Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Renungan 26 Februari 2017   08:48 WIB
Mengelola cinta tanpa harus terkena dosa

Naksir, rasa suka lawan jenis, yang akhirnya pengen menindak lanjuti dengan hubungan pacaran sudah menjadi suatu yang umum bagi remaja-remaja saat ini. Nggak ada habisnya pembahasan masalah cinta bagi anak-anak muda, apalagi zaman sekarang, yang lingkungan sehari-hari selalu mengajarkan kita tentang cinta. Baik, sinetron, media sosial, dan lingkungan sekitar.

Namun ketika rasa suka, rasa sayang sudah diartikan dalam bentuk pacaran, masalah cinta belum selesai. Yang ada hanyalah timbul masalah baru, berupa galau, kecewa, patah hati. Dan ketika hubungan jalan lancar pun, hati kecil kita akan tetap merasa bersalah ketika mejalani aktivitas mesra dalam pacaran. Hati kecil kita tetap akan berteriak semua yang kita lakukan adalah dosa, semua percintaan, kemesraan dalam pacaran adalah suatu perbuatan yang salah. Terus bagaimana kita mengelola hati kita yang sudah jatuh cinta, lantas bagaiamana mengelola benih cinta yang sudah tumbuh itu?

Cinta itu seperti anak bunga yang indah. Ia indah, ia menarik, namun ketika kita merawat dengan cara yang salah, ia tidak akan tumbuh menjadi bunga yang indah, ia tidak akan menjadi bunga yang menarik. Namun ketika merawatnya dengan baik, selalu menyiramnya pagi dan sore, maka ia akan tumbuh menjadi bunga yang indah, menawan, indah dipandang, dan menyejukkan.

Begitulah cinta kita. Apakah cinta kita akan menjadi indah dengan kita yang merawatnya denga dosa-dosa aktivitas pacaran? Apakah ia bisa tumbuh menjadi cinta yang suci jika kita merawatnya dengan dosa-dosa? Tidak akan. Maka rawatlah cinta kita kelolah rasa yang tumbuh pada hati kita dengan sebaik-baiknya.

Jauhkan cinta kita dari dosa, yaitu dengan menghindari aktivitas cinta dalam bentuk pacaran. Pengelolaan cinta yang terbaik sampai kita siap menuju bingkai pernikahan ialah menjadi jomblo yang mulia, yang aktivitasnya terjaga dari kemaksiatan, dan cintanya selalu suci dalam ketaatan. Kita bisa mengelola hati kita yang jatuh cinta dengan menyibukkan diri dengan aktivitas-aktivitas yang mendekatkan kita kepada Allah.

Karya : Muhammad Isran