Apa Pentingnya Hari Pertama Sekolah?

Muis Sunarya
Karya Muis Sunarya Kategori Budaya
dipublikasikan 14 Juli 2016
Apa Pentingnya Hari Pertama Sekolah?

Foto Dok. Kemdikbud

 

Musim liburan sekolah akan segera usai. Sebentar lagi, anak-anak kita akan memasuki hari pertama di sekolahnya. Tahun pelajaran baru di sekolah pertanda akan dimulai. Musim liburan sekolah dan hari pertama sekolah adalah dua pengalaman yang berbeda bagi anak-anak kita yang berusia sekolah dalam meresponnya.

Yang pertama, waktu liburan sekolah yang panjang merupakan hari-hari yang selalu ditunggu dan disambut antusias, semangat dan suka cita oleh anak-anak sekolah. Karena bagi mereka, waktu liburan sekolah adalah saatnya "terbebas" dari hiruk pikuk dan rutinitas proses belajar di sekolah. Ada saatnya jeda dan istirahat sejenak dari kejenuhan belajar di kelas. Begitu biasanya yang ada di benak pikiran anak-anak sekolah.

Yang kedua, hari pertama sekolah adalah hari yang biasanya membuat anak-anak sekolah enggan dan malas menghadapinya. Kebalikan dari waktu libur sekolah, mereka menyambut hari pertama sekolah dengan suasana hati yang berat dan cenderung tidak semangat.

Banyak faktor kenapa anak-anak sekolah bersikap seperti itu. Mungkin saja karena ada suasana yang tidak menyenangkan atau suasana yang membosankan di sekolah, guru yang kurang bersahabat, teman-teman sekolahnya yang tidak mendukung, atau karena suasana waktu liburan sekolah yang menyenangkan dan sebagainya. Ini semua bermuara pada sikap malas dan tidak semangat bagi anak-anak sekolah di saat menghadapi hari pertama di sekolahnya.

Itu bagi anak-anak sekolah, peserta didik. Tapi bagi sebagian orang tua, lain lagi, dalam menghadapi tahun pelajaran baru dan hari pertama sekolah merupakan hari-hari yang sangat menyibukkan dan membuat "sedikit" kerepotan, terutama menyangkut hal-hal yang harus disiapkan berupa "tetek bengek" kebutuhan anak-anaknya bersekolah, sejak dari buku tulis, alat-alat tulis, sepatu, tas, seragam sekolah sampai biaya-biaya yang harus dikeluarkan, apalagi kalau anak-anaknya daftar di sekolah atau bersekolah di sekolah swasta, misalnya biaya daftar ulang, biaya buku pelajaran, biaya spp, dan lain-lain.

Ini semua harus dipikirkan dan disiapkan oleh orang tua jauh-jauh hari sebelum datangnya tahun pelajaran baru. Dan ini yang selalu dialami oleh sebagian orang tua, termasuk saya, di setiap tahun pelajaran baru usai musim liburan sekolah. Menyadari ini adalah sebuah resiko sebagai orang tua yang ingin anak-anaknya maju dan mendapat pendidikan yang layak. Sebuah semangat orang tua agar anak-anaknya tetap belajar dan bersekolah.

Adalah awal yang baik -- sebenarnya bagi saya dan istri saya nggak aneh dan selalu melakukan ini dari sejak anak pertama sampai anak terakhir mulai bersekolah -- ketika pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memotori dan merespon betapa pentingnya hari pertama sekolah bagi putra-putri buah hati kita dalam menghadapinya, dengan mengeluarkan surat edaran bagi seluruh pemangku kepentingan (steakholder) dalam pemerintahan (gubernur dan bupati/walikota), pihak sekolah dan orang tua untuk peduli terhadap proses pendidikan, terutama tentang hari pertama sekolah.

Berikut Surat Edaran Mendikbud, Anies Baswedan tentang Hari Pertama Sekolah :

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Yth.
1. Gubernur
2. Bupati/Walik
Seluruh Indonesia

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Salam sejahtera untuk kita semua.

