susilo Bambang Yudoyono dan Prabowo Subianto. Sampai-sampai ada yang bilang bahwa pilkada DKI Jakarta adalah pertarungan antara tiga tokoh itu. Dan tidak heran, kalau SBY di sela-sela rapat penentuan paslon dengan partai koalisinya di Cikeas sempat berseloroh, "Pilgub cita rasa pilpres ini!".

Terlepas dari hiruk-pikuk itu semua, yang pasti bakal seru "hajatan" pilgub di ibukota Jakarta ini. Kita tunggu saja siapa yang mampu dan piawai memenangkan atau mengalahkan siapa yang bakal memimpin Jakarta lima tahun ke depan. Siapa dari 3 A (Ahok, Agus dan Anies) ini yang akan menjadi gubernur provinsi DKI Jakarta. Wait and see!

  • view 210