Berbeda

Nandang Muhammad
Karya Nandang Muhammad Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Februari 2016
Berbeda

Kekasihku,

Kau dan aku adalah berbeda. Kita dilahirkan dari masing-masing rahim suci Ibu yang tak sama. Lantas, kita tidak akan pernah bisa memaksakan agar apapun tentang kita harus selalu sama.

Kau Sunda, berkulit putih, berambut ikal. Sementara aku Jawa, berkulit sawo matang, dan berambut lurus. Lantas, kau tak akan pernah bisa memaksaku pergi ke salon untuk luluran atau sebagainya agar kulitku menyerupai warna kulitmu. Begitu pun sebaliknya, aku juga tak akan pernah bisa memaksamu untuk meluruskan rambutmu dengan rebonding atau cara lainnya agar rambutmu menyerupai rambutku.

Perbedaan adalah kunci dari seluruh keberagaman, kan?

Kekasihku,

Kita adalah dua pribadi yang berbeda. Memiliki kriteria watak dan rasa emosional yang tak akan pernah menjadi sama.

Aku pendiam, pemerhati yang baik, selalu memikirkan hal hal yang selalu mencuri perhatian. Sementara kau cerewet, cenderung acuh dan pelupa, dan tak pernah terlalu memikirkan banyak hal. Lantas, aku tidak akan pernah bisa menjadi cerewet sepertimu. Sampai kapanpun, kau juga tidak akan pernah bisa menjadi pendiam sepertiku.

Kekasihku,

Kita juga terberkati rasa untuk mencintai hal-hal yang berbeda.

Aku lebih suka berada di tempat yang tenang, jauh dari lalu lalang orang-orang. Sementara kau lebih suka jalan-jalan ke beberapa tempat yang menawarkan keramaian. Lantas, kau tidak bisa memaksaku untuk turut menyukai tempat yang ramai. Sebab, kita masih bisa pergi ke tempat kesukaanmu secara bersama-sama tanpa sedikitpun mengusik kesukaanku. Begitupun sebaliknya, kita masih bisa bersama untuk berada pada tempat dengan suasana tenang tanpa sedikitpun mengusik kesukaanmu.

Aku suka Mr. Bean, Toy Story, Coldplay, Dian Sastro, Sementara kau lebih suka Infotainment, Samy Simorangkir, Reza Rahardian. Aku lebih suka mendengarkan musik sembari baca buku. Sementara kau lebih suka nonton tv sambil bbm-an.
Aku suka minuman panas, sementara kau suka sekali es. Lantas, aku tidak mungkin berbicara padamu dengan bahasan tentang aksi-aksi Sheriff Woody. Kau juga tidak mungkin bertanya kepadaku tentang jumlah wanita yang pernah dinikahi Kiwil. Bukankah begitu?

Sudahlah, aku rasa kita sama-sama bisa mengerti tentang perbedaan. Kita bisa saling belajar tentang kesukaan antar satu sama lain, kan?

Perbedaan adalah hal yang menarik. Dan perdebatan adalah bagian dari unsur estetika sebuah perbedan. Dan entah kenapa, aku selalu suka ketika berdebat denganmu tentang suatu hal. Kita sering berdebat hanya karena pendapat kita yang tak seragam. Mempermasalahkan pendapat masing-masing yang tidak akan pernah menjadi sama. Tapi aku selalu suka ketika kita berdebat untuk memperebutkan siapa diantara kita berdua yang memiliki kadar sayang dan cintanya lebih banyak. Ketika aku mengatakan 'Aku sayang kamu' kepadamu, maka kau akan segera berkata 'Aku jauh lebih sayang kamu'. Aku tak pernah mau kalah darimu soal yang satu ini, begitupun sebaliknya. Aaah, kita memang sama-sama keras kepala. Namun pada akhirnya, aku memang selalu kalah ketika berdebat denganmu. Aku hanya bisa tersenyum melihatmu yang tertawa merayakan kemenanganmu.

'Aku cinta kamu.' Kataku-dalam hati.

Kekasihku,

Demikianlah. Aku mencintaimu bukan atas dasar kesamaan yang kita miliki. Tapi, aku mencintaimu atas dasar banyak perbedaan yang mampu untuk aku selaraskan menjadi keping demi keping ketulusan cinta. Aku bisa melihat seluruh kekuranganmu dengan sangat jelas dan tersadar. Tapi, aku mencintai segala bentuk kekuranganmu. Aku selalu melihat sisi keunikan dalam dirimu.

?

Foto by Google

  • view 164