Tentang Pertemuan dan Surat Balasan

Muhammad Amin
Karya Muhammad Amin Kategori Renungan
dipublikasikan 06 April 2018
Tentang Pertemuan dan Surat Balasan

Sebagai hamba, saya berpikir tentang betapa kuasa Allah atas segalanya. Tangan-tangan takdirnya memang terlampau sempurna. Ini tidak berlebihan, sebab memang begitulah seharusnya. Karena ia adalah Sang Maha Segala-galanya. 
 
Dia telah mempertemukan dua manusia di kala pergantian masa. Aku kadang masih tidak percaya. Rasanya sudah begitu lama mengenalnya. Padahal baru beberapa hari saja. Cinta ternyata memang membuat yang lama menjadi sebentar saja. Pun yang hanya sebentar menjadi sangat lama. 
 
Di malam yang semakin larut, aku tak bisa tenang mengistirahatkan diri sebelum membalas tulisan-tulisanmu yang begitu syahdu dan menyentuh kalbu. Kuakui kelihaianmu dalam berpuisi membuat hati luluh. Diri ini akan terus belajar membariskan kata, memilih dan mengorganisirnya dengan baik dalam karya-karyaku. 
 
Sejak beberapa hari lalu, puisi menghiasi hari-hariku. Setiap diri membuka mata, kembali diri berkutat dengannya. Pun ketika akan memejamkan mata, rasanya kurang bila tak merangkai kata-kata indah itu. 
 
Kamu menjadi prioritas dalam daftar agenda harianku. Pikiranku tak tenang sebelum tahu bagaimana kabarmu. Harapku Ia akan selalu menjagamu di waktu terjaga dan tidurmu. Memberikanmu kesehatan prima supaya lancar dalam menyampaikan ilmu. Kutahu kau sedikit terusik dengan larik puisi yang kutulis. Tapi, apa daya diri yang terus saja mengetukkan jemari untuk membalas pesanmu satu per satu? Semoga kau tidak keberatan. 
 
Mengenalimu lebih lanjut memang sedang kulakukan. Menujumu pun sedang kuikhtiarkan. Kebaikan dirimu akan selalu aku semogakan. Aku titipkan dirimu pada-Nya. Bersama aksara yang terus menderu. Sebab penjagaan-Nya adalah sebaik-baik penjagaan di balik rindu yang terus menikam. 
 
Perihal bertamu ke rumahmu, aku akan melakukannya segera. Sabarlah menanti bersama waktu. Aku sedang mengusahakan segala yang aku mampu. Proses menujumu aku tak mau terburu-buru. Semoga kamu paham akan hal itu. Kuharap kau suguhkan keduanya ketika aku bertamu. Aku tak kuasa memilih di antara keduanya. Sebab memang keduanya adalah harap dan keinginanku.   
 
Dari Kota Sejuta Rindu 
Teriring baris kata bersama lantunan doa 
Semoga lelahmu diganjar pahala oleh-Nya 
Selamat beristirahat dirimu di seberang sana 
4 April 2018

  • view 15