Mata itu

muftiyah azizah
Karya muftiyah azizah Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 12 Februari 2016
Mata itu

??????????????? Hari ini adalah hari pertamaku memakai seragam putih abu-abu. Semua kenangan indah di masa SMP ku akan ku masukkan dalam peti dan ku gembok peti itu rapat-rapat untuk menjadi suatu kenangan yang tidak akan pernah terlupakan, yah sekarang aku akan memulai kehidupan baru di masa SMA dengan keadaan yang baru dan wajah-wajah yang baru pula, sembari sambil melihat gedung sekolah yang berdiri kokoh di depan ku, serta merasakan pijakan kaki yang berdiri dengan penuh keyakinanan, pikiranku melayang dan membayangkan bahwa ini adalah masa dimana aku akan mendapatkan jati diri ku yang sebenarnya dan bersama orang-orang baru yang pasti menyenangkan. ?Oi Yasminn...!! Hei Yas...!!? sentak suara-suara riang itu membuyarkan lamunanku, ku palingkan wajah dan ku lihat Cindy, Cerry, dan Nisa berlari menghampiriku dengan wajah yang sumeringah. Suara riang sahabat-sahabat ku sejak smp itu selalu ku kenali, kami adalah 6 sahabat, tetapi 2 diantara kami yaitu Elsa dan Ginda bersekolah di sekolah yang berbeda dengan kami. ?Hai kawaan..!!? teriakku dengan membalas ekspresi penuh dengan kehangatan kepada mereka. ?Kamu kemana aja sih kita daritadi keluyuran kesana kemari gak terlihat juga batang hidungmu..? kata Cindy, ?Yah gimana bisa kelihatan batang hidungnya orang hidungnya Yasmin ilang..haha? sahut Cerry, ?Ahaha gimana sih kalian itu jelas-jelas hidungku ini udah kayak pinokio jugaa? sahut ku bercanda, ?Alaah, kalian kayak gak tau si ratu telat aja? balas Nisa dengan nada ejekan yang mengarah kepadaku. Ya, aku memang terkenal dengan ratu telat, karena mungkin hanya satu atau dua hari saja dalam seminggu aku bisa tidak terlambat datang ke sekolah, sampai guru Bk SMP ku mungkin akan sangat sayang kepada ku karena aku hampir tidak pernah absen menemuinya dan selalu memburu tanda tangan nya seperti fans k-pop yang mengejar idolanya karena rasa kagum yang berlebih, hm bedanya dengan ku adalah tidak lain hanya satu, karena aku ingin segera masuk kelas, huuaaaa itu adalah kebiasaan buruk ku yang mengapa sulit sekali untuk dihilangkan. Sembari melangkahkan kaki, kami melewati satu persatu anak tangga yang menuju lantai dua dan tetap dengan melanjutkan obrolan kami yang mungkin tidak akan pernah ada putusnya seolah ada saja hal baru yang wajib diperbincangkan. Perbincangan pun terputus karena kami harus memasuki kelas masing-masing, tetapi sayangnya hanya aku saja yang terpisah dari mereka, Cindy, Cerry dan Nisa berada di kelas X5 dan aku berada di kelas X2. Sebenarnya jika ditanya maksud hati, tentu aku akan memilih satu kelas dengan mereka.

