Resah

Muhammad Irfan Ilmy
Karya Muhammad Irfan Ilmy Kategori Motivasi
dipublikasikan 11 Maret 2017
Resah

 

Setelah membaca beberapa profil dari anak muda yang pikirannya tak semuda usianya, dan juga tindakannya tak semuda umurnya, saya jadi tersentak. Apa yang telah saya berikan kepada masyarakat secara mikro dan kepada negara secara makro? Betul apa yang dikatakan kang Dhiora, bahwa menulis hanyalah langkah awal. Langkah besar berikutnya menanti setelah gagasan itu dituliskan. Perjuangan yang dilakukan ini semacam pelaksanaan kata-kata kalau menurut W.S. Rendra dalam puisinya yang berjudul Paman Doblang.

Mba Alia Noor Anoviar sebagai founder Dreamdelion Community Empowerment menjadi awal inspirasi tulisan ini terpantik. Saya mulai tahu tentang mba Alia entah  sejak kapan. Tapi hari ini (ketika tulisan ini ditulis) tangan saya tergerak untuk mencari profilnya di google. Dan ini memang tak kebetulan. Semacam ada yang memandu tangan ini untuk mengetikkan namanya. Setelahnya bisa ditebak bagaimana yang kurasakan? Aku mendapatkan suntikan motivasi yang sungguh besar. Ini merupakan proses ta’lim saya kira. Saya sedang dibelajarkan oleh sang Maha Penggenggam ilmu.

Saya berkesimpulan bahwa ternyata mimpi yang dijaga dengan sebegitu telatennya, lalu dikonkretkan perlahan-lahan, maka ia akan bermetamorfosis menjadi tindakan yang sebelumnya bahkan tak terbayangkan. Faktor-faktor yang ada di kiri-kanan semacam akan bersekongkol menyukseskan rencana-rencana mulia kita.

Namun jangan harap orang lain akan tertarik memberikan uluran tangan mereka ketika mimpi kita bahkan oleh diri kita sendiri diragukan keajaibannya. Mereka akan tergerakkan manakala mimpi itu tak pernah goyah bahkan oleh terpaan badai sebesar apapun. Jadi, ya kita harus memupuk terus pohon mimpi itu sampai tumbuh akarnya kokoh menghujam, kuat batang dan dahannya tak mudah ranggas, hingga akhirnya buah dari mimpi itu berhasil dinikmati.

Teman-teman bisa membaca sendiri profil anak muda berprestasi satu ini di internet. Berbagai media online mengulasnya. Bukti bahwa memang kiprahnya di dunia sosial memang memberikan dampak luar biasa. Selain pula di sisi kehidupan lain (akademik dan karir) memiliki prestasi yang juga tak kalah hebat.

Rasakan energi yang terpancar akan memberikan paparan bertubi-tubi semangat menggelora untuk juga ikut serta membangun negeri kita tercinta, merawat pohon maha raksasa yang telah ditanam para pendiri bangsa. Semoga teman-teman merasakan sensasi yang saya alami setelah membaca-baca cerita perjuangan serta inspirasi mba Alia selama ini.

Dari dulu tema bacaan yang saya senangi selain sastra adalah biografi orang-orang yang telah berhasil menaklukan kepurukan dalam hidupnya. Buku biografi cukup tebal yang saya lahap sampai habis adalah buku Chairul Tanjung Si Anak Singkong. Itu juga karena terpengaruh iklan di TV tentang buku itu. Sampai sekarang belum ada lagi biografi utuh seperti itu yang saya baca walau bukunya sudah ada di kamar kosan: biografi pak Habibie dan Einstein.

Sementara untuk biografi atau lebih tepat disebut profil karena tulisannya pendek dan bisa habis dibaca dalam sekali duduk cukup banyak yang sudah dibaca. Bahkan saya sempat beli—dan Alhamdulillah sudah beres dibaca—buku 101 Young CEO karya mas Ilman Akbar. Buku yang berisi profil singkat anak-anak muda yang memiliki bisnis dan sukses di usia di bawah 30 tahun. Selanjutnya buku 101 Inspirasi Muda Indonesia karya Mappesangka Mustafa & Hendi Suaeb yang berisikan profil-profil anak muda Indonesia yang prestasinya menharumkan bangsa baik di kancah Nasional maupun Internasional. Buku ini belum beres saya baca, sedikit lagi nyaris rampung. Beberapa profil lain saya baca di setiap halaman terakhir buku. Dan ini sudah menjadi semacam kebiasaan.

Saya membaca profil penulisnya sebelum membaca daftar isi ataupun isi buku itu sendiri. Profil yang tersaji di koran-koran yang cukup rutin saya beli pun selalu menjadi santapan paling menggiurkan ketimbang baca-baca kabar nasional maupun internasional apalagi iklan-iklan produk teknologi dan lain-lain. Dan kalau dikalkulasikan, saya kira profil-profil orang-orang yang saya anggap keren paling banyak dibaca di internet.

Saya sengaja mengetikkan nama orang bersangkutan setelah saya mendengar terlebih dahulu namanya dari orang lain atau setelah menyimak ulasannya di program televisi. Ini bukti bahwa ketertarikan saya membaca profil-profil seseorang lebih dominan ketimbang tema-tema lainnya. Ada minat yang lebih terhadap tema-tema orang inspiratif.

Setelah membaca profil-profil seperti itu selalu sukses membuat saya merenung: sudah berbuat apa sejauh ini? Bukanlah nilai seorang manusia ditentukan oleh sebanyak apa manfaat yang ia berikan? Tanda tanya besar itu seperti otomatis turun dengan sendirinya dari singgasana pemikiran untuk membuat saya kemudian jadi gelisah, jadi resah.

Apakah resah saja cukup? Tidak. Harus ada aksi yang mengikutinya. Berupa apa? Bisa gagasan yang dituliskan atau tindakan yang nyata bisa terasa pengaruhnya atau bentuk lain asal tidak berhenti hanya pada resah semata.

Tulisan ini berisi curahan hati. Maaf kalau agak random dan gagasannya tidak fokus. Saya hanya ingin mengeluarkan apa-apa yang ada dalam pikiran. Semoga saja ada yang merasakan hal sama dengan saya dan memberikan tanggapannya sehingga kita bisa bersama-sama merumuskan jawaban terbaik atas keresahan-keresahan semacam ini.

Terimakasih sudah baca. Semoga tulisan ini mengandung hal-hal yang bisa jadi bahan permenungan juga bagi teman-teman. Sekian.

 

Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 10 Maret 2017

Sumber gambar: Ziliun.com & Youngster.id