Ajakan Untuk Mengabadikan Jejak

Muhammad Irfan Ilmy
Karya Muhammad Irfan Ilmy Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Maret 2017
Ajakan Untuk Mengabadikan Jejak

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapapun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.”

– Pramoedya Ananta Toer

 

Selamat pagi para pemuda inspiratif. Apa kabar? Semoga kabar baik senantiasa membersamai kita semua. Kalau tidak sedang baik, semoga secepatnya membaik. Semoga apa-apa yang menurut kita tidak baik adalah media pengingat untuk lebih baik lagi menjalani hidup, menjadikan lagi lebih tertata.

Ketika tulisan ini mulai dituliskan, televisi sedang menyala di chanel NET TV dan sedang berlangsung Indonesia Morning Show. Inspirator yang menjadi bintang tamu kali ini adalah bapak Purwa Hartono. Beliau adalah pendiri sekolah IT dan start up Purwadhika Computer Design School. Ini adalah sekolah pertama yang bergerak di bidang start up di Indonesia yang kata Shahnaz sedang “seksi-seksinya.”

Keren banget nih si bapak satu ini. Jauh-jauh belajar ke Amerika tidak lantas membuatnya lupa pada tempat lahir dan bertumbuhnya. Mimpinya untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan akhirnya terwujud dan sekarang menjadi pelopor bagi lahirnya pegiat startup di tanah air. Passion-nya di dunia pendidikan ini pun lahir karena orang tuanya adalah pendidik. Buah jatuh tak jatuh dari pohonnya benar-benar tak terbantahkan.

Poin dari inspirasi di pagi hari ini adalah bahwa passion yang kokoh akan memandu seseorang untuk mewujudkan cita-cita yang semula nampak mustahil, akhirnya bisa tercapai juga. Lalu, gairah untuk memberikan arti seluas-luasnya pada negeri ini memang bisa kita tiru selaku anak muda. Hebat sendiri memang keren. Tapi tak lupa menghebatkan orang banyak, kekerenannya jadi berganda, bertambah berkali lipat.

Tentang inspirasi mengenai pak Purwa bukan titik fokus tulisan ini. Itu hanya sebagai pengantar saja. Saya ingin membahas mengenai kebiasaan orang-orang keren. Tidak semuanya, karena ruang tulisan ini tak memungkinkan untuk mengulasnya lebih luas.

Dari sekian banyak kelaziman yang selalu dilakukan orang-orang keren yang saya temui adalah mereka bersetia merekam jejak perjalanannya meraih sukses. Medianya bermacam-macam. Ada yang melalui video, dokumentasi berupa foto, dan yang paling banyak adalah melalui tulisan di blog pribadinya. Nah saya ingin menekankan pada menulis berbagai cerita di blog yang orang-orang keren suka lakukan.

Oh iya, saya batasi juga orang-oran keren yang dimaksud ini pada kalangan pemuda saja supaya pembahasannya tak kemana-mana. Para pemuda dengan berbagai gejolak jiwa yang meronta-ronta, lalu mereka memilih jalan-jalan berkiprah dalam berbagai aktivitas yang positif dan mendatangkan manfaat merupakan sebuah gejala yang tak biasa kalau tak berlebihan kita sebut asing. Di tengah potensi anak-anak muda untuk berbuat semau mereka, termasuk melakukan hal-hal yang nampak mengasyikan padahal menjerumuskan dan merusak masa depan.

Saya tidak tahu statistik perbandingan generasi muda yang produktif berbuat kebaikan dengan yang terjebak dalam perangkap aktivitas penuh kesia-siaan. Namun melihat informasi di berbagai media seakan-akan generasi muda yang melakukan berbagai perubahan jumlahnya tak lebih banyak dibanding mereka yang perilakunya menyimpang.

Dalam keseharian pun saya sering menemukan anak-anak maupun pemuda yang sikap dan perbuatannya sebenarnya tak layak dilakukan. Entahlah, mana informasi yang sebenarnya. Yang jelas saya tidak menghakimi bahwa orang baik lebih sedikit ketimbang orang tidak baik. Hanya semoga saja kalaupun kenyataannya memang seperti yang tidak kita harapkan, itu bukan menjikan semangat kita menurun, justru harus menjadi cerminan supaya kita lebih aware lagi terhadap fenomena seperti ini.