***

?????????? ?? Kulangkahkan kaki ku dan ku tengokkan pandanganku ke semua sudut kelas untuk memastikan bangku yang belum berpenghuni, aku pun menatap ke arah mata-mata itu, mata-mata yang belum pernah aku kenali sebelumnya dan akan segera ku kenali sejak saat itu. Aku mulai menikmati masa itu, dan lambat laun aku bisa menikmati semuanya, teman baru, guru baru, pelajaran baru, ya semuanya. Tetapi tetap saja masih terasa kurang karena otomatis waktu kebersamaan ku dengan Cindy, Cerry, dan Nisa akan berkurang, tidak seperti dulu dimana-mana selalu bersama, dan seiring berjalannya waktu aku semakin jarang berkumpul dengan mereka, mungkin karena masing-masing juga sudah mempunyai teman baru. Tetapi sesekali aku juga berkunjung ke kelas mereka sekedar untuk bercanda gurau ataupun melepas rasa rindu. Namun ketika aku berada di kelas teman ? teman ku itupun aku menemukan sesuatu, aku melihat mata itu, untuk pertama kalinya aku melihatnya dan aku merasakannya, dan setiap bertemu aku lagi-lagi merasakannya, entah rasa yang seperti apa, aku tidak begitu menyadarinya.Hari demi hari pun berlalu seperti biasa dan semakin lama aku semakin mengenal masa SMA ku ini dan seisinya.

***

????????????? Kutapakkan kaki dan berjalan menyusuri lorong sekolah, pagi itu terasa berbeda, entah apa yang membuat berbeda, hm mungkin karena untuk kali pertama aku tidak terlambat datang ke sekolah, atau mungkin memang kali ini mood ku berada dalam kondisi yang sangat baik ,yak sangat manis, manis sekali..seperti coklat krim dengan berjuta rasa kenikmatan yang ketika sampai di ujung lidah..bhaaaak, andaikan lidah bisa tersenyum maka ku yakin dia akan memberikan senyum termanisnya saat itu, yaya itu hanya sedikit khayalku yang tiba ? tiba meruak, tapi benar saat itu kurasakan udara pagi begitu menyejukkan, suasana nya pun sepertinya beratmosfer cerah dan entah mengapa aku yakin hari ini pasti akan begitu menyenangkan, haha keyakinan yang tidak beralasan.

?????????????? Tepat mungkin sudah puluhan langkah aku melewati gerbang sekolah dan melewati lorong menuju ke kelas, dan kurang lebih sekitar empat langkah lagi aku akan memasuki kelas, ya aku selalu terbiasa menghitung langkah kakiku sendiri, kebiasaanku itu adalah salah satu hal yang menarik menurutku, karena aku tak kan pernah tahu tepat langkah kaki yang ke berapa keajaiban dalam lamunan-lamunan ku akan datang nyata dihadapanku, imajinasi dan khayalan yang terbang bebas, seperti kebebasan yang selalu aku impikan.

?????????????? Tiba-tiba mata itu...lewat...dan sekilas menatapku, dengan tatapan yang tiada arti mungkin, tapi aku selalu merasakan hal yang berbeda ketika aku menatapnya. Sontak aku memalingkan pandanganku dan kupercepat langkah ku. Hm aku merasa tak karuan , jantungku berdebar begitu cepat dan semakin cepat , dan sejak saat itu aku sadar ada yang berbeda. ?Hei Yas kenapa nafasmu terengah-engah seperti itu? habis lari pagi kau?? sapa teman sebangku ku, Dewi. ?Hmmm dikejar bayangan sendiri mungkin Dew..? canda ku. Kring...kring....kring...(bel masuk pun berbunyi), dan seperti biasanya murid-murid segera bersiap untuk do?a pagi yang setiap hari rutin dilakukan di sekolah.

