(Pacaran) Cinta atau Kebodohan  

Muhammad Isran
Karya Muhammad Isran Kategori Renungan
dipublikasikan 20 Oktober 2016
(Pacaran) Cinta atau Kebodohan   

 

Setiap kita yang pacaran, dalam menjalin hubungan asmara keromantisan dan kegaulan adalah hal yang nggak jauh dari kita. Nah berpelukan, berciuman, dan berbagai keromantisan lainnya yang kita lakukan apakah suatu tanda romantis yang sebenarnya.

Sob, lihat dulu sob, mana yang romantis dan mana yang kebodohan. Huh jahat amat dibilang bodoh, hehe sabar dulu ya sob. Coba kita lihat dulu ya, ketika kita menjalin hubungan kasih, hubungan cinta, keromantisan adalah suatu hal yang nggak akan terpisahkan iyakan. Ya iyalah bro, namanya aja cinta, namanya aja sayang.

Hahaha, sob kalau kamu cinta, kalau kamu sayang jangan pegang dong, dan jangan mau dipegang-pegang. Kok gitu ? kan belum halal coy.

Sob, keromantisan, tanda cinta kita itu harus diperhatikan, apakah sayang kita itu sebenar sayang atau malah kebalikannya. Disinilah kita lupa, setiap kali kita memeluknya dosa akan terus mengalir untuk kita dengan dia, dengan itu kita sudah menbawa dia akan dalam kemaksiatan yang penuh dosa. Apakah dengan dosa itu bukti sayang dan cinta kita. Entah kok mau cinta-cintaan sampai neraka kali ya, wkwkwk.

Ya udah sob, terang saja setiap keromantisan kita dalam pacaran itu nggak lain hanyalah kebodahan kita, atau lebih tepatnya cinta dalam kebodohan dan kebutaan kita dengan firman Allah : [QS. An-Nuur : 31]

Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung. [QS. An-Nuur : 31]

 

“Aisyah berkata, “Tangan Rasulullah SAW tak pernah sama sekali menyentuh tangan wanita yang tidak halal baginya”. [HR Bukhari dan Muslim]

Sudah jelas dalam dalil diatas kita dilarang berduan, bersentuhan dengan lawan jenis kita. Apalagi bermesraan gitu. Masih keras hati buat pertahankan cinta kamu yang belum halal itu ? Masih kuat niat kita untuk pacaran atau meneruskan pacaran. ya terserah kamu aja deh.

  • view 2.4 K