Indonesia Harus Melupakan Ahok

Mohammad Aliman Syahmi
Karya Mohammad Aliman Syahmi Kategori Politik
dipublikasikan 12 Mei 2017
Indonesia Harus Melupakan Ahok

Drama panjang keadilan untuk Ahok telah usai. Ia sudah divonis 2 tahun penjara dan selamat! Ahok telah diselamatkan dari sebuah amanah besar serta Negeri ini sudah diselamatkan dari bencana besar. Saya sebutkan demikian, karena dengan dipenjaranya Ahok, maka itu adalah bentuk pembebasan dirinya dari segala macam bentuk tanggung jawab yang ia emban selama ini. Jika ia benar-benar orang baik, maka penjara baginya adalah masa untuk mencapai sebuah kebebasan yang hakiki. Begitu juga dengan selamatnya kita dari musibah dan fitnah yang lebih besar. Melihat gelombang aksi massa selama ini, dapat dibayangkan bagaimana situasinya jika saja Ahok divonis bebas. Meskipun, sebelum vonis dijatuhkan, mereka telah menyatakan akan menerima apapun dengan lapang dada.  Meskipun cara fikir ini sedikit aneh, namun saya hanya berusaha untuk normatif dan hendaknya semua pihak menerima semua keputusan ini dengan cara fikir yang sama. Semua ini demi kebaikan Indonesia. 

Persoalan Ahok sudah selesai. Ia sudah menerima ganjaran dari apa yang kita lakukan dan sekarang lah saatnya bagi kita untuk melupakan segala tentangnya. Tidak peduli apakah selama ini ia begitu baik dan dinilai mampu memuaskan masyarakat Jakarta dengan kinerjanya. Atau tentang dia yang selama ini dinilai sebagai pejabat yang "low attitude", bermulut kotor, tidak santun, dan arogan. Kita harus melupakannya, karena dengan terus mengingatnya, kita hanya akan menjadi masyarakat yang galau dan akan terus-menerus menjadi masyarakat yang hidupnya dipenuhi dengan konflik. 

Lantas, bagaimana mungkin kita akan melupakan segala jasa yang dilakukan oleh Ahok? bukankah itu adalah sebuah perbuatan yang tida baik?

Benar! melupakan jasa orang lain memang sesuatu yang tidak baik. Namun, jika kebaikan orang lain di masa lalu hanya akan membuatmu mengikis kepercayaan kepada orang lain yang akan menempati posisinya di masa sekarang. Maka,  ingatan akan kebaikannya bukanlah hal yang baik untuk dijaga. Kita tidak akan bisa berfikir lebih maju dan akan selamanya menjadi orang yang larut dalam kenangan di masa lampau. Jika diibaratkan dengan hubungan percintaan, selama masih ada ingatan tentang masa lalu, maka akan selamanya kita sulit untuk hidup dengan benar.  

Begitu juga dengan ingatan tentang keburukannya yang seorang Ahok dibenci oleh orang-orang. Sudah sepatutnya semua hal tentang ini untuk benar-benar dilupakan. Karena, ketika kita terus mengingat keburukannya, kita akan terus menghujatnya, mengolok-olok, dan bahkan lebih dari itu. Mungkin saja, ia menyadari keburukan tersebut dan telah berkomitmen untuk memperbaiki semuanya. Melupakannya dan memaafkannya adalah hal yang harus kita lakukan. 

Mungkin masih banyak yang protes karena semua yang menimpa Ahok dinilai sebagai sebuah ketidak-adilan. Sudahlah! kita tidak memiliki kapasitas untuk itu. Jika anggapan tersebut hanya berangkat dari rasa cinta kepadanya dan karena kebaikannya di Jakarta selama ini, sungguh itu tidak akan membuatnya terlihat tidak adil. Karena Ahok dihukum bukan karena kinerjanya, tetapi ia dihukum karena telah melanggar sesuatu yang sebenarnya bukan ranahnya dalam berbicara. Kita harus menerima, kesalahan Ahok yang membuat umat beragama terusik dan kesalahan tersebut ada konsekuensinya. 

Sekarang, sudah saatnya bagi kita untuk melupakan semua tentang Ahok. Kita perlu berlepas diri dari konflik yang akan terus bermunculan jika kita tidak berhenti untuk terus mengingatnya.  Kita harus bersatu dan mulai menaruh kepercayaan kepada orang yang akan melanjutkan "cinta"nya kepada masyarakat Jakarta dan Indonesia. Usahlah kita berpendapat terlalu jauh, seperti mengatakan bahwa tidak ada tempat bagi orang baik di Pemerintahan. Karena, orang baik itu bukan Ahok saja. Bisa jadi, orang yang kita nilai selama ini tidak baik, ternyata ia bisa lebih baik dari Ahok. 

Mari lupakan Ahok. Ya! Ahok di masa lalu ,demi Indonesia yang lebih aman dan damai.  Percayalah, Jika Ahok benar-benar baik, 2 tahun lagi ia akan datang sebagai tokoh pembaharu yang lebih matang dan tentunya akan memenuhi semua harapan. 

 

  • view 401