Elon Musk dan Strategi Pasangan

Muhammad Amin
Karya Muhammad Amin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Februari 2016
Elon Musk dan Strategi Pasangan

Para programmer dari Silicon Valley sampai Indonesia sepertinya perlu belajar dari Elon Musk bagaimana mendapatkan pasangan yang cantik jelita. Bukan dengan uang atau jabatan, tapi dengan strategi dan kharisma. Elon Musk tidak ganteng, nerd, sebelum transplantasi rambut malah botak di depannya tapi waktu kuliah bisa mendapatkan gadis bunga kampus. Sewaktu mendapatkannya pun ketika dia masih miskin , pasangan pertamanya seorang penulis sewaktu dia masih menjadi mahasiswa sedangkan yang kedua ketika dia sedang bangkrut-bangkrutnya, dan mendapatkan pasangan artis terkenal yang juga cukup pintar di kalangan sosialite.

Saya sempat bertanya ke Ashlee Vance yang menulis biografi Elon Musk, apa rahasia Elon Musk bisa mendapatkan gadis-gadis idamannya itu, jawabannya relentless alias tidak pernah menyerah. Dengan berbagai strategi didapatkannya gadis-gadis impian Musk walaupun awalnya ditolak.

Karena rata-rata pada umumnya para programmer dan technologist itu pintar, dan banyak juga yang ganteng tapi istrinya secara muka biasa-biasa saja, lihat saja di Silicon Valley rata-rata pasangan para programmer dan elitnya termasuk biasa-biasa saja. Yang mendapatkan pasangan cantik pun biasanya setelah mereka kaya seperti Bill Gates. Yang ada malah kalau sudah konglomerat lihat yang bening dikit langsung diembat kaya Sergey Brin.

Jadi inti dari tulisan ini, jangan cuma belajar teknologi dan kerja keras Elon Musk, tapi belajar juga bagaimana strategi mendapatkan pasangan idaman. Nerd itu tidak berarti awkward dan dijauhi gadis-gadis cantik, tapi justru menjadi magnet bagi gadis-gadis berkualitas.

  • view 188