Menata Cara Meminta

Muhammad Irfan Ilmy
Karya Muhammad Irfan Ilmy Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Februari 2016
Menata Cara Meminta

?

Disadari atau tidak, sikap tidak baik yang dipertonkan oleh kita kepada orang lain adalah cerminan apa yang bakal kita dapat pula dari orang lain. Keegoisan yang membaluti pribadi kita bukan tidak bisa untuk dikendalikan, namun sebenarnya ini permasalahan mau atau tidak. Tidak ada kaitannya dengan mampu atau tidak mampu.

Pernahkah kita ingin menang sendiri dengan argumen yang coba kita sajikan? Orang lain sebagus apapun analisisnya, selalu enggan untuk kita terima. Mungkin ada benih rasa gengsi yang tumbuh begitu dahsyat di bilik hati. Di lain sisi, kita pun kerap alpa memerhatikan cara untuk minta dibantu oleh orang lain: teman, sahabat, bahkan oleh orang tua kita sendiri. Permintaan untuk ditolong lepas dari filtrasi, apakah redaksinya sudah terdengar nyaman atau belum? Semuanya miskin perenungan. Asal meminta saja. Padahal akibat cara meminta kita yang tidak tertata, ada kemungkinan membekas luka?yang meskipun tidak menganga?tetap menyakiti hatinya. Ketika pun apa yang kita minta itu? dilakukannya, namun proses perlakuannya nihil dari kata tulus ikhlas. Dia melakukannya mungkin atas dasar enak-tidak enak, adanya intimidasi yang dirasakan, bahkan hingga motivasi untuk secepat mungkin tidak bertemu dengan kita lagi.? Ini hanya akibat dari cara meminta yang sembrono, tidak tahu tata kramanya.

Dalam keseharian, tentu masih banyak lagi kejadian-kejadian serupa demikian yang menunjukan kualitas kepribadian kita. Semakin bijak kita memperlakukan orang, menunjukan maqom kepahaman kita tentang ajaran nabi yang begitu ditekankan, yaitu akhlak. Tentu dalam proses menujunya memang tidak bisa dibilang ringan-ringan saja. Mesti ada kelurusan niat dan kesungguhan upaya untuk melatihnya tiap saat.

?

Bandung, 29 November 2015

Muhammad Irfan Ilmy

?

gambar dipinjam dari sini?