Sang Pakar Cinta

Muhammad Isran
Karya Muhammad Isran Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 30 September 2016
Sang Pakar Cinta

Cinta itu pengorbanan, cinta itu perjuangan, cinta itu kasih sayang, cinta itu ialah hasrat ingin memiliki, cinta itu ialah hasrat ingin bertemu. Itulah beragam defenisi cinta, setiap orang memiliki arti tersendiri untuk cintanya.

Tapi menurut kamu gimana Bunga, setelah kita meregut manis dan pahitnya cinta itu bersama apa defenisi kamu terhadap cinta. Apakah kamu melihat cinta itu ialah pengorbanan, apakah cinta itu kasih sayang, apakah cinta itu hasratmu untuk selalu bersamaku Bunga, atau kau memiliki arti tersendiri yang lebih rumit lagi, entahlah.

Bunga, yang jelas cinta itu ialah anugrah dari Allah, cinta itu fitrah yang diberikan Allah. kita berdua ialah salah satu insan yang merasakan bagaimana anugrah cinta itu. Syukur kita berdua telah merasakan bagiamana manisnya madu cinta itu, walupun pahitnya juga kita lalui.

Tapi bunga aku juga ingin mengartikan cinta dalam pandanganku, aku juga ingin mendefeisikan cinta menurut pandanganku. Aku juga ingin mengartikan cinta ita selama ini. Cinta itu pengorbanan, itulah yang kurasakan, itulah yang kudapat dari selama kita mejalani cinta Bunga. ya cinta itu pengorbanan. Pengorbanan untuk saling menyayangi, untuk saling memerhatikan, untuk saling tidak mengecewakan. Itulah yang kita lalui selama ini. Terkadang kita juga pernah bertengkar, tapi kita kembali berkorban, membunuh rasa benci kita, untuk kembali saling menyayangi. Untuk cinta kita, kita bunuh berbagai perasaan negatif diatara kita. Memang tidak mudah Bunga, tapi itulah yang kita lalui, itulah pengorbanan cinta kita selama ini.

Bunga sampai sekarang aku masih menyayangimu, aku masih mencintaimu. Pilihan untuk memutuskan hubungan pacaran kita ialah satu pengorbananku, walau memang sakit, dan mengecewakan kamu, tapi percayalah, ini hal terbaik buat cinta kita. Karena aku sadar pengorbanan cinta kita selama ini sia-sia, karena selama ini kita berkorban untuk cinta yang tidak sepantasnya, kita bercinta saat Allah belum meridahoinya. Ya kita belum halal Bunga.

Memutuskan ialah bukti sebenarnya cintaku, karena aku tidak ingin mebawamu dalam maksiat bersamaku. Inilah aku bunga, sang pakar cinta yang selalu mencintaimu, dan berusaha menguraikan arti cinta dari kita berdua. walaupun kurasa tidak ada pakar cinta yang sesungguhnya, karena kurasa tidak akan ada yang sanggup menguraikan makna cinta itu dengan sempurna.

Tapi Bunga, rasa sayangku tak pernah luntur, keinginan untuk selalu bersama denganmu tak pernah sirna. Kau memang bungaku, bunga istimewa yang selalu menberikan wanginya untukku, bunga cantik yang selalu menghiasi diriku, kau berharga bagiku Bunga.  Maka untuk cinta yang suci, untuk cinta kita berdua, untuk cinta yang diridhoi Allah, aku akan melamar kamu bunga.

  • view 2.1 K