Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 19 September 2017   03:35 WIB
Wajibkah Kita Menerima Perjodohan dari Orangtua ?

Ketika orangtua kita menjodohkan kita, dan kitapun tidak setuju dengan perjodohan tersebut,  tetapkah kita harus menerimanya dengan alasan harus menurut kepada orangtua?

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لاَ تُنْكَحُ اْلأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلاَ تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ

“Tidak boleh seorang janda dinikahkan hingga ia diajak musyawarah atau dimintai pendapat, dan tidak boleh seorang gadis dinikahkan sampai dimintai izinnya.” (HR. Bukhari no. 5136 dan Muslim no. 3458, dinukil dari Al-Fiqh Al-Muyassar fii Dhau-il Kitaabi wa Sunnah, 295, Nukhbati minal ‘Ulama)

Jadi ketika masalah perjodohan orangtua wajib untuk meminta persetujuan, pendapat kepada anaknya. Orangtua nggak bisa lansung memutuskan begitu saja siapa untuk jadi pendamping hidup anaknya, walaupun orangtua berpendapat itulah yang terbaik untuk anaknya.

Maka kita nggak apa-apa untuk menolak perjodohan dari orangtua kita, kalau kita tidak meyukainya. Jelaskan dengan baik-baik kepada orangtua kita bahwa ada syariatnya. Durhakah kita menolak perjodohan dari orangtua kita? karena Islam telah mengatur dengan jelas, bahwa orangtua menikahkan anaknya harus dengan menunggu persetujuan dari anaknya.

Keridhaan dari masing-masing calon pengantin adalah salah satu syarat sahnya pernikahan. Jadi jangan sampai ada pernikahan yang terjadi karena paksaan. Ingat kembali bahwa pernikahan adalah nikmat Allah yang besar, dan sunnah nabi yang suci. Dengan menikahlah kedua insan yang sebelumnya haram untuk bersentuhan akan menjadi halal memadu kasih dan juga diridhoi Allah.

Karya : Muhammad Isran