Dengan hormat,
Pada hari Senin tanggal 18 Juli 2016 mendatang, sebagian besar sekolah di Indonesia akan mengawali tahun pelajaran baru 2016-2017. Untuk mendorong tumbuhnya iklim pembelajaran yang lebih positif dan menyenangkan, maka Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memandang perlu diadakan kampanye Hari Pertama Sekolah yang mengajak orangtua mengantarkan anaknya di hari pertama.

Hari Pertama Sekolah juga menjadi kesempatan mendorong interaksi antara orangtua dengan guru di sekolah untuk menjalin komitmen bersama dalam mengawal pendidikan anak selama setahun ke depan. Kampanye ini juga bertujuan meningkatkan kepedulian dan keterlibatan publik dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah.

Demi meningkatkan capaian kampanye Hari Pertama Sekolah kepada publik luas di seluruh daerah Nusantara, maka dengan ini kami mengajukan harapan kepada Saudara sebagai Kepala Daerah untuk turut mendukung penyebaran pesan Hari Pertama Sekolah. Beberapa bentuk dukungan yang dapat diberikan di antaranya:

1. Mendorong aparatur sipil daerah untuk mengantarkan anak ke sekolah di hari pertama dan memberikan dispensasi dapat memulai kerja sesudah mengantarkan anaknya ke sekolah.

2. Mendukung sekolah dalam menyambut siswa baru dan berinteraksi dengan orangtua.

3. Menyampaikan pesan kepada instansi swasta di daerah agar memberi dispensasi bagi karyawan untuk dapat memulai kerja sesudah mengantarkan anaknya ke sekolah di hari pertama.

4. Menggunakan berbagai kanal komunikasi di daerah untuk menyebarkan pesan Hari Pertama Sekolah kepada publik luas di daerah saudara.

Demikian surat ini kami kirimkan agar mendapatkan dukungan dari Saudara. Atas perhatian dan bantuan Saudara kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Jakarta, 11 Juli 2016
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia,
Anies Baswedan

Bahkan melalui pesan pendek dari Kemendikbud :
Sisihkan sejenak waktu untuk mengantarkan Putra/Putri buah hati Anda pada Hari Pertama ke Sekolah guna mendukung pendidikannya dan menunjukan kepedulian serta kasih sayang kepada buah hati Anda (sms dari: KEMENDIKBUD)

Ini paling tidak adalah bentuk kepedulian dan turun tangan pemerintah dalam proses pendidikan melalui pembentukan karakter dan budaya yang baik dan positif bagi generasi penerus, anak-anak bangsa.

Orang tua diharapkan dapat meluangkan waktu untuk mengantar anak di hari pertama masuk sekolah sebagai motivasi, kasih sayang dan peduli terhadap pedidikan buah hatinya.

Kenapa begitu pentingnya mengantar anak-anak kita di hari kali pertama masuk sekolah?

Merujuk pada info grafis Kemdikbud, mengantar anak di hari pertama ke sekolah adalah kesempatan untuk membangun hubungan yang positif antara lingkungan pendidikan di rumah dan sekolah. Mengantar anak tidak sekadar sampai di gerbang sekolah lantas pergi. Mengantar berarti menemani dan membangun beragam interaksi dengan guru dan orang tua murid lainnya. Hari pertama sekolah adalah perjalanan panjang anak-anak kita di rumah keduanya.

Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak kita. Karena mereka menggunakan sebagian waktunya di sekolah. Mereka mengisi sepertiga harinya berkegiatan di sekolah. Lima sampai enam hari dalam seminggu, mereka belajar di sekolah. Bertahun-tahun bahkan mereka berkegiatan di sekolah.

Adanya interaksi dan kolaborasi antara rumah dan sekolah, guru dan orang tua, diharapkan dapat melahirkan sikap saling percaya. Pada gilirannya, dapat terwujud tujuan bersama, yaitu mendidik anak-anak kita, bersama melukis wajah masa depan negeri ini.

Selamat menjalani hari pertama sekolah dan bersekolah yang kondusif dan menyenangkan untuk anak-anak, buah hati kita tercinta. Masa depanmu ada di tangan dan pundakmu. Semangat!

  • view 181