?????????????? Hari semakin gelap, matahari meredupkan sinarnya perlahan. Saat pulang sekolah pun tiba.., kutengok kan pandanganku ke sekitar untuk memastikan keberadaan Cindy, Cerry, dan Nisa, ternyata tak kutemukan salah satu pun dari mereka , ya mungkin sudah pulang duluan pikirku. Saat itu aku tak ingin bergegas untuk segera pulang, karena mood ku berkata tidak. Ya lagi ? lagi aku mengandalkan mood, suatu kebiasaan yang kurang baik tapi tetap saja kulakukan. Suasana semakin sepi hanya terdengar suara aliran air jatuh dari air mancur taman yang tepat berada di depanku serta suara angin dan burung ? burung yang seakan bersatu menyambut petang. ?Hai..? , suara itu sontak mengejutkanku, pemilik mata itu.. ya dia menyapaku dan duduk tepat disebelahku . Oh sejak kapan dia berada disampingku, mengapa aku tidak menyadarinya , pikirku. ?Hai, eh halo? sahutku gugup. ?Yas kan? mmm Yasmin??? suara nya begitu dingin dan aku benar ? benar terkejut darimana dia tahu namaku, ?iyaa..maaf kamu siapa? apa kita pernah kenal sebelumnya?? tanyaku. ?Aku Rei? jawabnya singkat, yaa..setelah itu apakah kalian tahu ? aku mulai mengenalnya dengan seiring berjalannya waktu. Dan...sejak saat itu aku semakin mengenalnya, hari demi hari berlalu, aku semakin akrab dengannya, aku tahu tentangnya, suaranya, tatapannya, caranya memanggil namaku, dan caranya tersenyum padaku, yaah aku merasa sangat mengenalnya, dan kita selalu lewati hari bersama ? sama, dia membuatku sangat bahagia, ya dulu mungkin aku tidak tahu ini rasa apa, tapi sekarang aku tahu, ini adalah rasa termanis yang pernah ada di dunia.

***

?????????????? Pagi itu tepat dihari ulang tahun Rei aku berencana untuk memberi kejutan kepadanya, aku meminta tolong Cindy, Cerry dan Nisa untuk menyiapkan semuanya. Semua persiapan pun telah selesai, aku dan teman ? temanku menunggu kedatangan Rei di teras rumahku yang sudah terhias cantik dengan segala pernak pernik yang disukainya, lilin merah, balon merah, yaa dia sangat suka sekali dengan warna merah. Dua jam, tiga jam telah berlalu dan Rei tak kunjung datang. ?Yas, kok Rei belum datang sih?? tanya Cerry, ?hm iyanih udah tiga jam an kita nunggu lo Yas, aku jadi semakin penasaran pangeranmu itu seperti apa, haha? kata Nisa. ?Yaah kalian ini kenapa pake penasaran segala, orang setiap hari juga ketemu di sekolah, hmm? jawabku. ?Loh disekolah? Rei itu anak sekolah kita? Tanya Cindy. ?Hmm sok gatau ah, dia temen sekelasmu itu yang...? suara ku terputus ketika aku melihat mata itu, yaa Rei datang..betapa senangnya aku dan coba kuarahkan pandangan teman-temanku seolah memberi isyarat bahwa Rei sudah datang, ?itu Rei datang teman-teman..coba lihat? suaraku penuh dengan nada kebahagiaan, ?Yas, siapa yang datang? ma..na?? tanya mereka heran dengan mimik khawatir dan seolah menganggap ada yang salah dariku.

?????????????? Pikiranku melayang dan segera kuyakinkan diriku sendiri bahwa tak ada yang salah dariku, lalu kucoba untuk meyakinkan mereka bahwa Rei benar ? benar ada disini, namun ternyata ini bukan kesalahan pikiran atau penglihatan mereka, iyaa Rei..nama itu hanya aku yang tahu..ternyata, hanya aku yang mengenalnya, dan hanya aku yang dapat melihatnya. Ada yang salah pada diriku, aku menyadarinya kini , ini salah..aku tak mengerti apa ini hanya sebagian dari imajinasi dan khayalanku yang tak berguna ? atau apakah aku hanya bermimpi ? siapa dirinya? mengapa ada kehadirannya? lantas, mengapa perasaan ini begitu indah?. Aku tak tahu, mungkin hanya ada sebagian kecil manusia di dunia ini yang sepertiku..hidup dengan dunia yang berbeda. Hanya ada aku dan dirinya serta perasaan salah ini yang kurasakan entah sampai kapan, hanya mata kita yang bertemu.

  • view 150

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Lain dunia ternyata, kisah yang menarik...^_

    • Lihat 2 Respon