Makna Kerja Keras, Sebelum Keajaiban

Muhammad Isran
Karya Muhammad Isran Kategori Renungan
dipublikasikan 06 Oktober 2016
Makna Kerja Keras, Sebelum Keajaiban

Di hari yang sangat sunyi dan gersang itu, Hajar dan bayinya ditinggalkan oleh Ibrahim. Pemandangan sekeliling hanya pasir dan cadas yang membara. Tak ada pohon untuk berteduh, tak ada air untuk melepas dahaga.

Bayi kecil yang bernama Isma’il itu sudah mulai menagis, dengan tangisannya yang keras Hajar tahu bahwa bayinya sedang sangat lapar dan kehausan. Maka saat itu Hajar berlari, dua bukit ia telusuri, ia telisik dengan seksama. Tapi tanda untuk ada air untuk menjawab tangis anaknya tidak juga ia dapatkan. Tapi ia terus berlari, terus mencari air, yang ia sendiri mungkin sudah tahu bahwa tidak air disana. Tapi Hajar terus bolak-balik dari dua bukit tersebut, ia yakin jika ia ditinggalkan oleh suaminya disana ialah perintah Allah, maka Allah pasti tidak akan menyia-nyiakannya.

Sampai tujuh kali dia bolak-balik menunjukkan kesungguhannya kepada Allah, barulah keajaiban itu muncul. Zam-zam! air yang memancar dari kaki Isma’il yang menangis kehausan. Bukan dari jejak-jejak kaki Hajar yang bolak-balik dari Safa ke Marwa.

Itulah keajaiban itu. Ia tidak datang begitu saja, tapi ia butuh kerja keras, butuh keyakinan dan kesungguhan kita kepada Allah SWT. Mungkin ia tidak datang dalam ikhtiar-ikhtiar kita, tapi selama kita bersungguh-sungguh, selama kita masih yakin kepada Allah, insyaAllah keajaiban itu akan datang kepada kita.

Begitulah ketika kita dalam menjalankan kehidupan di dunia ini. Jangan pernah putus asa, terhadap cobaan-cobaan hidup kita, jangan sampai kita mengeluh terhadap ujian hidup kita. Teruslah berusaha, selama itu kebaikan Allah pasti akan datang menolong kita.

Sebagaimana Allah berfirman : Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.  (Al  Baqarah 214)

Maka teruslah berusaha, dan beramal-lah untuk kebaikan. Hidup ini memang penuh cobaan, dengan keberanian dan sabar insyaAllah semuanya akan mudah kita selesaikan. Dengan Selalu yakin kepada Allah, InsyaAllah keajaiban dari Allah akan datang memberi pertolongan.

  • view 841