SEBAIT RINDU, UNTUK BAGINDA NABI

Muhshonah Mujahidah
Karya Muhshonah Mujahidah Kategori Puisi
dipublikasikan 09 Maret 2016
SEBAIT RINDU, UNTUK BAGINDA NABI

Ya Nabi

Dalam mengenang-mu

Meski dari kisah, tapi cinta-mu kepada kami terasa kasat di hati

Kau sebut kami, ummat-mu di penggalan akhir nafas-mu ?ummatii... ummatii...?

Ya Nabi, air mata-mu lukiskan cinta yang selaksa,

sedangkan kami sering menggoreskan kecewa

Cinta-mu adalah cahaya, rindu kami jelaga

?Akhlak kami tak sesuai harap-mu,

kami acapkali alpa tentang diri-mu.

?

Ya Nabi

Dulu tubuh-mu rela diludahi, dicaci bertubi

Pelipis-mu berdarah, tapi senyum-mu tetap merekah

Sikap-mu lukiskan uswah, agar ummat-mu jadi generasi hasanah

Harapan-mu agar kami ikuti sunnah-mu

Ucapkan salam pada-mu, meski tak bersua dengan-mu

Kau berharap rindu kami pada-mu, seperti rindu-mu pada ummat-mu.

?

Ya Nabi

Rindu ini mencabik hati, pada-mu

Tapi ucap ini sering tak selaras dengan pribadi

Lisan ini ucakan shalawat, tapi pada sesama ucap kami menyayat

Kau contohkan kami makna bersaudara, tapi kami masih saling berprasangka

Apa pantas bagi kami,

menyandang gelar ahli surgawi

Pada ajakan-mu kami sering tak taat, perintah Allah sering terlewat

Bagaimana kami peroleh syafaat-mu,

Jika jejak-mu tak pernah kami tiru.

?

Ya Nabi

Meski tertatih,

Semoga kami bisa teladani

Hangatnya tatap-mu

Halus-nya ucap-mu

Bening-nya akhlak-mu

Pada yang mencinta, Kau adalah permata

Pada yang membenci, tak pernah Kau jauhi

?

Doakan kami ya Nabi,

Agar mudah mengemudi hati

Di jalan yang lurus, yang Allah ridhoi

Agar kita bisa saling berdekat dengan-mu, di mahsyar nanti

Agar salam rindu ini, tidak lagi terucap

dari jarak ribuan cahaya matahari.

?

Ya Nabi, jika Allah izinkan kami bersua dengan-mu, izinkan kami untuk berkata:

?Ummat-mu teramat mencintai-mu?

?

?

?

?

?

??

?

?

  • view 115