Bercermin, Kita

Muis Sunarya
Karya Muis Sunarya Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 April 2016
Bercermin, Kita

Foto : Google 

 

Seperti membelah durian, ternyata mudah dan tidak terlalu sulit. Asal kita mau ikuti "ajaran" atau garis dan alur yang ada di sela-sela duri-durinya yang tajam dan menyeramkan itu. Hatta, kita bisa menikmati kelezatannya.

Atau seperti memakai batu bacan, untuk sampai pada maqam jadi dan mengkilap, memancarkan pesona dan auranya. Kita harus sabar, tekun, telaten dan fokus mengelus dan merawatnya. Mencintainya tidak dengan setengah hati. Tidak lengah dan terbuai.

"Tarju al-najaata wa lam tasluk masaalikahaa inna al-safiinata la tajri 'ala al-yabas / Anda mengharap keberhasilan tapi tidak menapaki jalannya, sesungguhnya ibarat bahtera nggak bakal berlayar selama masih tertambat di daratan", kata Abu Al-'Atahiyah, penyair Irak.

Begitulah hidup, kata kyai saya saat menjadi santrinya di Pondok Pesantren Daar El-Qolam Gintung, 28 tahun lalu.

April 2016

 

 

  • view 169