Tentang Kriteria Pasangan

Muhammad Amin
Karya Muhammad Amin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Februari 2016
Tentang Kriteria Pasangan

Semua orang punya kriteria tersendiri tentang pasangan, proses dari internalisasi pengalaman hidup individu masing-masing. Setelah melalui pemikiran panjang dan liku-liku kehidupan, cailah....saya pun punya beberapa preferensi yang kira-kira menurut saya ideal sebagai pasangan.

Preferensi saya terhadap pasangan adalah yang pertama kalau bisa gadis Indonesia, meleset-melesetnya Asia. Walaupun bertahun-tahun tinggal di luar negeri, saya kurang tertarik kepada bule, banyak sekali alasannya dari yang menurut saya cepat tua, angka perceraian sangat tinggi bahkan di Eropa sampai 71%, dan juga kemungkinan saya sangat terbebas dari inferioritas yang diderita oleh banyak orang terhadap bule, bagi saya bule tidak ada bedanya dengan Afrika, Asia, Latino, dsb.

Kedua preferensi saya adalah pinter yang kalau dikultivasi bisa menjadi cerdas. Dasar pemikirannya harus kritis, gadis pujaan saya sebisa mungkin punya potensi kritis dan mempertanyakan banyak hal serta terbuka akan pembelajaran hal-hal baru yang progresif atau futuristik. Sekolah atau kuliah tidak menjamin kecerdasan juga, banyak sekali saya melihat anak kuliahan juga otaknya lebih tidak dipakai daripada lulusan SD, bahkan yang nyampe Harvard atau Berkeley pun ada banyak yang sebenarnya cuma masalah kesempatan dan kaya saja.

Preferensi ketiga adalah humanis, humanis disini berarti sudah tidak religius. Bisa agnostik, bisa atheis, atau sangat liberal. Ini terutama penting karena saya sering mengkritik agama, jadi humor satir agama adalah bagian dari hubungan saya dengan pasangan.

Preferensi ke empat adalah cantik, cantik itu katanya relatif jadi ini tentu cantik menurut sudut pandang saya. Dan semua orang punya sudut pandang berbeda tentang cantik, bahkan ada kawan saya yang spesialis sukanya sama tante-tante dan janda-janda yang tentunya membuat saya geleng-geleng kepala.

Sebenarnya ada beberapa preferensi tambahan lain yang terlalu panjang kalau disebutkan disini. Secara statistik, preferensi saya di atas sangat berbahaya, karena akan sangat sedikit yang memenuhi dan itu membuat saya kesulitan mencari pasangan. Walaupun ada untungnya juga, karena toh anda hanya butuh satu orang untuk hidup bersama, jadi tidak perlu terlalu banyak pilihan dan mengurangi drastis potensi perselingkuhan atau cinta yang diecer di setiap pojok jalan.

Jadi intinya kalau buat saya adalah menemukan gadis Indonesia yang cantik, ini secara statistik sekitar 5% dari populasi perempuan 130 juta yaitu sekitar 6,5 juta, lalu preferensi pinter , ini juga sekitar 5% dari yang cantik tadi, ketemu angka 325 ribu, dan lalu humanis di populasi Indonesia yang religius juga berkisar cuma 5% dan ketemu angka 16.250. Dari 16.250 ini hanya 20% yang berumur 17-28 tahun, jadi tinggal 3250. Jadi di seluruh Indonesia yang amat luas dengan penduduk ke 4 dunia itu hanya ada sangat sedikit yang sesuai preferensi saya, jadi butuh gabungan antara keberuntungan, usaha, dan dukun,?eh kharisma supaya mendapatkan yang sesuai keinginan. Di pusat-pusat kota yang penuh manusia saja sangat jarang apalagi di daerah-daerah semakin jarang lagi.

Itu kriteria preferensi saya, apa kriteria preferensi anda ?

(sumber gamabar :?aquariuslearning.co.id)

  • view 172