Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 23 Maret 2018   22:16 WIB
Mencari Jati Diri di Ibukota

Mencari Jati Diri di Ibukota

Mei 2016, sebuah panggilan masuk di handphone ku pada waktu sore, memang saat ini aku tengah berada jauh dari kota padang dan sedang berada dipedalaman kebun sawit yang sangat luas, dan seperti kebun sawit pada umumnya ditengahnya terdapat perumahan dan perkantoran bagi karyawan yang bekerja disini perusahan sawit Tidar Kerinci Agung di nagari sei tangah kecamatan sangir kabupaten Solok Selatan.

Ternyata panggilan masuk dari abang yang berada dijakarta, memang awalnya beliau sedikit kesal karena tidak bisa menghubungi nomorku selama seminggu terakhir, wajar kartu seluler yang aku pakai tidak sampai untuk akses jaringan ke tempat terpencil seperti disini, jadi panggilan masuk berasal dari aplikasi bbm yang berada di handphone ku.

Satu minggu terakhir aku sedang membantu seorang dosen dalam sebuah project penelitian tentang camera trap, sekaligus mengaplikasikan tentang penelitian yang kemarin juga sudah selesai dilakukan, oh iya lupa sekarang aku bukan mahasiswa lagi, gelar sarjana sudah resmi melekat dinamaku, sarjana sains lebih tepatnya atau S.Si.

Satu pesan yang terngiang sampai sekarang adalah pesan, dari saudara yang ada dikampung gelar sarjana bukan puncak untuk pencapaian tapi adalah awal dari perjalanan hidup kita didunia ini, nah sekarang permasalahannya setelah menamatkan kuliah yang harus aku lakukan adalah bekerja, aku juga ga tau kenapa harus bekerja, belum pernah terfikirkan sama sekali bagiku untuk bekerja, karena semenjak aku sekolah sampai sekarang belum pernah merasakan yang namanya bekerja, tapi kalau membatu project dosen dan setelah itu dapat sedikit komisi sering, atau jadi asisten praktikum di kampus dan digaji juga sudah pernah.

Nah disinilah awal dari fikiran itu muncul, terakhir ketika saya berada disini sempat ditanyakan oleh senior yang menjadi pimpinan project kali ini atau kami menyebutnya pimpro, “gimana sob, bulan depan masih mau lanjutkan buat ngerjain project ini’, dan jawabanku ga pasti karena terlanjur sudah mendaftar di BPJS ketenagakerjaan buat jadi karyawannya, “belum tau bang, saya senin mau ke jakarta mau tes kerja” jawabku, “oh ya, terus balik kesini lagi kapan tukasnya”, “ah ga tau bang, palingan ga balek2 sampai dapat kerja sambungku lagi”.

Dan hari seninpun datang, ini pertama kalinya aku akan menginjakkan kaki di Ibukota tercinta, waktu itu abang ku belum menikah, jadi aku pergi ke jakarta dengan ceweknya, atau orang bilang kakak iparnya saya yah, pertama kali juga naik pesawat, wah disini antusias sekali liatin awan-awan berjalan, gunung-gunung dan nebak sana nebak sini, ini dimana dan itu dimana.

Dan perjuanganku pun dimulai, mulailah untuk mengikuti tes dijakarta awal mengikuti tes, jumlah peserta yang cukup banyak kayak lagi dipasar aja, ada yang diantar pake mobil, ada yang udah lama kerja ada juga yang datang jauh-jauh dari daerah, dan saya dari kota padang.

Sampai disini malah ketemu temen-temen yang ada dipadang, dan juga dapat teman baru juga orang padang, hehe, tes pertama alhamdulillah lulus, dan pengumumannya lansung diumumkan malam itu juga untuk bisa melaksanakan tes selanjutnya, tes selanjutnya dimulai pukul delapan pagi, ga tanggung-tanggung mulai berangkat dari rumahpun pukul 04.00 pagi, dianter pakai mobil kakak sekarang baliau dinas di dinas pendidikan provinsi jakarta.

Abis nyampe di stasiun kereta api, lansung naik kereta ke stasiun gambir, kebetulan lokasi tesnya dekat stasiun gambir, dan dari stasiun sambung lagi naik gojek ke lokasi tes, dan ternyata dengan berjalan kaki aja sebenarnya udah bisa nyampe disana, sampai dilokasi peserta yang datang lumayan jauh berkurang, dan disinilah aku mengikuti tes yang lumayan berat, dan ujung-ujungnya ga lulus tes.

Ketika pulang kerumah sore menjelang malam, sempat ga berani untuk menegakkan kembali kepala untuk menatap masa depan, memang pengumuman kelulusan belum diumumkan tapi hawa pesimis akan kegagalan kembali mengahantui, karena disetiap alur jawaban untuk soal-soal yang lumayan berat tadi sepertinya memang tidak akan lulus.

