Menjadikan Cinta Kita Agar Tetap Selalu Indah

Muhammad Isran
Karya Muhammad Isran Kategori Renungan
dipublikasikan 23 November 2016
Menjadikan Cinta Kita Agar Tetap Selalu Indah

Mencinta dalam do’a, mencintai dalam sunyi, menjadikan cinta kita dalam diam sampai kita siap untuk menuju pernikahan ialah suatu tindakan yang mulia. Lebih baik kita memendam perasaan kita untuk sementara, daripada kita melarikan cinta kita dalam kemaksitan. Lebih baik kita pendam dulu perasaan cinta kita, daripada kita terjebak kedalam cinta buta yang jauh dari ridhanya Allah. Bukti nyata dari cinta yang berbalut dosa ialah pacaran, permainan anak muda saat ini. Nggak ada lagi saat ini yang tidak kenal dengan pacaran, nggak ada lagi yang nggak kenal dengan namanya jatuh cinta.

Untuk apa kita cinta-cintaan kalau hanya larinya dalam perbuatan dosa. Untuk apa kita sayang-sayangan kalau selama cinta kita adalam kemaksiatan.  Bersyukur kita diberikan anugrah terindah berupa cinta, bersyukur kita diberikan rasa sayang. Semuanya ialah anugrah dari Allah untuk kita. semuanya ialah bentuk sayang Allah untuk kita, agar kita hidup saling mencintai, saling menyayangi. Allah menciptakan kehidupan ini selalu ada pasangannya. Ada siang, ada malam. Ada pagi, ada sore. Ada sedih, ada bahagia. Ada laki-laki, ada wanita. Ada kamu, ada aku. Hehehe.

Memang Allah menciptakan kehidupan ini berpasang-pasangan. Allah menciptakan kita sebagai manusia berpasang-pasangan. Dengan diciptakan kita berpasang-pasangan kita merasakan betapa indahnya jatuh cinta, betapa indahnya untuk mencintai. Tapi alangkah indahnya ketika kita menjaga rasa cinta kita. Alangkah baiknya jika kita menjadikan cinta kita untuk selalu suci dalam ridha Allah.

Kita wajar untuk jatuh cinta, kita tidak salah untuk jatuh cinta. Tapi jadikan-lah cinta kita untuk selalu indah dengan menjauhkannya dari kemaksiatan. Tinggalkanlah pacaran, tutuplah kisah cinta yang bernama pacaran. Pacaran bukan wadah yang baik untuk kita dalam menjalin cinta. Pacaran bukan pilihan yang baik untuk mengepresikan cinta.

Ketika kita merasa belum sanggup untuk  mencintai sebenarnya dalam wujud pernikahan, pendamlah dulu perasaan kita. Pantaskan diri kita dulu, diamkan cinta kita untuk sementara waktu. Tidak usah sedih, tidak usah khwatir. Kalau sidia jodoh kita, dia tidak akan kemana.

Alangkah indahnya ketika cinta pertama kita bertemu di pelaminan. Alangkah mulianya kita merasakan menikmati cinta pertama dalam ikatan yang halal. Maka jaga-lah selalu cinta kita, jagalah hati kita untuk sampai waktunya. Ketika merasa sudah siap, saat merasa sudah sanggup, jemputlah sidia yang sudah dipersiapkan Allah untuk kita sesuai dengan syari’at islam..

  • view 2.8 K