Senja Awal Dari Cinta Kita

Muhammad Isran
Karya Muhammad Isran Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 08 Oktober 2016
Senja Awal Dari Cinta Kita

Sudah satu tahun kedekatan kita, kedekatan yang mengatas namakan cinta, kedekatan remaja kelas 3 SMA yang sedang dimabuk asmara. Setiap hari-hari disekolah kita lalui bersama, kita jadikan untuk saling berbagi kasih, berbagi cinta, dan berusaha untuk saling memahami.

Tapi, sekarang sudah satu tahun kita berpisah, selama itu pula putus hubungan kita, tidak ada komunikasi sama sekali. Tapi cintaku masih ada, rindu untuk bersama belum hilang, ia masih utuh menghantui diri ini di senja saat ini. Apakah kau di sebrang sana juga merasakannya ? entahlah.

Senja yang indah, dan cerah ini dijadikan kebanyakan orang untuk berbahagia, bercengkrama bersama keluarga. Tapi bagiku senja ini melemparkan pada awal kisah kita. Saat pagi itu dimana aku melihat kamu bermain dngan ceria ditaman sekolah, kamu memerhatikan satu persatu bunga, kamu terlihat sangat menikmati keindahan alam yang tercipta dari kasih sayang yang dijalin bunga dan kumbang. Senyum pun mengembang di bibirmu, senyum yang juga menbuat aku terseyum, senyum yang indah bagiku.

“Fan kamu suka padanya ya” Azka datang menghapiriku, mengusikku yang sedang menikmati keindahan senyummu.

“Ah, nggak” aku menbantah, menbantah hati ku sendiri yang sedang benar-benar lagi jatuh cinta, yang sedang mencintai seorang wanita yang sudah dari setahun sebelumnya. Ya, itu kamu Ren, sejak kamu pindah ke sekolah ini, waktu itu saat baru bulan-bulan awal kelas 2 semester pertama, semester pertama dalam hidupku yang meninggalkan rasa cinta yang lama, yang aku bertahan mencintai kamu sampai pagi itu, pagi yang dimana Azka teman dekatku memaksa aku untuk mengakui rasa dihatiku.

“Sudahlah Fan, kamu akui aja kamu mencintai Reni kan ?” Azka memandangku dalam-dalam

“Nggak kok, aku nggak mencintai dia kok”

Azka masih menatapku tajam “Fan, aku tahu kalau kamu mencintainya, kita udah lama beteman bro, aku udah kenal sama kamu bro, dan matamu itu selalu khusus setiap memendangnya. Kamu mencintai dia kan ? ”

Diam, sunyi, waktu seakan-akan berhenti disekitar aku dan Azka. Aku masih malu untuk mengakuinya, mengatakan kepada Azka sahabat yang selalu mentertawakan aku ketika aku jatuh cinta, tapi ia tetap sahabat yang baik bagiku.

“Udah bro, ngak usah malu kamu itu, aku nggak akan mentertawakan kok, aku akan membantu kamu mendapatkan Reni” ujar Azka padaku, ucapan dari sahabt yang menjadi pencerah bagiku.

“Serius kamu ka! Thankyou bro” aku sangat senang.

Hari-hari setelah itu berbeda dari hari yang biasanya. Kedekatan kita yang biasanya hanya sebatas teman, tapi hari saat itu tidak, aku menjalaninya sesuai dengan petunjuk Azka, bagaimana menberi perhatian secara khusus untukmu, bagaimana memberikan sinyal-sinyal cinta untukmu.

Perlahan tapi pasti, sore itu akhirnya datang juga, dimana saat kita akan pulang sekolah, waktu pelajaran bubar, ketika sekolah mulai sepi. Sesuai dengan rencana Azka, rencana yang aku sendiri tidak tahu sebelumnya, tapi saat itu aku tidak punya waktu untuk menerka-nerka, sebab kita sudah berdua, terjebak dalam kesepian ditaman sekolah. Aku gugup, saat itu ialah akan menjadi momen pertama bagiku untuk mengungkap rasa cinta pada seorang wanita.

