Fisika dan Kosmologi

Muhammad Amin
Karya Muhammad Amin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Februari 2016
Fisika dan Kosmologi

Suatu saat saya ditanya Alexei Kitaev , sang pionir kuantum komputer topologi dan seorang fisikawan MIT yang saya lupa namanya, kenapa saya suka sekali fisika dan sering datang ke acara-acara fisika dan kosmologi.

Saya jawab, sebagai orang yang berkecimpung di dunia bisnis, seberapa hebatpun saya, bahkan sehebat Mark Zuckerberg, Jeff Bezos, ataupun Warren Buffett pun tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan para ilmuwan fisika yang berkecimpung dalam pertanyaan-pertanyaan maha penting semesta dan tempat manusia di dalamnya.

Tanpa orang-orang semacam Galileo, Newton, Einstein, Feynman, Susskind, Hawking, dsb bangsa manusia hanya sibuk dengan dirinya sendiri, tanpa tahu dunia yang amat sangat luas di luar sana yang tidak kita ketahui sama sekali. Apalah arti politik, bisnis, uang, dibandingkan dengan pertanyaan siapakah manusia itu sebenarnya dan dimana tempat kita di semesta. Seperti sebuah koloni semut yang ribut dengan politik suksesi kepemimpinan ratu lalu ribut pembagian ekonomi makanan di antara koloni, tapi mereka tidak tahu sama sekali bahwa ada dinamika bumi di luar koloni yang mereka tidak tahu sama sekali. Ada lautan luas, ada benua-benua, ada pohon dan binatang melata dari kutub selatan sampai kutub utara. Jadi saya bilang, saya berkecimpung dalam dunia bisnis dan menulis itu tujuan utamanya dalam jangka panjang adalah menunjang fisika dan kosmologi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan maha penting dalam semesta, karena saya sekali lagi menganggap bangsa manusia itu seperti koloni semut yang terlalu narsis dengan dirinya sendiri.

(sumber gambar :?plus.google.com)

  • view 152