Hujan dan khayalan

muhammad irfan ilmy
Karya muhammad irfan ilmy Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 27 Januari 2016
Hujan dan khayalan

Pada hujan ada yang mesti kita sampaikan. Ucapan terimakasih. Tersebab kepatuhannya pada titah Tuhan kita jadi tidak pulang dengan segera. Padahal, jauh di dasar pikir kita masing-masing sebenarnya ada rasa janggal yang menyesaki dada. Kita ingin segera pergi sehingga tidak ada keintiman yang berlebih. Biarkan kita dekat hanya dalam aksara saja. Lebih tepatnya aku. Dirimu? Entahlah. Toh kamu tak pernah terlihat berbeda ketika ada atau tidak adanya diriku dalam satu ruangan tertentu. Aku lebih mendamba lebih dekat denganmu dalam sajak-sajak, prosa-prosa, khayalan-khayalan amatiran: barangkali untuk sekarang. Atau lebih sering menjadikanmu inspirasi bagi karakter tokoh di cerpen-cerpenku. Sesekali kukirimkan pada media cetak. Meskipun pada akhirnya tak pernah dimuat. Tak apa. Tak masalah sama sekali. Karena bagiku cerpen tentangmu terselesaikan lebih melegakan ketimbang mengemis pada media untuk diterbitkan: walau nyatanya tak ada kepuasan yang terbit di batinku. Pada saatnya nanti, cerpen itu mungkin akan terbit dengan gagahnya menghiasi salah satu rubrik koran nasional. Semua ada waktu tertepat. Seperti mungkin kebersatuan kita yang tak akan melenceng dari ketetapan. Pada hujan, sekali lagi aku ingin berbisik. ?Terimakasih atas konspirasinya.?
?Muhammad Irfan Ilmy

Bandung (Negla), 17 Desember 2015

?

*sumber gambar: di sini

  • view 157