TANTANGAN PENJADI SEORANG PENULIS

m. shobri hanif
Karya m. shobri hanif Kategori Inspiratif
dipublikasikan 30 September 2016
TANTANGAN PENJADI SEORANG PENULIS

TANTANGAN PENJADI SEORANG PENULIS

 

Kamu tau tantangan menjadi seorang penulis itu berat, berat karena kamu dituntut untuk menghasilkan karya yang bisa disukai banyak orang dan disini letak permasalahannya karena tidak semua yang disukai banyak orang itu juga disukai oleh Sang Pencipta.

Contohnya saja membahas masalah percintaan atau yang umum dibahas oleh anak muda sekarang yaitu Pacaran, menurut saya pribadi pacaran sendiri adalah suatu hal yang sangat sangat tidak berguna sama sekali, tetapi kenapa banyak orang melakukannya ?, berdasarkan analisa pribadi, ini yang saya sebut dengan Menipu Diri Sendiri.

            Kenapa demikian karena orang yang sedang jatuh cinta, dan memilih pacaran untuk mengekspresikan perasaannya yang sedang bahagia dengan hati berbunga-bunga, tidak mempunyai cukup waktu untuk berpikir matang, karena perasaan yang terus menggerogoti otaknya sehingga mengesampingkan logika yang semestinya juga perlu diperhatikannya.

            Jangan sesekali menyalahkan Cinta itu sendiri, karena rasa cinta dan kasih sayang adalah fitrah yang diberikan Sang Pencipta untuk makhluknya, dan bagaimana seharusnya sang hamba tadi mengekspresikan rasa cinta yang muncul secara tiba-tiba ?, hal sudah diatur rapi dalam ayat ayat sucinya.

            Pernahkah kamu berfikir masa muda yang kamu miliki sekarang itu sangat-sangat berharga sekali, dan saking sangat berharganya, musuh-musuhmu yang berada diluar sana yang sangat takut kamu menyadari kalau kamu punya sesuatu yang tidak bisa mereka kalahkan, mereka tiada henti hentinya membuat dirimu tertipu dengan berbagai macam hal.

Mulai dari tontonan yang mengharuskan kamu melihat kalau masa muda harus diisi dengan percintaan, kalau masa muda harus diisi dengan drama-drama romantika, sehingga kamu lupa kalau tujuan hidupmu yang sebenarnya itu adalah untuk beribadah kepadaNYA, apakah kamu belum pernah mendengar kalau yang menaklukan salah satu peradaban terbesar didunia pada saat itu adalah seorang pemuda, AL Fatih gelarnya atau sang penakluk.

Apakah kamu juga belum pernah mendengar seorang panglima perang pada masa baginda Rasulullah adalah juga seorang pemuda, tidak tanggung-tanggung yang dipimpinnya adalah para sahabat-sahabat senior Rasulullah SAW. Mungkin agar tidak terlalu berat untuk kamu baca, saya akan menyampaikannya dari persepsi saya yang juga seorang pemuda sama seperti kamu.

Sebenarnya apa sih yang kamu cari dari yang namanya Pacaran ,? Bukankah saat kamu memaksakan perasaan untuk suka kepada seseorang, itu saja sudah membuatmu tersiksa, bukankah saat kamu sengaja memupuk perasaan untuk tumbuh dan mengabaikan kenyataan yang sebenarnya bahwa si dia yang kamu suka itu sebenarnya ga wah wah amat dan biasa saja, dan tak jarang saat kamu memproklamirkan diri untuk menjadi pendampingnya kamu malah berusaha untuk melirik yang lain, ini juga yang kamu nyatakan cinta suci, ah sudahlah, sesuai dengan yang saya sebut sebelumnya ini yang dinamakan dengan Kamu Menipu Diri Sendiri.

            Terus bagaimana seharusnya menjadi seorang pemuda ?, ini pertanyaan yang sangat susah untuk dijawab, karena jawabannya sendiri sebenarnya sudah kamu ketahui, kamu masih berusaha untuk tidak tahu dan pura-pura tidak tahu. Ini yang disebut dengan memperbaiki diri, karena Sang Pencipta maha adil dan tidak akan memberikan pendamping sejati untukmu kecuali yang sesuai dengan kualitas keimananmu.

            Masih banyak hal lain yang harus dilakukan oleh seorang pemuda ketimbang harus larut dalam sebuah drama percintaan semu, karena pekerjaan pekerjaan besar memang hanya bisa diselesaikan oleh para pemuda, dan hanya pemuda yang akan menggantikan para pemimpin pemimpin yang menguasai dunia sekarang.

            Menjadi seorang pemuda kamu juga harus bijak dalam bersikap, jangan bosan dan jangan jenuh untuk mendengarkan nasehat yang diberikan oleh para generasi senior yang telah mengalami apa yang kamu alami sekarang, banyak pelajaran yang bisa kamu petik dibandingkan dengan kamu hanya menerka nerka apa yang akan terjadi besok hari tanpa ada kepastian.

            Saya mau sedikit menyampaikan, saat kamu sudah mendapatkan tujuan hidup yang sebenarnya yaitu hanya mengharapkan keridhoan Sang Pencipta maka yang ada dihatimu adalah ketenangan dan kebahagiaan, bahagia karena kamu tidak harus tercekat saat orang yang kamu incar terlihat akrab dengan yang lain, kamu tidak harus sedih saat upayamu untuk menarik perhatiaannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, dan kamu juga tak harus bersikap berpura-pura menjadi seperti yang disukai oleh si dia.

            Kamu merasa cukup dengan aktifitasmu yang sangat bermanfaat untuk orang banyak dan juga untuk dirimu sendiri, kamu sibuk dengan aktifitas yang selalu mengingatkan akan kehadiranNYA, dan satu hal lagi kamu mempunyai sahabat-sahabat tangguh yang siap mengingatkanmu disaat kamu mulai lemah dan terlelap.

            Bukankah aktifitasmu dengan si dia yang sudah kamu anggap pendamping hidup sejati, akan sedikit mengesampingkan sahabat-sahabatmu yang lebih sepantasnya kamu perhatikan, karena kamu dan sahabatmu berjuang dari awal, dan sahabatmu selalu ada untukmu tidak peduli seberapa besar permasalahanmu dan tak pernah sedikitpun untuk menuntut imbalan atas semua kebaikannya, yang diharapkannya hanya Ridho Alah SWT dan semoga saja kamu dan sahabatmu tetap berjuang dijalan yang sama yaitu jalan Sang Pencipta ALLAH SWT.      

Cukup sekian dulu dari saya :-)

15.17 WIB.    

             

           

  • view 207