Mengidungkan Muhammad

Muhammad Yasin
Karya Muhammad Yasin Kategori Tokoh
dipublikasikan 24 Januari 2016
Mengidungkan Muhammad

?

?

wahai maha cinta,

lewat mulia kekasihmu

perkenankan damba kami

?

maha pemilik angkasa cinta,

lewat agung mustafamu

ampunkan bagi kami

noda-debu kami

ialah kekasih

muara harap: uluran syafaat

di hari perihal diri sarat:

dimintai jawab

?

?

dengan mecintaimu, kekasih

ampunan cinta Maha Cinta menyertai

?

***?

Senja yang dingin di pangkal Rabi?ul-awal 1437 Hijriyah. Setelah semua kesibukan siang mentahtai kehidupan, seruan muadzin mengajak seluruh alam untuk bersujud. Angin dan gerimis turut mengantarkan alunan suara adzan sampai ke gunung, pintu dan jendela-jendela asrama santri.

***

Ratusan tahun lalu; ketika makhluk termulia masih bisa dinikmati keelokannya; saat manusia paling takwa, masih dapat ditatap akhlak-qurannya. Mungkin, hanya orang-orang yang gengsi sajalah yang tidak pernah mau memercayainya. Ketika semua ketidakmungkinan dipatahkan dengan keajaiban ?kebenaran? yang ia bawa; masih saja banyak yang berkilah ?karena takut akan kedudukan yang terancam dan hilang, karena kecintaan pada materi dan fana, karena kerasnya hati untuk setitik hidayah? bahkan menghinanya. Tetapi, Ia tak pernah mendendam murka. Kebijaksanaannya selalu bersahaja dan tak pernah memihak pada keuntungannya sendiri. Bahkan, membenci orang-orang yang menghinanya pun tak Ia sukai.

? ? ?Selawat dan Salam bagimu, Baginda.

? ? ?Terpatri kuat dalam hati setiap yang mengimaninya: Dialah Manusia Terbaik. Bagaimana tidak? Seluruh tingkah dan ucapnya menjadi rujukan teladan penuh kebaikan.

***

Muhammad al-Amiin dilahirkan oleh wanita hebat dan berayahkan lelaki taat. Ia terlahir mulia dengan iringan rahmat Tuhan bagi seluruh alam dan semesta; semua berdendang gembira memuji Yang Kuasa dan berselawat padanya; menyambut bakal pemimpin umat dilahirkan ke dunia.

? ? ?Sungguh beruntung wanita Mekkah, Aminah. Pada rahimnya Tuhan titipkan calon pemimpin sekaligus penutup para nabi; pada kasih dan sayangnya Tuhan percayakan Muhammad kecil tumbuh guna kelak menjadi lelaki sejati. Begitu pula dengan ibu susuannya, Tuhan memberi kesempatan kepada mereka mendapat keberkahan-Nya lewat jalan mengasuh Muhammad Saw.

? ? ?Kelahiran dan masa kecilnya istimewa ?terlepas dari kemanusiawian yang menjadi bawaannya? disertai kejadian-kejadian besar; Tuhan benar-benar tengah memberi kabar bahwa kehidupan yang diliputi kebodohan masa itu akan segera mendapat siraman petunjuk agama yang akan didakwahkan oleh Muhammad Saw. Ia memang hanyalah manusia sebagaimana ia berdiri dan akan menjadi utusan di tengah kaumnya ?manusia. Tetapi, dengan dakwah yang diembankan padanya, Ia dimuliakan, Ia dijunjung, Ia dihormati. Dengan Ia menjadi utusan-Nya, menjadi jauh lebih mulialah diri Muhammad Saw., sebagai pemimpin umat, penghulu para utusan-utusan Tuhan, kekasih-Nya, kekasih dari kekasih-kekasih Allah Swt.

? ? ?Tiadalah Ia melainkan manusia sebagaimana kaumnya. Namun, sifat dan sikap di masa kanak dan waktu mudanya jauh berbeda dengan apa yang telah dianggap jamak pada zaman itu. Kebiasan Arab jahiliyah yang penuh hura dan fana, dijauhinya, tak Ia lakukan. Budaya muda Arab jahiliyah dengan warna hitam kesesatan, tak sedikitpun memengaruhinya. Ia dijaga oleh Tuhan untuk disiapkan sebagai penegak panji agama. Ia dipercaya oleh kaumnya karena keelokan polah dan akhlak mulianya.

? ? ?Teladan darinya tak berakhir, sampai masa menemui akhir. Semua kebaikan yang dibicarakan dan diamalkan, mengacu padanya. Maka, tak mustahil; sesiapa yang menjadikannya panduan haluan, cinta Tuhanlah sebagai balasan (QS. 3: 31).

? ? ?Selawat dan Salam bagimu, Baginda.

***

Pagi yang serupa di perut Bakda-mulud 1437 Hijriyah. Selepas segala cinta dan rindu mengalir-hanyut menuju muaranya: Muhammad al-Mustafa Saw., semoga menjelma cinta dan rindu berbalas darinya.

***

?

?

Engkau indah, bak rembulan, tuan Nabi; teramat indah

terang matahari dan purnama adalah cerlangmu

Engkau adalah cahaya tanpa bayang-bayang

O, Thaha

tanpa adamu

tiadalah pelita hidayah

  • view 159