Tulisan Pertama : Mari Berkawan dengan Saya (Mengapa Harus Menulis?)

Mugi Nurdini
Karya Mugi Nurdini Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 September 2017
Tulisan Pertama : Mari Berkawan dengan Saya (Mengapa Harus Menulis?)

Halo, Kawan!

Kalian cukup panggil aku Mugi. Oke, di sini aku nggak akan ngebahas lebih lanjut tentang siapa sih aku, apalagi nulis biodata atau daftar riwayat hidup segala, karena urusan yang satu itu lebih lengkapnya bisa dikepo-in di https://linkedin.com/in/muginurdini

Selain itu, kalian juga bisa temukan aku di media sosial lainnya yang aktif aku gunakan, yaitu https://facebook.com/muginurdini dan https://instagram.com/mugypink

Jadi, sebenarnya ini bukan kali pertama aku mencoba untuk blogging. Sebelumnya, saat zaman SMP/SMA sudah pernah coba eksis nge-blog tapi belum serius (dan… ya, bisa dibayangkan betapa pada masa-masa itu kualitas tulisan, cara menyampaikan, atau bahkan konten dari tulisannya sendiri masih jauh dari kata ‘layak baca’). Kini, lepas dari masa sekolah dan kuliah, menjalani real life yang penuh lika-liku, lalu di tengah-tengah penatnya rutinitas (atau lebih seringnya, merasa begitu stuck), kemudian terpikir untuk mulai serius menulis dan merintis portal pribadi.

Ada beberapa alasan yang mendasari dan mendorong aku untuk nge-blog:

  1. Personal page as a part of personal branding project! Di zaman media sosial seperti saat ini, semakin orang-orang mudah menemukan profil kita, maka semakin terbuka juga peluang-peluang positif untuk kita. Sama halnya seperti media online lainnya, di sinilah kita bisa menunjukkan bagaimana ‘harga’ dan ‘brand’ kita sebagai bagian dari masyarakat dunia. Perihal personal branding itu sendiri, juga memang sudah sejak lama ingin aku rintis. Aku ingin total dalam self-project tersebut, termasuk juga wacana untuk melakukan photoshoot berbagai tema professional maupun kasual, hingga bikin video profile untuk diupload ke channel YouTube. Tentang apakah nantinya akan memiliki website sendiri, aku belum tahu pasti. Yang jelas, ini adalah langkah awalku untuk memiliki laman pribadi secara gratis.
  2. Writing as passion, hobby, and (in return) learning process! Aku memang pada dasarnya punya minat dan potensi di dunia literasi. Benar yang dikatakan orang bahwa membaca dan menulis itu berkaitan erat. Semakin seseorang senang membaca, maka semakin kaya pula perbendaharaan kata, tata bahasa, kepekaan pada bahasa, struktur tulisan, hingga penggunaan Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) sekalipun. Jadi, ini juga pada akhirnya akan menjadi bagian dari proses belajar menulis dan mengembangkan hobi menulis itu sendiri.
  3. Writing as a part of self-healing process! Ya, menulis akan menjadi salah satu metode terapi terbaik untuk seseorang yang sedang penat atau dalam suasana hati yang bergejolak. Aku ingat betapa presiden ketiga kita, Pak Habibie, yang pada saat itu mengalami depresi akibat kehilangan Ibu Ainun, disarankan oleh dokter agar menuliskan kenangan hidup bersama mendiang sang isteri ke dalam tulisan sebagai bentuk terapi. Hal serupa juga sedikit-banyak sudah kurasakan sendiri manfaatnya. Dari mulai hal kecil seperti nge-tweet harian saat zaman Twitter dulu, atau membuat caption di postingan Instagram sesuai suasana hati yang sedang dirasakan, sampai juga pernah beberapa tahun yang lalu menulis buku karena patah hati dengan cinta pertama di masa itu (hehehe…), memang sangat ngefek dan membuat suasana hati lebih tenang.
  4. Being exist, sometimes, is a part of motivating and controlling ourselves! Menjadi eksis dalam sesuatu memang secara tidak langsung adalah salah satu bentuk pencitraan (personal branding itu sendiri). Namun, pencitraan positif adalah bagaimana kita berkomitmen dengan setiap apapun yang kita citrakan di dalamnya. Artinya, justru inilah salah satu metode yang akan bisa mendorongku untuk lebih konsisten dalam sesuatu. Gampangnya, di saat nantinya aku akan menulis pandanganku tentang sesuatu, lalu tulisan tersebut akan dibaca banyak orang, tentunya aku pun akan mengontrol diriku agar bertindak sesuai dengan apa yang aku tulis.
  5. Personal page as one of portfolio function! Tentu saja laman pribadi itu termasuk salah satu bentuk portofolio yang sangat bisa dipertimbangkan. Baik kolega maupun pihak professional tertentu bisa menilai skill menulis kita, copywriting, kreativitas, dan lain sebagainya.
  6. Personal page as the best idea of archiving my whole life stories! Sepertinya akan asyik memulai blogging dengan tulisan-tulisan seputar pengalaman dan pencapaian sewaktu kuliah dulu, success stories, tips dan trik, dan semua hal positif. Atau kadang, kegagalan-kegagalan juga menarik untuk diceritakan sebagai pembelajaran. Seringkali kolega, teman, atau adik kelas minta diceritakan tentang pengalamanku dalam suatu hal. Inilah yang menjadi fungsi archiving alias pengarsipan pada akhirnya: kalau ada yang minta ceritain sesuatu, tinggal kasih link-nya aja kan, hehe. Lebih lanjutnya, laman pribadi juga bukan hanya sebagai media untuk berbagi pengalaman empiris saja. Akan ada banyak buah-buah pemikiran dan opini pribadi yang dikemas dalam rangkaian paragraf padu, maupun karya-karya seperti puisi, foto, dan sebagainya yang nanti diunggah.
  7. Writing as a part of immortalizing myself! Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Manusia akan mati, tetapi bila aku menulis, setidaknya tulisan-tulisanku akan tetap hidup. Semua cerita menarik, inspirasi bermanfaat, buah-buah pemikiranku, maupun karya-karyaku, akan tetap abadi dan semoga menjadi salah satu jalan amal jariyah bagiku. Aamiiiin Yaa Rabbal Alamiin!

Lalu, mengapa sekarang aku memilih inspirasi(dot)co? Sederhananya, ini adalah portal rintisan anak bangsa dan aku mau berpartisipasi dengan menjadi bagian dari (sebutannya) inspirator di portal ini. Ketimbang aku memakai portal blogspot atau wordpress seperti yang sudah pernah kucoba, sepertinya hijrah ke inspirasi(dot)co akan terdengar berbeda, fresh, menarik, dan tentunya Indonesia banget!

Pada akhirnya, aku berharap semoga karya-karya yang aku unggah di sini dapat bermanfaat untuk banyak orang. Selamat membaca dan menikmati :)

  • view 91