Beberapa Sarang Jin yang Dijelaskan Nabi shollallohu 'alaihi wasallam

muchlisin ibn zaenuri
Karya muchlisin ibn zaenuri Kategori Agama
dipublikasikan 13 Januari 2018
Beberapa Sarang Jin yang Dijelaskan Nabi shollallohu 'alaihi wasallam

Bismillah, segala puji hanya bagi Alloh, Rabb semesta Alam. Sholawat serta salam yang semoga dilimpahkan kepada Nabi dan Rosul-Nya, Nabi kita Rosululloh shollallahu ‘alaihi wasallam dan kepada keluarga Beliau, para Sahabatnya dan juga para Pengikutnya. Ammaa ba’du.

Sungguh Alloh ta’ala menciptakan bumi dan langit tidaklah sia-sia, begitu juga manusia dan jin tidak diciptakan melainkan hanya beribadah kepada-Nya, sebagaimana firman-Nya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإنْسَ إِلا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”. (QS. Adz-dzariyat: 56)

Namun, alam jin dan manusia sangatlah beda yang mana manusia tidaklah bisa melihat alam jin, akan tetapi jin mengetahui keberadaan manusia. Jin adalah makhluk sama halnya dengan manusia, ada yang mukmin, kafir, munafik, dholim dan ada juga yang fasik. Jin juga bisa masuk ke tubuh manusia untuk mengganggunya dan menjauhkannya dari Alloh ta’ala ialah jin kafir. Salah satu sebab masuknya jin ke tubuh kita adalah memanggilnya dengan lafadz-lafadz tertentu yang tidak tahu maknanya namun itu sebenarnya nama jin. Atau sengaja memasukkan jin ke dalam tubuh untuk kekebalan tubuh wal ‘iyyadzu billah. Atau juga membuang hajat sembarangan. Setiap kita mempunyai pertahanan tubuh dan akan terbuka dengan kemaksiatan sehingga dapat mempermudah jin masuk.

Setan yang selalu mengganggu dan menyesatkan manusia adalah setan dari golongan manusia itu sendiri dan golongan jin kafir pada umumnya. Perlu kita ketahui bahwa jin mempunyai markas atau sarang tersendiri yang sebaiknya kita berhati-hati dan tidak mengganggunya.

Berikut 6 sarang  jin yang dijelaskan oleh Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam:[1]

  1. Pasar

Di dalam pasar terdapat berbagai kemaksiatan dan kebathilan yang dilakukan oleh manusia seperti penipuan, pencurian, mengumbar aurat, dan sebagainya. Dan begitu juga mereka lalai akan mengingat Alloh. Maka dari itu wajar jika di dalamnya banyak jin, bahkan pasar adalah tempat peperangan para jin.

عَنْ سَلْمَانَ قَالَ: لَا تَكُوْنَنَّ إِنِ اسْتَطَعْتَ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْسُوْقَ وَلَا آَخِرُ مَنْ يَخْرُجُ مِنْهَا، فَإِنَّهَا مَعْرَكَةُ الشَّيْطَانِ، وَبِهَا يَنْصِبُ رَايَتَهُ

Artinya: Dari Salman berkata: “Janganlah kamu menjadi orang pertama kali masuk pasar jika kamu mampu dan juga paling terakhir keluar darinya karena sesungguhnya di dalamnya terdapat peperangan para setan dan di sanalah ditancapkan benderanya”. (HR. Muslim 2451)

Dengan berbagai kemaksiatan, pasar adalah tempat yang paling dibenci oleh Alloh ta’ala.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم، قال : أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ البِلَادِ إِلَى الله أَسْوَاقُهَا

Artinya: Dari Abu Hurairah bahwa Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tempat yang paling disukai oleh Alloh adalah masjid dan tempat yang paling dibenci adalah pasar”. (HR. Muslim 671)

  1. Dalam Lubang

Terkadang di dalam lubang tanah, bebatuan atau pepohonan terdapat sarang jin, maka dari itu, Rosululloh shollallohu ‘alahi wasallam melarang kita untuk kencing di lubang-lubang. Dari Abdulloh bin Sarjis bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي جُحْرٍ قَالُوا لِقَتَادَةَ: وَمَا يُكْرَهُ مِنَ الْبَوْلِ فِي الْجُحْرِ؟ قَالَ: يُقَالَ إِنَّهَا مَسَاكِنُ الْجِنِّ

