Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Politik 26 Juni 2018   13:59 WIB
Tiga Faktor Kuat Publik Kaltim Menginginkan Kemenangan Isran-Hadi

Peluang Isran Noor dan Hadi Mulyadi begitu besar untuk dapat memenangi Pilkada Kalimantan Timur.

Pertama, pasangan ini dinilai oleh publik Kaltim sebagai sosok yang memiliki bukti kinerja nyata dan pengalaman. Menurut Rico Marbun, direktur eksekutif Media Survei Nasional (Median), pasangan ini mampu menggabungkan antara keunggulan kompetensi dan citra diri.

Secara keunggulan kompetensi, publik dapat melihat dari kinerja nyata sebagai Bupati Kutai Timur. Isran Noor dianggap sosok pemimpin yang memiliki kinerja yang baik dan benar-benar dirasakan oleh rakyat apa yang dia kerjakan. Dengan kata lain, tidak hanya janji-janji politik melainkan benar-benar diwujudkan dalam bentuk program nyata yang bermanfaat bagi rakyat.

Dalam temuan survei Median, Rico menyampaikan bahwa dari 100 persen orang yang memilih Isran-Hadi, ternyata sekitar 13,5% memilih karena menganggap adanya bukti kinerja dan pengalaman. Bukti kerja dan pengalaman ini sangat kuat dalam benak masyarakat Kaltim. Sehingga nama pasangan ini menjadi pilihan rakyat.

Selama memimpin Kutai Timur, Isran Noor cukup disukai oleh rakyat. Sedangkan wakilnya, Hadi Mulyadi merupakan anggota DPR yang sangat disukai juga oleh publik. Hadi adalah seorang anggota DPR yang rajin mengunjungi publik dan memang merakyat.

Dengan demikian temuan Median, kata Rico, ada sekitar 10,3 persen publik yang memilih mereka karena dianggap rajin mengunjungi dan merakyat.

Kedua, publik menilai bahwa pasangan Isran Noor dan Hadi Mulyadi relatif bersih dari kasus-kasus korupsi. Kita tahu selama ini banyak pemimpin atau pejabat publik yang terlibat kasus-kasus korupsi. Siapa pun dia, apabila terlibat kasus korupsi, bisa jatuh di mata publik. Sebab persoalan kesejahteraan yang belum juga benar-benar teratasi dengan baik dapat dengan mudah memicu kemarahan publik apabila mereka mendapati pemimpinnya korupsi.

Korupsi adalah kejahatan luar biasa yang sangat dibenci oleh rakyat. Dengan korupsi, rakyat tak dapat lagi memberikan kepercayaan kepada mereka. Korupsi adalah bentuk pengkhianatan atas komitmen untuk menjadi pemimpin dan pelayan bagi kepentingan rakayat.

Sementara itu, pasangan ini dinilai bersih dari korupsi. Ada sekitar 8,3 persen pemilih Isran-Hadi yang memilihnya disebabkan oleh alasan keduanya relative bersih dari korupsi. Kita berharap semoga citra positif perihal bersihnya pasangan Isran-Hadi dari kasus korupsi semakin banyak terdengar publik dan membuka mata kesadaran mereka tentang pemimpin yang layak dipilihnya. Dengan tidak terlibat kasus korupsi, pasangan ini dinilai sebagai pemimpin yang memiliki komitmen yang kuat pada korupsi.

Faktor-faktor di atas, terbukti kinerjanya, merakyat dan bersih dari kasus korupsi, akan menjadi penentua dan titik kuat bagi kemenangan pasangan Isran-Hadi untuk memimpin Kaltim. Semoga kemenangan ini diberkati oleh Allah SWT.

Karya : Muda Kaltim