Sampai dirumah dengan dibonceng abang dengan sepeda motor, tadi dijemput distasiun depok baru, dan beliau belum tahu sih aku ga lulus tes, sebenarnya beliau berharap banyak supaya aku segera dapat kerja, karena dia mau nikah katanya biar aku ga jadi beban lagi untuk dia.

Ya mo gimana lagi bang, gua udah berjuang juga mati-matian buat dapetin kerja, emang rejekinya aja yang belum ada, dan perjalanan panjang itupun kembali berlanjut, kali ini udah move on dari bpjs ketenagakerjaan, lanjut mo nyari jobfair lagi, mo apply di jobstreet udah ratusan kali ya, tapi kayaknya abal-abal nih aplikasi ga ada yang nyangkut.

Lokasi jobfair kali ini di IPB bogor, bayar 35 ribu buat pendaftaran, dan masukin lamaranlah ke bimbel, bank BJB, udah itu aja dulu, di bimbel tes pertama lansung gagal aku emang ga bakat buat jadi pengajar kayaknya, lanjut ke tes perbankan, semua tahap dilewati dengan mulusnya mulai dari psikotest, focus disscuse grup, test toefl,  sampai interview tahap akhir, dan abis ini medical check up nah di ineterview tahap akhir inilah, sang sarjana fresh graduate ga tau apa-apa...

“selamat pagi dengan mas shobri, ?”. iya pak saya, kalau boleh tau mas shobri asalnya dari mana ?, iya pak saya dari padang... “ oh... urang awak ternyata, orang padang itu ada dimana-mana ya... (dia sambil ketawa), kalau boleh tau kanapa mau jauh-jauh kerja disini ?,

Nah akupun menjawab dengan retorika mahasiswa yang sebenarnya basi kalau dibawakan didunia kerja, “ begini pak, saya ingin berpartisipasi dalam memajukan perusahan bank BJB ini pak,...

“oh gitu, kalau gitu tau visi bank BJB ga “?, akupun lansung termenung dan ngejawab, mmm.. kalau itu saya belum hafal pak....

“oh ya sudah, cukup disini dulu ya, kalau lanjut saya akan kabari dengan sms, nah ini yang yang aku paling tidak suka dengan perusahaan, untuk kelulusan dia bilang akan menghubungi selanjutnya, padahal sebenarnya sudah tidak diluluskan, kalau ga lulus bilang aja, kamu ga lulus ribet amat, jadi orang ga dikasih harapan-harapan ga jelas gitu

Dan ternyata ujung-ujungnya tidak lulus, alhamdulillah ga jadi kerja di bank, selanjutnya pencarianpun masih berlanjut di ibukota, ini sudah memasuki minggu kedua dan aku masih mondar-mandir ikut tes kerja dengan uang jalan dan uang saku dari abang tercinta.

Paling tidak setiap ikut tes nambah satu orang kenalan dekat, lanjut ke tes berikutnya kali ini referensi dari kakak ipar buat ikut tes jadi konsultan perusahan, nama konsultannya kalau ga salah insan mitra sejahtera, nah disini di interview lagi, mau lamar jadi apa, saya bilang admin, bisa ngetik sepuluh jari, ga bisa pak,,, terus gimana mau kerja.., ya gimana ya pak, saya juga bingung...

Memang sebenarnya bingung sih, untuk keluar dari basic dan prinsip, basic saya dibidang konservasi satwa liar, kalau kerjanya yang cocok itu ya masang camera trap buat mamalia, identifikasi satwa liar, bikin jurnal ilmiah, bikin paper ilmiah, terus dapat gaji, ini hayalanku selama ini setelah baru lulus dari tahap kuliah, tapi faktor orangtua yang sebenarnya ga bisa mengizinkan untuk bisa jauh-jauh dari beliau, “ satu perkataan beliau yang membuat saya hanya bisa terdiam dan ga berani ngejawab, “ pergilah kerja sesukamu, sejauh kamu suka, tapi nanti seandainya bapak meninggal jangan menyesal kalau kamu tidak berada disamping bapak,”, aku ga berani berkata apapun lagi.

Akhirnya tawaran pekerjaan untuk menjadi bagian dari team konservasi disalah satu perusahan kebun sawit dikalimantan, dengan terpaksa aku tolak padahal awalnya sudah lulus dan tinggal berangkat, pencarian diibukota kembali berlanjut sekarang sudah memasuki bulan rhamadan di ibukota, kali ini ada interview di bimbel salemba UI, dan ujung2nya tetap aja ga lulus, belum patah semangat ada tawaran untuk jadi marketing support, apaan lagi nih makhluk, kali ini yang interview pake bahasa inggris dan akupun ngejawab dengan bahasa inggris, interviewnya lancar tapi pointnya ga dapet, karena saya ga tau pekerjaan marketing support itu ngapain, ya iyalah coy, jurusan gua dulu kuliah biologi, ga ekonomi, ga manajemen, ga akutansi, jadi permasalahan perusahan mana gua tau...