Artinya : “Janganlah salah seorang dari kalian kencing di lubang.”  Mereka berkata kepada Qotadah: “Apa yang memyebabkan kencing di lubang dibenci?” Dia menjawab: “Dikatakan bahwa sesungguhnya itu adalah tempat tinggal jin.”  (HR. An-Nasai 34)

Hadits ini dilemahkan oleh Syekh Al Bani rahimahulloh[2], namun hadits larangan tersebut dishohihkan oleh Al ‘allamah Al waadi’i dalam kitabnya As-shohih Al-musnad mimma laisa fii shohihain.

  1. Kuburan

Sudah dijelaskan bahwa permukaan bumi atau tanah itu suci  dan boleh didirikan sholat di atasnya. Namun Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam membuat pengecualian bahwa kuburan dan kamar mandi tidak boleh didirikan sholat di dalamnya.  Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

جُعِلَتْ لِيَ الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدًا وَطَهُورًا

Artinya: “Telah dijadikannya untukku bahwa semua permukaan bumi atau tanah tempat sujud dan mensucikan.” (HR.  At tirmidzi)

الأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا المَقْبَرَةَ وَالحَمَّامَ

Artinya: “Permukaan bumi semuanya masjid (yang bisa dijadikan tempat sujud), kecuali kuburan dan kamar mandi.”  (HR. At tirmidzi)

Terkadang kuburan adalah tempat yang dijadikan untuk sesembahan para kaum musyrik seperti dukun dan sebagainya. Mereka meminta bantuan kepada jin untuk memenuhi kebutuhannya, namun itu tidaklah gratis dan cuma-cuma, jin khususnya yang kafir akan meminta imbalannya berupa tumbal atau lainnya dan tujuannya adalah menyesatkan manusia dan menjauhkan dari Rabbnya.

  1. Masjid

Wajar jika di dalam masjid terkadang melihat hal-hal aneh atau semacamnya karena di dalamnya terdapat jin muslim. Jin muslim seperti halnya manusia muslim yang ingin melaksanakan sholat berjamaah.

Dari Ibnu Abbas radhiyallohu ‘anhu berkata bahwa jin telah berkata kepada Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rosulalloh ijinkanlah kami (kaum jin) untuk ikut menunaikan sholat berjamaah bersamamu di masjidmu.” Maka Alloh ta’ala menurunkan surat jin ayat 18 yang berbunyi,

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

Artinya: “Dan Sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah.” (HR. Abu Hatim)

  1. Rumah

Rumah kita akan menjadi sarang jin jika tidak digunakan di dalamnya berdzikir kepada Alloh ta’ala, membaca Al qur’an ataupun sholat, untuk itu rumah yang tidak pernah digunakan untuk sholat dan membaca Al qur’an seperti kuburan. Dan jika seseorang hendak masuk rumah tidak berdzikir, mengucapkan salam atau membaca bismillah maka kemungkinan jin akan mengikutinya.

Dari Jabir radhiyallohu ‘anhu berkata bahwa sesungguhnya Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika salah seorang dari kalian masuk rumah maka ia berdzikir (membaca bismillah) kepada Alloh ketika memasukinya dan hendak ia makan, berkatalah setan: “Tidaklah ada tempat dan makanan untuk kalian (golongan jin kafir dan setan).” Dan jika memasukinya tidak mengingat Alloh, berkatalah setan: “Kalian boleh menempatinya.” Dan jika tidak membaca bismillah ketika hendak makan, maka berkatalah setan: “Kalian boleh tinggal dan makan makananya.” (HR. Muslim)

Apabila seseorang lupa membaca bismillah ketika hendak makan maka dianjurkan membaca Bismillahi awwaluhu wa aakhiruhu. Dari Aisyah radhiyallohu ‘anha bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika diantara kalian makan, maka hendaklah mengingat Alloh ta’ala dan jika lupa mengingat-Nya di awalnya maka ucapkanlah:

بِسْمِ الله أَوَلُهُ وآخِرُهُ

Artinya: “Dengan menyebut nama Alloh di awal dan di akhir.” (HR. Abu Daud shohih menurut Syekh Al bani)

