Persaingan Bisnis

Muhammad Amin
Karya Muhammad Amin Kategori Ekonomi
dipublikasikan 25 Februari 2016
Persaingan Bisnis

Persaingan bisnis semakin ketat saja, beberapa bulan lalu waktu ketemu sama CFO Gojek saya bilang dia agar segera memperluas bisnis gojek ke negara Asia Tenggara lain sebelum didahului perusahaan Silicon Valley, sekarang tiba-tiba Uber sudah punya Uber Moto di Bangkok dan menyusul kota-kota lain di Asia Tenggara dan Asia Selatan. Uber ini tidak tanggung-tanggung, dana di belakangnya sangat besar, tidak kurang 5 milyar dollar sudah digelontorkan investor untuk menjadikannya perusahaan transportasi terbesar di dunia, market capnya juga sudah di atas 50 milyar dollar. Gojek dan Grab-Bike pastinya deg-degan kalau Uber sudah berani masuk ke medan perang mereka.

Itupun Uber belum tentu aman, dalam jangka menengah, Tesla juga akan masuk ke bisnis transportasi , belum termasuk Google yang bekerja sama dengan beberapa produsen mobil. Kalau boleh prediksi sedikit, dalam jangka panjang saya kira Tesla yang akan menang dalam perang Bharatayuda transportasi ini, Tesla tidak akan lagi menjadi produsen mobil tapi menjadi penyedia transportasi, anda tinggal bayar murah atau abonemen bulanan dan mobil driverless Tesla akan mendatangi anda dan mengantar kemanapun anda suka.

Nature bisnis di masa depan terutama yang internet based adalah cenderung monopoli seperti yang dibilang Peter Thiel, dan itu berarti ketika Tesla dan SolarCity sudah punya closed loop supply chain transportasi dan energi , maka pemain lain lambat laun akan kalah atau hanya cater niche market saja.

Capitalism is at it's best when the capitalist doesn't really care about money, and no better capitalist and visionary right now than Elon Musk

  • view 256