Dua Jalan Cinta

Muhammad Isran
Karya Muhammad Isran Kategori Renungan
dipublikasikan 04 Oktober 2016
 Dua Jalan Cinta

Sebagai yang muda bisakah kita lari dari rasa cinta, bisakah kita sembunyi dari rasa suka. Nggak kita nggak akan bisa lari dari rasa cinta. Cinta bagi kita yang muda memang suatu penghias, suatu keindahan.

Rasa cinta itu anugrah dari Allah, ia fitrah untuk setiap kita manusia, dan Allah telah menyediakan atuaran mainnya untuk kita dalam bercinta, dan kita tidak bisa lari dan sembunyi darinya.

Rasa jatuh cinta saat kita yang muda memang sangat indah, jadi jangan sampai kita menodai keindahannya dengan nafsu kita. Bagi kita sebagai muda yang pecinta, untuk menjaga cinta tetap suci ialah dengan selalu merangkainya dalam ketaatan kepada Allah.

Terpesonanya kita dengan cinta, bukan berarti kita seperti kumbang yang mengintari bunga-bunga seenaknya yang kita suka. Rasa cinta kita itu mesti dijaga, tak seharusnya kita menjadikannya cerita yang memiliki sad ending.

Mencintai lawan jenis boleh, memiliki rasa suka suatu hal yang biasa bagi kita sebagai manusia, tapi jangang sampai kita membawa cinta kita dalam kemaksiatan tipu daya setan yang belaka.

Mencintai bukan seharusnya kita untuk saling memiliiki, tapi ada juga saatnya kita harus melepasnya pergi.

Rasa cinta itu anugrah dari Allah, ia fitrah untuk setiap kita manusia, dan Allah telah menyediakan solusinya untuk kita merangkainya dalam balutan pahala.

Jangan dekatkan cinta kita pada api, hindari untuk tidak terbakar dalam kemaksiatan. Maka sejukkan-lah cinta kita dengan mendekatkan ia kepada Ilahi.

Menjadi laki-laki pecinta, harus berani untuk menikahi, bukan hanya bermain dalam cinta yang tidak halal yang Allah benci.

Menjadi wanita pecinta seharusnya bisa menjaga diri, jangan sampai mengumbar berjuta pesona yang akhirnya akan menodai keindahan mahkotanya. Jangan sampai mengorbankan-kan mutiranya hanya karena cinta.

Dalam cinta tak  seharusnya kita untuk berpegangan tangan, saling berbagai nafsu, selama kita belum terikat pernikahan. Bersabarlah dan pantaskanlah dirilah, sampai saat Allah mengirimkan bidadarinya kepada kita.

Mencintai, bermesraan, saling berbicara  dengan orang yang kita sukai memang menarik hati. Tapi alangkah indahnya kita menbawanya dalam kesunyian sampai akad terucapkan dan Allah meridhoi.

Ya cinta hanya memiliki dua jalan, cinta kemaksiatan atau cinta yang Allah ridhoi.

  • view 990