MENGUNGKAP MAKNA JODOH

muhammad irfan ilmy
Karya muhammad irfan ilmy Kategori Buku
dipublikasikan 27 Januari 2016
MENGUNGKAP MAKNA JODOH

Penulis??????????? : Fahd Pahdepie

Penerbit????????? : Bentang Pustaka

Tebal??????????????? : 245 halaman

Cetakan?????????? : II, Desember 2015

ISBN??????????????? : 978-602-291-118-0

?

Fahd Pahdepie, penulis yang telah menelurkan banyak buku ini kembali mengeluarkan novel terbarunya berjudul ?Jodoh?. Siapa yang tidak tertarik dengan tema seksi seperti ini? Bahasan yang memang tidak bisa dibilang jarang ditulis ini tetap mendatangkan pesona tersendiri. Ditambah lagi buku ini ditulis oleh penulis lihai mengemas pesan dalam kalimat-kalimat yang menggugah perasaan. Hanya berselang kurang lebih satu bulan dari buku sebelumnya yang berjudul rumah tangga, novel jodoh kembali mengobati kerinduan hasrat membaca para penggemar karya lelaki tamatan Monash University ini.

Sena (tokoh utama di novel ini) memendam rasa cinta kepada Keara yang tak lain teman sekelasnya di SD. Pemahamannya tentang cinta jauh melesat dari kebanyakan anak-anak seusianya. Dia dewasa lebih awal dalam urusan ini. Seperti yang diungkapkan Fahd: ?Keara, aku mungkin bukan anak kecil biasa. Aku selalu merasa seperti itu. Sejak TK, aku selalu merasa lebih dewasa daripada usiaku yang sesungguhnya. Dan jika hari itu aku merasa bahwa aku tengah jatuh cinta kepadamu, pada pandangan pertama, di usiaku yang masih enam setengah atau tujuh tahun, mungkin aku memang bukan anak kecil biasa?.? (hal 13).

Setelahnya lulus dari SD ternyata nasib mempertemukan keduanya di lembaga pendidikan yang sama, Pesantren Darul Arqom Garut. Kisah percintaan keduanya berlanjut di pesantren tersebut. Melalui surat menyurat di antara keduanya, romansa cinta khas pesantren tersaji dengan rapi. Namun, pada akhirnya mereka harus menanggung konsekuensi perbuatannya yang tentu saja melanggar peraturan pesantren. ?Hukuman ala pesantren menguji cinta di antara keduanya.

Dan kamu mungkin menangis. Menundukkan wajahmu sedalam-dalamnya. Hingga sebuah kalimat benar-benar menghancurkan hatimu, kalimat yang menjadi bisik-bisik itu, ?kamu diskors satu minggu Keara! Kamu boleh pulang ke rumah orangtuamu. Semoga kamu punya cukup waktu untuk merenungkan kesalahan-kesalahanmu!? (hlm 90).

Kisah cinta Sena dan Keara berlanjut ketika mereka sudah lulus dari Pondok Darul Arqom?Keara hanya bertahan 4 tahun dari total masa belajar 6 tahun karena sakit yang dideritanya. Mereka berdua terpisah jarak karena tempat kuliah yang berbeda. Sena kuliah di Yogyakarta mengambil jurusan Kedokteran, sementara Keara melanjutkan kuliah di Bandung.

Di setiap judul, pembaca seolah-olah menyaksikan tiap adegan dalam bingkai film pendek yang terus berlanjut. Masing-masing pembaca akan memiliki gambaran tersendiri terkait hasil bacaannya dalam bentuk khayalan visual. Kepandaian penulis kelahiran Cianjur ini dalam merangkaikan kata sekaligus menjadikannya deskripsi yang kaya akan imajinasi tak diragukan lagi. Wajar saja jika pembaca terbuai dengan suguhan rajutan diksi yang membuat keseluruhan ceritanya utuh.

Apakah Sena dan Keara berjodoh? Temukan jawabannya di buku Jodoh ini. Sebuah novel yang layak untuk dipunya bukan hanya sekadar pinjam saja. Novel ini suatu saat nanti akan dirindukan untuk dibaca kembali. Selamat membaca dan menikmati sensasi romantis yang tersaji dari diksi-diksi yang puitis.

*Muhammad Irfan Ilmy, Anggota Forum Lingkar Pena Bandung, alumni Kampus Fiksi Non Fiksi angkatan 2

**Sumber gambar: dokumen pribadi

  • view 239