Menduplikasi Keteladanan Bung Hatta

Muhammad Irfan Ilmy
Karya Muhammad Irfan Ilmy Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 06 Februari 2016
Menduplikasi Keteladanan Bung Hatta

Tulisan ini dimuat di koran Minggu Pagi, Yogyakarta pada hari Jum?at ini. Saya dapat kabar dari salah satu anggota di grup FB sastra minggu. Tulisan ini adalah salah satu fragmen yang saya penggal dari esai untuk persyaratan Forum Indonesia Muda 17 tahun kemarin. Namun, karena saya tidak lolos program itu, dan saya menemukan adanya kemungkinan besar untuk dimuat di rubrik BISIK koran Minggu Pagi, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengirimkannya ke koran tersebut. Email berisi tulisannya dikirim pada tanggal 21 Desember 2016. Saya sudah lupa dengan tulisan ini. Saya sudah berlepas diri dari keputusan akan atau tidak akan dimuatnya tulisan saya. Tapi, ternyata tulisan ini berjodoh dengan rubrik tersebut, pada hari ini. Berikut tulisan yang saya kirimkan via email hampir sebulan yang lalu:

bung-hatta-130818b.jpg

Seorang calon pemimpin bangsa depan terlahir di bumi bagian barat Indonesia. Sebutlah dia Hatta. Bernama asli ?Mohammad? Athar?? yang? artinya? minyak? wangi. Do?a dari orang tuanya berupa sebuah nama itu telah mewujud menjadi sebuah nyata. Hatta memang tak ubahnya minyak wangi yang tertebar darinya keharuman melalui kepiawaiannya menuliskan pemikiran, kritik, hingga solusi nyata untuk estafet kelanggengan Indonesia.

Berbicara mengenai sosok founding father kita yang satu ini tidak pernah ada surutnya. Banyak yang bisa kita teladani dari sosoknya yang inspiratif. Bung Hatta merupakan salah satu negarawan yang ideal untuk kita ikuti jejak langkahnya dalam rangka berikhtiar menjadi pemimpin bangsa masa depan. Seorang pemimpin bangsa tentu harus berpikir visioner untuk kelanggengan sebuah organisasi yang dipimpinnya?dalam hal ini organisasi besar negara Indonesia. Hatta telah membuktikan itu dengan capaian pemikiran yang dia kontribusikan untuk kemajuan peradaban Indonesia dan eksistensinya di dunia.

Pikiran cemerlang dan hebat adalah buah dari keseriusan Hata dalam belajar. Bentuk ikhtiar belajar dilakukan dengan gemar membaca lantas berdiskusi. Buah pena-nya yang bernilai seni tinggi tersebut adalah representasi pergulatan pemikiran dan kritik kerasnya kepada kolonialisme. Tulisan Hatta begitu berpengaruh terhadap pembebasan Indonesia dari belenggu penjajahan. Senjata Hatta berupa rajutan kata-kata bahkan lebih mematikan dari senapan. Inilah sekelumit alasan betapa Hatta memang layak untuk dijadikan referensi negarawan sejati.

Hatta meskipun telah tiada namun tetap hadir dalam wujud pemikiran dan kontribusi nyatanya yang tetap berpengaruh hingga kini. Memang kecintaannya yang terkesan tanpa cela pada Indonesia memberikannya spirit untuk berjuang tanpa mengharap kompensasi. Beginilah jalan yang ditempuh seorang negarawan dalam bersikap dan bertindak. Tentu laik kita tiru.

?Keteladanan bung Hatta

Sikap sederhana, tidak neko-neko dan tendensi untuk menekan ego diri sendiri demi kemaslahatan orang mayoritas menjadi salah satu poin penting karakter keteladanan bung Hatta yang membumi. Beberapa kisah yang ditulis baik dalam buku-buku maupun artikel-artikel menunjukan aneka pelajaran hidup yang nampak pada dirinya. Kita?sebagai pemuda?hanya perlu peka dan membuka mata untuk belajar darinya.

Salah satu bagian menarik dari kesederhanaan bung Hatta adalah ketika keinginannya memiliki sepatu Bally?sepatu bermutu tinggi dan harganya mahal?tidak terealisasi. Betapa sebuah harapan besar untuk memiliki sesuatu harus dicapai dengan usaha yang besar pula. Hatta ketika itu tidak bertindak picik menggunakan jabatannya sebagai wakil presiden untuk memuluskan keinginannya. Namun sebaliknya, Hatta tak ubahnya anak kecil yang ketika ingin mobil-mobilan menabung tiap hari untuk mendapatkan barang yang diinginkannya.

Guntingan iklan gambar sepatu Bally yang ditempel di buku hariannya menjadi saksi keinginan seorang Wakil Presiden yang sampai akhir hayatnya nyatanya tidak bisa diwujudkan. Uang yang sudah terkumpul tak kunjung cukup untuk membeli sepatu idamannya. Kepentingan keluarga, kerabat dan saudara menjadi lebih prioritas dibanding keinginan pribadinya.

Tidak hanya itu, kisah mengenai sumpahnya tidak akan menikah sebelum Indonesia merdeka pun menunjukan komitmen yang besar terhadap kecintaannya pada Indonesia. Kepentingan bersama dijunjung di atas kepentingan pribadi dan golongan. Sikap yang tidak mudah ditemui pada pemimpin-pemimpin Indonesia di zaman sekarang. Alih-alih berkorban demi rakyat, malah justru tidak malu berpenampilan terkesan glamor, sementara rakyat tengah melarat. Bahkan yang lebih mirisnya lagi banyak pemimpin di negeri ini tidak malu menggondol hak rakyat demi kepuasan diri sendiri.

Itulah sekelumit kisah tentang kepribadian bung Hatta yang inspiratif. Barangkali dengan membaca catatan perjalanan hidup dan pemikiran bung Hatta, kita bisa mengikuti jejaknya. Menjadi bunga yang menebarkan harum kepada sekitar. Atau menjadi kunang-kunang yang meskipun dengan setitik cahaya berpendar namun mampu menjadi tanda bagi pekatnya malam. Mari kita berupaya menjadi sosok Hatta muda!

Tentang Penulis?

untuk puisiMuhammad Irfan Ilmy, lahir di Tasikmalaya, 23 November 1992. Pemuda asal Tasikmalaya ini memulai aktivitas menulis sejak duduk di Madrasah Tsanawiyah. Ketika itu, ia meraih peringkat 3 pada lomba menulis puisi perjuangan yang diadakan oleh sebuah radio di Ciamis sekaligus membacakannya secara on air di radio tersebut.

Tercatat sudah tiga kali tulisannya dmuat di koran Republika. Beberapa tulisannya diposting di blog pribadinya Ilmyirfan.wordpress.com dan irfanilmy.tumblr.com. Pada tahun 2015 ini ia memeroleh juara 3 lomba cerpen bertema keislaman, juara 3 lomba artikel tentang pemuda, juara harapan 3 kompetisi blog di UPI Bandung, juara 1 lomba esai dari HIMA Administrasi Publik UNPAD, Juara 1 esai dari JMPS UPI Bandung 2015, dan juara 3 lomba artikel bertema guru dari GEMAIL Al-Washliyah UMN.

Ia juga cukup aktif pada beberapa media sosial. Akun Twiter, Intagram dan ask.fm nya adalah @irfanilmyah.?Penulis dapat dihubungi via facebook dengan nama : Muhammad Irfan Imy.

sumber gambar: di sini?

tulisan ini juga dapat di baca di blog pribadi Irfan?

  • view 227