Satu setengah bulan terlunta-lunta dijakarta, akupun memutuskan untuk pulang, sebenarnya kangen dengan suasana rhamadan dipadang, yang ada kajian-kanjiannya, udah satu setengah bulan juga ga melingkar, semua terasa gersang hampa, ditambah hanya bisa ngebaca chat kawan-kawan yang ngajakin buka bareng digrup, semua kerinduan kembali memuncak, akupun cari-cari alasan buat bisa pulang kepadang, dan alasan yang paling tepat adalah melanjutkan project dosen yang kemarin tertunda, lumayan daripada ga ada kegiatan, lebih baik ikut itu dan ada komisi.

Kembali kekota padang dengan wajah lesu, pikiran suram ga tau harus ngapain lagi, keinginan kuat untuk lanjut studi sangat besar, tapi tidak ada biaya sedikitpun, mulai mencari beasiswa tapi terkendala dengan harus punya sertifikat toefl ITP, dan untuk untuk mendapatkannya harus bayar 500 ribu, itu uang yang sangat besar pada waktu itu, jajan gua aja cuman 300 ribu perbulannya.

Dengan berbagai cara ikut les gratis di fb, yang pendirinya budi waluyo, ngikutin setiap kelasnya terus ngikutin soal materinya, tapi aku rasa terlalu cepat, dan akhirnya akupun ketinggalan materi untuk belajar, pilihan selanjutnya tetap untuk mencari pekerjaan, lanjut untuk tes di syariah officer evelopment programnya bank BRI Syariah, ga lulus lagi, lanjut ke ODPnya Mega finance, ga lulus lagi, lanjut ke Astra ga lulus lagi.

Dan lanjut ke jobfair di UNP, nah disni juga ada seminarnya dulu, bagaimana cara menjawab interview, sebenarnya apa yang dibutuhkan perusahaan, dan sebenarnya apa tujuan orang untuk bekerja, dan disinilah titik balik saya untuk mendapatkan perkerjaan, terimakasih kepada bapak yang mengasih materi waktu itu, saya lupa namanya.

Beliau menyampaikan, sebenarnya tujuan kita untuk bekerja itu adalah untuk mendapatkan penghasilan tiap bulannya, ada yang ditunggu setiap akhir bulan atau awal bulan yaitu gaji, kalau ga ada gaji, orang mana mau untuk bekerja, dari sanalah mulai metamorfosis jiwa mahasiswa saya menjadi seorang pekerja, mulai saya berfikir dan mengamini apa sebenarnya tujuan untuk bekerja.

Dan akhirnya untuk mengisi kekosongan masih ada tawaran untuk melanjutkan project penelitian di lembah anai, di cagar alam malampah, dan terakhir ada tawaran dari LSM WWF (World wild fondution) sebuah lembaga non pemerintah yang bergerak dibidang konservasi satwa liar dan disini juga punya cerita kenangan manis, dan punya kenalan yang sekarang jadi sahabat dekat sampai sekarang.

Pertama kalinya saya menginjakkan kaki ke perbatasan sumatera barat dan riau dan itu dengan berjalan kaki, tepatnya perbatasan kabupaten dharmasraya dengan kabupaten kuantan singingi riau, dan memang sampai sekarang menjadi kenangan manis ketika bersama mereka para sahabat-sahabat tercinta.

Kami waktu itu berenam dari biologi unand (Universitas andalas) 4 orang dan dari kehutanan UMSB (Universitas muhammadiah sumatera barat) 2 orang di kontrak sepuluh hari untuk ikut project pemasangan camera trap untuk harimau sumatera, disana saya punya banyak pengalaman melihat lansung pembalakan liar, kayu yang segede mobil avanza ditarok diatas truk, dibawa keluar hutan dengan jalan yang berlika-liku, dan menyusuri tengah hutan lindung yang ga ada lagi hutannya, semua sudah mejadi perkebunan sawit, sampai pernah ketemu lansung babi liar yang taringnya tajam-tajam dan ketemu kijang yang larinya kenceng banget.

Dan disanalah saya mendapat telpon dari hrd salah satu perusahaan, dengan suara terputus-putus memberitahukan untuk bisa interview dengan kepala cabang perusahaan, untuk tahap akhir penerimaan pekerjaan.

Alhamdulillah saya diterima disalah satu perusahan di Indonesia pada saat itu, walau ga bertahan lama hanya satu bulan saya resign karena alasan masalah kesehatan fisik yang tidak mendukung, dan sekarang juga sedang mencari rezki juga disalah satu perusahan di Indonesia sampai saya menuliskan tulisan ini.  

Sampai jumpa di lain waktu.

       

  

Karya : m. shobri hanif