Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Cerpen 7 Februari 2016   06:38 WIB
Perempuan bermata empat (1)

Entah bagaimana caranya aku bisa menyukai perempuan bermata empat. Melihat lekat-lekat yang tatkala dua matanya dilucuti, dua mata lain seolah ingin pergi. Tak perlu ditanya alasannya. Aku sebatas suka, sebatas kagum dan tak habis pikir pada apa yang kusuka. Suatu hari di depan perpustakaan. Dua mata tambahannya menikam ulu hati.

"Sedang apa kak?" Tanyanya memecah konsentrasiku yang tengah menulis. Mencoba memainkan pena membuat sajak dan prosa.

Sedang membuat puisi untukmu, untuk kubacakan jika aku benar-benar menjadi teman hidupmu kelak. Hatiku mendahului bibir. Berbicara. Aku pura-pura.

"Ini dik, sedang menulis ide buat PKM. Oh gitu."

"Kok agak puitis kak? Atau PKM nya tentang penelitian sastra?" Ia menyelidik.
Hah. Aku tak sadar kalau ternyata dia telah berdiri mematung mengamati yang kutulis entah sudah berapa lama. Aku mencoba menata cara bicara. Kunetralkan mimik muka yang mendadak memerah.

"Enggak kok, itu puisi buat mamah. Soalnya besok kan hari Ibu. Mau kakak kirimkan buat beliau."

Lagi-lagi kebohongan pertama diikuti kebohongan selanjutnya. Padahal ini untuk kamu yang kuharap jadi calon ibu dari anak-anakku.

Kulihat dia tersenyum, wajahnya berubah merona. Aku sangat suka. Semoga saja CCTV di sudut kiri atas itu sempat mengabadikan ekpresinya.

Dia lantas pamit. Katanya ingin meminjam buku buat referensi makalah. Semoga cepat menemukan bukunya agar kita bisa kembali bertegur sapa. Hatiku berharap.

Seiring hembusan angin yang memainkan jilbabnya, inspirasi pun mendadak berjatuhan dari langit-langit perpustakaan. Aku makin cepat menulis. Menulis tentang dia.

diselesaikan pada jam 6.05 di laptopku, entah di laptopmu.

gambar dipinjam dari sini

Karya : Muhammad Irfan Ilmy