Lagi sedikit cerita digerbang masjid kota.

m. shobri hanif
Karya m. shobri hanif Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 September 2016
Lagi sedikit cerita digerbang masjid kota.

 

Malam ini langit terlihat cerah sekali, kembali menapaki jalanan yang sama setelah menunaikan sholat Isya, saya bermaksud sedikit menikmati perjalanan malam dengan berjalan kaki, tujuannya sih sekedar untuk melepaskan rasa bosan karena berlama-lama didalam ruangan.

Paling tidak dari gerbang masjid sampai ke jembatan penyeberangan sudah cukup untuk membuat tubuh terasa rileks, tapi sebelum sampai di jalan raya, “Asslamualaikum” tiba-tiba saja seorang pria paruh baya menyapa saya dengan sedikit tergesa-gesa, “Wa’alaikumsalam” karena tidak kenal, sayapun menjawab salamnya dengan tersenyum dan sedikit melangkah kearah pria tersebut.

 “mas boleh bicara sebentar” ?, sambil menatap ramah kepada saya dia mulai mengeluarkan kata-kata lagi “kalau mas ga keberatan boleh saya minta tolong mas” ?, pinta si bapak dengan nada sedikit melemah kepada saya, ini saya mau pulang ke Yokyakarta, tapi saya lagi kena musibah uang saya hilang mas, kalau mas mau bantu, saya mau barter barang dan saya lagi butuh uang mas buat pulang ke Yokyakarta”. Sambil keheranan saya hanya diam terpana karena masih belum fokus.

            “Mas sudah kerja atau masih mahasiswa” ?, tanya si bapak kembali mencoba meyakinkan saya, sambil tersenyum saya jawab “engga dua-duanya pak, baru selesai kuliah tapi, juga belum dapat kerja “, jawab saya kepada sibapak, dan sambil memperhatikan beberapa barang yang ditawarkan sibapak, saya pun balik bertanya “kalau boleh tau bapak butuh uang berapa” ?.

Ini mas terserah saja, kalau mas tidak keberatan saya mau kasih 2 flash disk 4 GB, ada pena juga, sama buku agenda dari Chevron, ada Report Indonesia juga didalamnya ada materi ekonomi, energi, industri dan yang lainnya mas, kebetulan saya habis dari suatu acara mas dan juga beli sovenir oleh-oleh untuk teman saya, tapi berhubung saya kena musibah saya kasih sama mas saja deh.

Tanpa pikir panjang, saya lansung menimpali “ya udah pak, Insya Allah Ikhlas”, (didalam hati saya mulai berfikir, sepertinya saya bukan orang pertama yang ditawarkan untuk menolong beliau, karena ada beberapa orang yang memperhatikan kami), saya bantu sambil memberikan beberapa uang, yang sepertinya tidak seberapa. Sibapak pun terlihat sedikit lega “Alhamdulillah terimakasih banyak mas, tadinya saya bingung bagaimana mau pulang ke Yokyakarta.  

“saya boleh minta nomor hpnya mas, tapi berhubung hp saya ketinggalan di stasiun dicatet disini aja deh mas”, sibapak mengeluarkan kertas kecil dari dalam tasnya dan sayapun mulai menuliskan no handphone , oke ini pak. “Baik mas maturnuwun”, sibapak berkali-kali mengucapkan kata ini , yang saya tau artinya terimakasih kalau saya tidak salah, oke hati-hati dijalan pak, sibapak kembali mengucapkan terimakasih, “semoga dibalas Allah SWT mas, semoga segera dapat kerja, Insya Allah kalau ada informasi positif secepatnya saya kasih tau mas”, “Aamiin pak, terimakasih banyak atas do’anya, mudah-mudahan dikabulkan oleh Allah SWT” dan sibapak pun berlalu.

Selang berapa lama sambil memegang barang yang dikasihkan sibapak, seorang pria mulai mendekati saya dan menyapa “itu tadi ngapain mas, jualan yah” ? beliau bertanya kepada saya, sambil tersenyum saya jawab “enggak pak”. “oh , saya kirain jualan, banyak banget barangnya”, pria itu menimpali sambil berjalan dihadapan saya, sepertinya pria ini baru pulang kerja dengan tas punggung coklat ditangannya, “eh Madrid semalem menang ya, “ pria itu mulai menyapa lagi, sedikit berpikir saya kembali menjawab “iya, madrid kan memang hebat pak,” saya pun mulai berfikir kok jadi membicarakan Real Madrid, sambil menolehkan pandangan ke bawah, sayapun baru sadar kalau saya lagi memakai Jersey El Real, “Saya dapat 5 JUTA semalem, lumayan buat buka puasa” sibapak sambil berlalu kembali berbicara, saya hanya keheranan sambil sesekali tersenyum kecewa dan sibapakpun berlalu.

Lagi Bersambung...  

  • view 163