“Mmm, Fan ada apa ya?” tanyamu padaku “Tadi Azka nyuruh aku bertemu denganmu disini” lanjutmu.

“ooo, aku mau, oo” aku saat itu belum sanggup megeluarkan kata-kataku.

Tapi kamu saat itu tersenyum, senyum yang menbuat aku menjadi tambah gugp

“Ada apa Fan, ngomong aja nggak apa-apa kok” kamu memandangku, mata kita bertemu. Aku tidak melepasnya, aku menatap matamu yang menawan itu, kukumpulkan semua kekuatan, kukerahkan semua keberanian, akhirnya terucap I LOVE YOU. Ya aku mengatakan padamu bahwa aku mencintaimu. Kamu saat itu kelihatan terkejut, kamu tampak tersentak. Aku menjadi gelisah, gelisah menunggu jawabanmu.

Kamu menatapku, kamu memandangku begitu dalam “Kamu serius Fan ? ” tanyamu padaku

“Serius Ren, aku mencintaimu” jawabku

“Fan, sejak kali kita dekat, menjadi seorang teman, aku selalu merasakan yang berbeda denganmu Fan. Aku selalu merasakan perasaan untuk lebih dekat denganmu, kedekatan yang lebih dari sebatas teman. Tapi Fan, aku selalu memendamnya, aku selalu menantikannya dari mu. Sepertinya ini waktunya Fan, akhir dari cinta dalam diam kita” ujar kamu saat itu

“Jadi” tanyaku memastikan

“Ya, aku tidak bisa untuk tidak menjadi pacarmu, aku juga mencintaimu” katamu tersenyum

Saat itu tiba-tiba bersorak Azka dari rimbunan bunga dekat kita, ia menghamburkan bunga keatas kita. Perayaan sederhana, dari cinta kita. Kita berdua saat itu berkejaran penuh dengan kecerian, kebahagiaan kita berdua mendapatkan cinta, dan juga kecerian Azka sukses dalam menyatukan cinta kita.

Bulan-bulan berikutnya kita jalani dengan bahagia. Tanpa ada yang mengecewakan, kita saling mengasihi, saling mnyayangi, saling menperhatikan. Sampai waktu senja itu, senja di hari perpisahan sekolah kita, aku memegang tanganmu, menatapmu dalam-dalam, aku saat itu mengatakan padamu bahwa aku akan kepulau seberang, Jakarta, aku saat itu harus melanjutkan kuliah disana. Air mata mengalir dari matamu, aku tidak sanggup untuk menghentikannya. Aku saat itu tidak bisa berbuat dan berbicara banyak.

Kamu tersenyum, senyum yang tampak diusahakan “Fan kamu nggak usah sedih, aku sadar tampaknya cinta kita harus kembali dalam diam”.

“Reni, nggak Ren, kita kan masih bisa komunikasi lewat handphone kan” bantahku.

“Nggak Fan, aku nggak mau mengikatmu, biarkan aja cinta kita dalam diam, dan do’akan biar kita berjodoh” kamu menatapku “Aku mencintaimu, dan akan selalu mendo’akanmu, mendo'akan cinta kita” lanjutmu.

Panas terasa dipipiku, air mata yang mengalir menbuyarkan kenangan kita, air mataku tak bisa ditahan saat mengingat kisah kita di senja itu. Tapi aku saat ini sadar bahwa cinta kita tidak akan abadi saat masih belum terikat dalam pernikahan, takdir bisa saja memisahkan kita. Saat itu aku juga sadar bahwa itulah awal sebenarnya dari cinta kita, cinta dalam diam, saling mencintai dalam balutan do’a. Lalu apakah kita berjodoh biar waktu yang menjawabnya, semoga saja Allah kembali menpersatukan cinta kita.

  • view 1.6 K