Oleh karena itu, sudah jelas bahwa di setiap rumah kita ada jinnya, hadits dari Abu Sa’id Al khudri berkata bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Di dalam rumah terdapat penghuni-penghuni (jin) maka jika kamu melihat sesuatu yang aneh, usirlah ia tiga kali, kalau pergi maka biarkanlah, tapi jika ia membandel (tidak mau pergi) maka bunuhlah sebab ia pasti jin kafir.” (HR. Muslim)

Dan Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada satu rumah orang muslim pun kecuali di atap rumahnya terdapat jin muslim. Apabila ia menghidangkan makanan pagi, maka merekapun (jin) ikut makan pagi bersama mereka. Apabila makan sore dihidangkan, maka mereka juga ikut makan sore bersama orang-orang muslim. Hanya saja, Alloh menjaga dan menghalangi orang-orang muslim itu dari gangguan jin-jin tersebut.”

  1. Toilet atau kamar mandi

Hikmah disyariatkan membaca doa sebelum masuk WC atau kamar mandi adalah agar terhindar dari gangguan setan yang tinggal di dalamnya. Maka Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda yang diriwayatkan dari Zaid bin Arqam,

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ، فَإِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمْ، فَلْيَقُلْ: اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ

Artinya: “Sesungguhnya tempat-tempat buang hajat dihadiri oleh para setan, maka jika salah seorang dari kalian hendak masuk kamar mandi, ucapkanlah: Ya Alloh, sesungguhnya aku berlindung dari setan laki-laki dan setan perempuan.” (HR. Ahmad 4/373 dan Ibnu Majah 296)

Kesimpulan

Sungguh yakin bahwa Alloh ta’ala menciptakan jin dan keberadaan mereka di sekeliling kita. Hanya saja, Alloh telah membatasi penglihatan kita, sehingga kita tidak bisa melihat alam jin dan hal-hal yang ghaib. Selain tempat tinggal jin yang telah disebutkan ada tempat-tempat lain yang disukai kaum jin diantaranya lembah-lembah, dalam air, dan kadang unta.

Jin kafir paling suka tinggal di daerah yang kotor dan najis seperti tempat pembuangan hajat dan mereka juga suka tinggal di kuburan. Sedangkan jin muslim menyukai tempat yang harum dan baik sebagaimana orang muslim, mereka menyukai tempat-tempat yang bersih dan tidak najis seperti masjid.[3]

Maka dari itu, kita harus berhati-hati dan tidak sembrono melakukan sesuatu, dan alangkah baiknya kita awali segala perbuatan baik kita dengan bacaan bismillah, dengan begitu Alloh ta’ala akan melindungi hamba-Nya dan memberkatinya. Dan jika sesuatu amal tidak diawali dengan bacaan bismillah maka amal tersebut tidaklah berkah. Sebagaimana dalam hadits Abi Hurairah radhiyallohu ‘anhu bahwa Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam bersabda:

كُلُّ كَلَامٍ أَوْ أَمْرٍ ذِي بَالٍ لَا يُفْتَحُ بِذِكْرِ اللهِ، فَهُوَ أَبْتَرُ  أَوْ قَالَ: أَقْطَعُ 

Artinya: “Setiap perkataan atau perkara penting yang tidak dibuka dengan dzikir kepada Alloh, maka terputus berkahnya.” (HR. Ahmad 8712)

Syeikh Syua’ib Al Arnauth mengatakan hadits ini dho’if dengan sebab lemahnya salah satu perawi yaitu Qurrah bin Abdurrahman, dan juga dalam sanad dan nashnya terdapat idhthirab (keraguan). Hadits ini juga dikeluarkan oleh As Subki dalam kitabnya At-tabaqat As-syafi’iyah.[4]

Dalam Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyah (8/92) dinyakatan, para fuqaha sepakat bahwa membaca bismillah disyari’atkan untuk memulai perkara penting dan untuk hal ibadah atau lainnya.[5]

Wa Allohu a’lam bisshowab

 

[1] https://youtu.be/4gsdL6oVmJ8

[2] Sunan an Nasai karya Abu Abdurrahman An nasai, al Muhaqiq Abdul fattah, 1/33

[3] http://ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=336105

[4] Musnad Al Imam Ahmad bin Hanbal, ditahqiq oleh Syua’ib Al Arnauth, 14/329. Cet. Muassasah Ar Risalah.

[5] http://rumaysho.com/14810-mulailah-dengan-bismillah.html

  • view 78