Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kisah Inspiratif 25 Oktober 2016   04:15 WIB
Lakukan Yang Berbeda

Sebagai remaja kita harus bisa melakukan yang berbeda dengan  remaja yang lain. Saat dimana mereka asyiknya dengan pacaran kita menjadi jomblo yang shaleh dan selalu taat pada Allah.

Jadilah diri sendiri jangan jadi ikut-ikutan karena setiap manusia diciptakan spesial dan istimewa oleh Allah SWT. Karena tidak jarang kita melihat yang memilih jurusan kuliah saja ada yang ikut-ikutan.

Begini, dalam memilih impian itu jadilah diri sendiri jangan terpengaruh orang lain. Kita itu harus tampil beda dengan yang lain, dan berbuatlah sebaik mungkin.

Kita harus berani dalam bercita-cita, jangan pedulikan apa keadaan kita, karena keadaan sama sekali tidak mempengaruhi impian kita.

Jangan pantang menyerah, saat yang lain menganggap itu merupakan suatu yang tak mungkin, maka kita sendiri yakin akan mencapai suatu yang sulit bagi orang lain tersebut.

Ia adalah seorang anak lelaki tamatan SMA tapi bercita-cita yang tinggi. Kehidupan ekonomi keluarganya yang tidak baik membuat ia tidak bisa untuk meneruskan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Akhirnya ia menjadi seorang pedagang asongan.

Tapi walau ia sebagai pedagang asongan, cita-citanya menjadi seorang yang sukses tidak juga pernah pudar. Akhirnya ia melamar pekerjaan disalah satu bank, yaitu Citibank.

Disana ia diterima sebagai  OB (office boy), tapi itu belum membuat ia puas. Ia masih ingin mendapat pekerjaan yang lebih baik lagi di bank tersebut.

Ditengah ia baru bekerja di bank tersebut Ayahnya di panggil oleh yang Maha Kuasa, dengan meninggalkan hutang yang banyak. Semuanya harus ditanggung oleh pemuda yang berumur 18 tahun tersebut. Dengan bekerja sebagai OB ia tidak puas, ia memiliki cita-cita yang tinggi yaitu menjadi seorang yang sukses, bukan tukang pel, dan tukang buat teh.

Lalu suatu hari ia tertarik melihat pekerja foto copy di bank tersebut, akhirnya ia belajar cara menggunakan mesin tersebut, dan karena sering membantu petugas foto copy dan kerjanya bagus maka ia diangkat menjadi sebagai pekerja foto copy.

Disaat bekerja sebagai foto copy inilah awal ia akan berubah. Ia tidak mau jadi pegawai rendahan terus, karena ia hanya tamatan SMA bagimana ia bisa mendapatkan yang lebih baik, oleh karena itu sesi foto copy inilah yang ia manfaatkan untuk mempelajari seluk beluk bank. Setiap kertas yang di foto copy oleh pegawai bank ia baca, dan ia pelajari, apa yang tidak ia tahu artinya ia tanyakan pada pegawai bank tersebut.

Malamnya ia tidak pulang, ia luangkan waktunya untuk membantu pegawai yang lembur, ia bantu pegawai itu sebisa ia membantu. Sambil membatu pegawai itu jugalah ia belajar tentang bank tersebut. Pegawai senang karena dibantu dengan gratis, juga senang menerangkan apa yang ia tanyakan pada pegawai bank tersebut. Selain itu juga ia menjadi akrab dengan pegawai bank tersebut.

Karena kerajinan tersebut, akhirnya ketika pegawai ada yang tidak bisa datang ia bisa menggantikan karena ia sudah bisa karena sudah terbiasa membantu pegawai bank tersebut.

Karena kerjanya yang baik akhirnya ia diangkat menjadi pegawai bank tersebut. Langkah demi langkah seperti itulah yang terus ia lalui, dengan cara belajar seperti itulah akhirnya ia terus naik pangkat di bank tersebut. Sampailah akhirnya ia menjadi wakil president di Citibank. Siapakah dia? Dialah Houtman Z Arifin.

Begitulah kita seharusnya, bagi yang sudah bekerja disuatu peusahaan, tetaplah terus berusaha, dan kejar terus impian kita. Dimana yang lain menikmati kerjanya sebagi OB, beliau Houtman berusaha terus menggali llmu, dan terus melangkah untuk maju. Itulah hal berbeda yang ia lakukan demi cita-citanya. Dengan modal hanya tamat SMA ia bisa menjadi seorang wakil presiden bank.

Karya : Muhammad Isran