Engkau

Muhammad Irfan Ilmy
Karya Muhammad Irfan Ilmy Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 07 Februari 2016
Engkau

Kau?kau tak pernah tahu rasanya dicampakkan dari jauh?dari semenjak hendak mengatakan. Aku, aku pernah mengalami bahkan sering, hingga jelas aku lebih berpengalaman dari engkau untuk urusan ini.

?***

? ? ? ? Dalam dekap cahaya rembulan aku pernah ingin menyampaikan rangkaian kata-kata yang sudah aku rajut dengan penuh hati-hati. Tapi mendadak rajutan itu kembali seperti semula?menjadi benang dalam gulungan dan melucuti jarum yang tak pernah menajam. Entah karena apa? Bisa jadi kamu terlalu baik untuk disakiti. Selain itu, aku tak bisa menjamin setelah mengatakan itu aku akan makin dekat denganmu. Bisa jadi malah mencipta jarak. Padahal kan tiap malam kamis, aku selalu pinjam buku tugas mu?karena jujur fisika teramat sakti bagiku. Sementara kau juara olimpiade di sekolah kita. Aku jujur tak pernah mau kehilanganmu?tentu bukan sekedar pemberi contekan tugas fisika, lebih dari itu. Fiks, aku memilih mundur dan menekan opsi bungkam.

?? ? ? ?Aku memutuskan pulang lantas menyeduh segelas energen rasa vanila. Ingin segera melupakanmu. Di atas meja sana layar laptop masih on. Tadi sepertinya lupa dimatikan karena tergesa ingin bertemu kamu. Sejenak aku menyeimbangkan berat tubuh dan mencoba menata pikiran. Lantas layar laptop menggodaku untuk meliukan jemari menuliskan apa yang barusan terjadi. Lahirlah beberapa sajak dan tulisan pendek tentangmu. Apapun tentang kamu yang sekitar 2 tahun belakang menyita perhatianku?hal yang besar hingga urusan semacam sendal kamu. Itu berefek demikian kuat. Hingga jadilah kamu terkenang hingga kini. Sulit menghapusnya karena tulisan itu telah tersebar di toko-toko buku.

  • view 158