Cinta dan Cita-Cita Untuk Rinjani

Muhammad Getar
Karya Muhammad Getar Kategori Lainnya
dipublikasikan 25 Juni 2016
Cinta dan Cita-Cita Untuk Rinjani

 

Anak-anak sasak adalah anak-anak yang lahir dan dibesarkan di bumi Lombok. Beragam dialek dan logat bisa kita temukan di sini. Masjid-masjid yang tak terhingga bisa kita temukan hanya beberapa kilometer setelah melihat masjid sebelumnya. Sasak adalah suku di Lombok, Lombok berarti lurus. Lurus dalam menjaga adat, lurus dalam menjaga alam, lurus dalam beretika, setidaknya itu menurut pendapat saya.

Saya anak yang lahir di bumi Sasak, Lombok. Pulau kecil yang imut dan kaya akan alamnya. Melihat pemandangan gunung Rinjani setiap pagi adalah hal yang wajar. Namun, bagi saya, dan mungkin anak seusia saya waktu itu, menginjakkan kaki di atasnya adalah sebuah cita-cita. Mendaki Gunung Rinjani sudah menjadi cita-cita saya sejak kecil, walau sampai sekarang, kaki saya belum diberi kesempatan menaikinya. Gunung Rinjani adalah paseq, atau tiang, dalam arti ia adalah tiang penyangga bagi Pulau Lombok. Jika tiang sudah diganggu, maka pemilik tiang yakni masyarakat Sasak tentu akan terusik.

Rinjani, Ia adalah simbol bagi masyarakat, ia adalah kebanggan bagi masyarakat. Maka, ketika ada sekelompok orang yang ingin membangun kereta demi memudahkan transportasi ke sana, banyak pihak yang tak setuju. Pihak-pihak kapitalis memang memiliki banyak uang, tapi tidak jika menyangkut Rinjani dan anaknya.

Biarkan suatu hari nanti kami mendaki, dengan kaki yang tak henti-hentinya menapaki, keringat yang terus-menerus bercuran tak henti.

Saat ini, tersiar kabar di Danau Segara Anak, apa yang tak pantas kita lihat menjadi nyata. Sebuah kelatahan yang seenak dengkul diperbuat. Mereka, para pemilik wewenang dengan gagah memasang plang berbahan logam dengan tulisan besar “Danau Segara Anak Lake.” Yang bisa kita ambil dari hal ini ada dua : pertama, adalah sebuah kelatahan , memiripkan Segara Anak dengan objek wisata di tempat lain. Kedua, adalah kenorakan yang tak pantas kita ikuti jejaknya. Dan sebenarnya ada tiga : Apa motif dan tujuan memasangnya? Bukankah alam itu harus alami? Bedakan alami pada alam dan diri sendiri.  Branding norak!

Cita-cita kami untuk mendaki Rinjani belum sampai.  Namun, setidaknya, biarkan kami mencintainya dengan hati-hati, agar tak sampai melukai, atau bahkan mencederai Rinjani yang alami. Karena Rinjani sudah bagian dari hidup kami, menyatu, dan akan menjadi cerita untuk keturunan nanti.

 

#SaveRinjani

#SaveDanauSegaraAnak

#RinjaniMilikBersama

  • view 354