OPINI KORAN LPM INKAFA GRESIK 18 APRIL 2016

Faiz Muhammad Thoreq
Karya Faiz Muhammad Thoreq Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 April 2016
OPINI KORAN LPM INKAFA GRESIK 18 APRIL 2016

INKAFA Menjerit


Dewasa ini, keadaan roda organisasi kampus dirasa semakin menurun. Padahal pergantian masa jabatan akan segera dimulai. Apa yang telah terjadi? Ironis. Tak ada yang mau memperhatikannya. Kampus seperti apa ini? Ada kehidupan tapi seakan tak bernafas.
INKAFA adalah kampus yang kita unggulkan dari yang lain. Yang selalu kita dengung-dengungkan dalam setiap acara civitas academika. tapi, kemana penghuninya? menengok sejarah bahwa INKAFA yang dulunya hidup dengan berbagai macam organisasi yang terselubung didalamnya. kini telah menghilang tak menyisakan fosil sebagai bahan acuan, penelitian dan rekomendasi INKAFA mendatang.
Meneliti latar belakang kenapa organisasi kampus kita seperti ini adalah buah dari ke-vakum-an organisasi 2 tahun lalu. Kita sebagai kader yang tak tahu apa-apa akhirnya menjadi sasaran empuk kekeliruan organisasi yang mati suri. Hingga semangat pengorbanan lenyap begitu saja. Lantas siapa yang akan memikirkan? Sedang kita hanya duduk manis melihatnya?.
Realitanya, bahwa tak banyak hati yang terketuk untuk berkiprah di ranah organisasi. Dengan berbagai alasan mereka menjawab : halah, ngunu ae!. Jawaban yang tidak memberikan solusi. Yang kami ketahui bahwa mahasiswa dibagi menjadi 3 tipikal :
1. Tipikal mahasiswa akademik yakni mahasiswa yang hanya berkutat pada bidang akademik ( mata kuliah kampus ) tanpa berkiprah di ranah organisasi.
2. Tipikal mahasiswa aktivis yakni kebalikan dari mahasiswa kategori yang pertama.
3. Tipikal mahasiswa yang mencakup dalam dua kategori diatas.
Dari kategori yang telah kami sebutkan diatas, maka anda termasuk dalam kategori tipikal mahasiswa yang mana?
Memang, untuk saat ini, kita belum bisa merasakan atsar dari pengalaman yang kita dapatkan dari organisasi itu sendiri. Namun suatu saat pasti itu dibutuhkan. Kami menyadari bahwa akademik memang sangatlah penting. Akan tetapi setelah kita fikir lebih mendalam lagi, bahwa ilmu tanpa realisasi itu bohong. Lantas aktualisasinya dimana? Jadi, kita bisa menerapkan apa yang telah kita peroleh dari bapak atau ibu dosen dalam ranah organisasi. Sehingga dengan begitu masa kedewasaan dari diri kita akan berproses melalui berbagai macam jalan baik dari jalan akademik maupun aktivis. Untuk selebihnya silakan berproses dengan diri anda masing-masing untuk menjadi generasi muda indonesia yang ditunggu-tunggu pengorbanan dan kemerdekaannya.// USWAH.

 

  • view 127