 

Orang-orang Keren Itu Menulis

Orang keren merekam jejak-jejak mereka sesuai cara yang disuka. Melalui media blog ada banyak pemuda-pemuda inspiratif yang mengabadikan proses-proses meraih sesuatu, pengalaman mengikuti kegiatan tertentu, kesan terhadap berbagai kepahitan, hingga pemikiran-pemikiran autentik mengenai satu permasalahan.

Tersebar di dunia maya begitu banyaknya cerita-cerita menggugah yang begitu renyah karena dibumbui berbagai ketidakberhasilan juga perjuangan tidak mudah untuk mendapatkan sesuatu yang ditargetkan.

Cerita itu bisa dengan mudah dibaca siapa saja ditambah bantuan dari berbagai search engine yang merekomendasikan tulisan sesuai keyword yang kita ketikkan di kolom pencarian. Tinggal kita mau saja menyediakan waktu melahap berbagai tulisan yang seusainya biasa membuat kita tergerak melakukan hal serupa. Kalau tidak ada kehendak untuk mencarinya, juga membacanya, ya kita tidak bakal dapat apa-apa.

Saya termasuk yang banyak mendapat suntikan semangat dari para anak muda keren yang menulis di blog pribadi mereka. Terbayang bagaimana akan mengalir air-air ganjaran yang didapat bagi penulis postingan yang menggerakkan banyak orang itu.

Untuk menguatkan diri mengikuti sebuah kegiatan (berskala Nasional) biasanya saja mencari-cari tulisan di blog yang mengulasnya. Tulisan yang menarik cara bertuturnya juga menggambarkan hampir keseluruhan acaranya selalu membius saya untuk tak lagi ragu mengikutinya atau sekadar mencoba. Atau pengalaman mengikuti program beasiswa, seleksi Mahasiswa Berprestasi, seleksi program exchange (meskipun belum pernah lolos), dan berbagai macam pelatihan yang untuk bisa mengikutinya harus melalui tahapan penyaringan.

Salah satu kebiasan para pemuda keren dan inspiratif memang tak pelit berbagi formula-formula sukses berdasarkan pengalaman-pengalamnya. Selain melalui forum-forum diskusi dan talkshow, sarana paling efektif dan efisien untuk berbagi inspirasi adalah lewat tulisan. Jarak, waktu, dan materi menjadi bukan lagi hambatan. Sementara pencerahan tetap bisa didapatkan.

Lalu kenapa harus menjadi orang keren? Sekali-kali itu bukan tujuan akhirnya. Menjadi keren mau tidak mau akan membuat kita lebih mudah menransfer pemikiran-pemikiran kita. Membuat orang lain melakukan kebaikan yang kita yakini itu baik.

Dengan menunjukan kita memiliki kelebihan, yang dibuktikan dengan berbagai pencapaian, itu akan menjadi semacam lisensi yang membuat orang-orang sama sekali tak merasa terpaksa melakukan kebaikan. Canggih bukan? Kekerenan tak ubahnya kutub magnet yang menarik kutub lain untuk menciptakan energi besar yang bisa diarahkan semau kita.

Nah, tak perlu menunggu untuk menjadi keren lebih dulu untuk menulis di blog pribadi. Nulis, nulis saja dulu. Proses kita menjadi dewasa, mendapatkan apa-apa yang kita inginkan, perjuangan yang belum berhasil juga yang akhirnya mendatangkan hasil, gagasan cemerlang dan sudut pandang kita layak untuk dikekalkan.

Menulis memungkinkan itu. Kalau sudah kita tuliskan, kapanpun kita mau, kita bisa menengoknya kembali. Menjadi bahan perenungan, sudah sejauh mana langkah kita menggapai cita. Syukur-syukur kalau meskipun tulisan itu sebenarnya ditujukan untuk diri sendiri dan ternyata memberikan manfaat bagi orang lain. Itu jadi poin plus.

 

Ayo Buat Blog dan Isi Secara Berkala!

