Sebuah Pengandaian

Muhammad Irfan Ilmy
Karya Muhammad Irfan Ilmy Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Februari 2016
Sebuah Pengandaian

Kau tahu, nampaknya menyenangkan sekali bila nanti kita berada di majelis yang sama: bersama. Anggap saja berdua walau nyatanya ada ratusan anak muda yang tengah kasmaran, beberapa sedang dalam tahap persiapan. Aku membayangkan, buku yang terinspirasi dari sosok kamu telah rampung dikerjakan. Aku diminta untuk membedahnya di depan mahasiswa-mahasiswi tingkat akhir (meski anak baru juga satu-dua ikut hadir). Kita sudah utuh waktu itu. Lantas, ketika fakta-fakta dari buku itu diungkapkan, kamu hanya senyam-senyum sendiri mengiyakan. Beberapa kali juga cemberut karena kebiasan kamu yang suka nonton film Korea aku ceritakan. Aku sesekali merekamnya dengan sedikit pandang mata. Sebuah kekuatan yang entah apa tiba-tiba merasuki diriku. Menjadikan lidah sebegitu lancarnya menjelaskan apa yang belum terjelaskan. Menjawab satu persatu pertanyaan dari para peserta yang penasaran. Aku yakin saja disela senyum yang sesekali tersungging, diam-diam doa kau layangkan dalam hati. Doa bagi kelancaran tertunainya amanah pangeranmu yang sedang berbagi inspirasi di depan para calon istri. Beberapa juga calon suami (karena mau tidak mau, suka tidak suka mau dalam beberapa kesempatan, kaum hawa memang selalu mendominasi acara-acara semacam training pra nikah). Seusai acara selesai, kita kembali ke penginapan. Aku menggenggam tangan kananmu. Ada yang kembali bertumbuh: perasaan masing-masing.

?

Bandung, 12 Desember 2015

Muhammad Irfan Ilmy?

?

gambar dipinjam dari sini?

?

  • view 76