Mimbar-mimbar Cahaya

Muhammad Isran
Karya Muhammad Isran Kategori Renungan
dipublikasikan 22 September 2016
Mimbar-mimbar Cahaya

 Alangkah agungya, dan alangkah nikmatnya jika kita mendapatkan kemulian dari Allah SWT. Kemulian berupa mimbar-mimbar cahaya dari Allah, sebagaimana yang dituturkan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu , Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah berfirman, ‘Orang-orang yang bercinta karena keagungan-Ku, mereka mendapatkan mimbar-mimbar dari cahaya sehingga para nabi dan syuhada iri kepada mereka.” (HR. At-Tirmidzi; Shahih)

Mimbar cahaya, cemburunya para nabi dan syuhada, sungguh kemuliaan yang agung. sebuah kemulian yang sangat indah. Kemulian yang kuncinya ialah persaudaraan, persaudaraan kita sesama umat muslim. Persaudaran yang didasarkan karena rahmat Allah semata, yang saling mencintai karena keagungan Allah semata.

Iya persaudaraan karena Allah semata, bukan karena harta dan bukan pula karena kekerabatan sebagaimana dibawakan dalam hadits oleh Imam Abu Dawud,: "Sesungguhnya diantara hamba-hamba Allah terdapat orang-orang yang bukan nabi, dan bukan syuhada, tapi bahkan para nabi dan syuhada cemburu pada mereka di hari kiamat nanti, tersebab kedudukan yang diberikan oleh Allah pada mereka". ujar Rosulullah

"Ya Rosulullah", kata sahabat ketika itu, " Beritahukanlah kepada kami, siapa mereka"?

"Mereka itu adalah," jawab beliau, "Segolongan manusia yang saling mencintai karena rahmat Allah. Bukan oleh sebab kekerabatan dan darah. Bukan pula karena didasarkan pemberian harta. Demi Allah, wajah mereka pada hari itu bersinar cermelang dan mereka berada di atas cahaya. Mereka tiada merasa khawatir ketika manusia lain ketakutan. Dan mereka tidak bersedih ketika manusia lain berduka."

Sebelumnya coba lihat kita lihat diri kita, bagaimana silaturrahim kita ? Apakah selama ini kita jauh dengan saudara kita yang seiman dengan kita ? Apakah kita saling mencaci dengan saudara kita ? Apakah kita berburuk sangka terhadapa saudara kita. Apakah kita hanya dekat dengan kerabat kita saja? Apakah kita bersaudara hanya karena harta saja ?

Mari kita memulainya dengan prasangka baik, dengan niat yang baik. Kita memang bukan nabi, bukan syuhada, tapi Allah menberi kita peluang untuk mendapatkan kemulian yang indah dari Allah. Berprasangka baik ialah kunci kita memulainya.

Dengan berprasangka baik kita bangun kembali persaudaraan kita, kita bangun kembali ukhwah kita. Mari kita saling mencintai, saling membimbing, saling mengingatkan, saling pengertian, saling menebar kebaikan karena rahmatynya Allah SWT.

Dengan niat yang lurus, dengan komitmen yang kuat, mari kita gapai kemulian yang agung, karunia yang indah dari Allah SWT, yaitu mimbar-mimbar cahaya.

  • view 827