Buat dulu saja blognya! Tulis apa yang ingin ditulis. Tulis sejujurnya, karena yang jujur akan lebih bisa mengetuk hati, membuat pembaca tersentuh jiwanya. Khusus buat anak-anak IIF (IPAI Inspiring Forum), saya menganjurkan untuk ngeblog dari sekarang. Mencurahi blog itu dengan hal-hal yang saya sebutkan di beberapa paragraf sebelumnya atau dengan konten-konten positif lainnya.

Selain mengabadikan jejak sendiri, juga diniatkan untuk menyebarkan pesan-pesan kebaikan, ajakan-akan menuju perubahan. Percayalah, tak ada ruginya meluangkan waktu beberapa menit saja untuk menguraikan apa yang telah dilakukan atau hendak diperbuat dalam beberapa kalimat pengingat.

Ketika sudah menjadi kebiasaan, memposting sesuatu di blog pribadi menjadi keasyikan tersendiri. Apalagi ada pengunjung yang memberi apresiasi atau sekadar berterimakasih karena tulisan kita memberi efek penyadaran. Itu bisa jadi suntikan motivasi untuk tak sedikitpun terbersit keinginan untuk berhenti dari aktivitas menulis ini.

Tulisan ini semacam ikhtiar mengompori teman-teman agar memiliki blog—bagi yang belum punya—dan rutin mengisinya serta juga tentu menjadi alarm bagi diri saya sendiri yang menuliskannya.

Saya punya tanggung jawab untuk lebih punya semangat lebih ketimbang yang diajak. Tapi saya tidak memaksa yah. Wong ajakan beragama saja tidak memaksa, apalagi ini hanya sekadar ajakan menulis saja. Tidak sama sekali. Hanya mengimbau sifatnya. Diikuti syukur, tidak juga tidak apa-apa, tapi harus. Eh, kok maksa? Enggak-enggak, ini cuma bercanda.

Oh iya, beberapa pemuda keren yang saya maksud mereka juga menulis di blog pribadinya dan juga sering saya baca di antaranya: Mba Gita Savitri, mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah Jerman  (gitasavitri.blogspot.com), mas Ilman Akbar, founder anakUI.com (ilmanakbar.wordpress.com), mba Birrul Qodriyah, Mawapres UGM tahun 2013 (birulsholikhah.blogspot.com), mas Danang Ambar Prabowo, Mawapres IPB dan Nasional tahun 2007, (danangambarprabowo.wordpress.com), mas Assad, penulis buku Notes From Qatar (muhammadassad.wordpress.com), mas Iman Usman, Mawapres UI dan Nasional tahun 2012, CEO sekaligus Co-Founder RuangGuru.com (imanusman.com), mba Alanda Kariza, Ketua PPI UK saat ini (alandakariza.com), dan banyak lagi yang lainnya. Itu dulu saja silakan dikunjungi dan dibaca-baca. Nanti kalau sudah selesai baca, bisa kontak saya lagi aja untuk direkomendasikan blog yang lainnya.

Bagi saya pribadi, menulis di blog sesuatu yang saya anggap bermanfaat sekalinya dikomentari (meski masih jarang), juga di-share ke media media sosial lain adalah sebuah kebahagiaan sekaligus kebanggaan. Sulit dijelaskan. Harus dirasakan sendiri. So, tunggu apalagi, ayo segera buat blog kalau masih belum punya!

Tidak bisa? Gampang kok. Atau kalau benar-benar tidak tahu cara bikinnya, bisa minta minta tolong ke teman untuk membuatkannya. Bisa pake blogspot, wordpress, tumblr, atau penyedia blog gratis lainnya.

Bagi yang sudah punya, namun sangat jarang diisi dengan tulisan baru, segeralah kamu bertaubat! He, maksudnya segeralah menargetkan untuk memosting tulisan fresh yang baru. Memulai untuk menargetkan minimal menulis satu tulisan dalam sebulan. Lumayan, kalau konsisten dalam setahun ada 12 tulisan di blog kita.

Selamat mengabadikan jejak! Semoga jejak kita bermanfaat bagi orang banyak.

 

 Muhammad Irfan Ilmy | Bandung, 6 Maret 2017

 

sumber gambar: dokumentasi panitia Bincang Santai Inspiratid #2

  • view 60