ISLAM=INDONESIA

Mr WillShake
Karya Mr WillShake Kategori Agama
dipublikasikan 24 April 2018
ISLAM=INDONESIA

Sebagaimana diketahui bahwa warna Islam Indonesia adalah satu role model yang cocok sebenarnya dengan konsepsi awal Islam itu sendiri. Data empirik (Al-Quran dan As-Sunnah) dalam Islam seperti sudah meligitimasi otomatis dengan Islam ke-Indonesia-an. Konsep Islam Washatan bisa jadi juga sebagai nama lain dari "Islam Indonesia". Bahkan jika ingin menafsirkan Islam itu sendiri sebagai penamaan tunggal, nampaknya sangat tepat jika "Islam=Indonesia" atau sebaliknya "Indonesia=Islam". Artinya watak asli masyarakat Indonesia adalah Islam. Mudahnya dalam ungkapan seperti ini, "Islam ya orang Indonesia. Orang Indonesia ya Islam".

Jika melihat pada akar kata Islam, maka yang paling tepat adalah kata As-Salaam yang memiliki arti "Damai atau Perdamaian". Maka sejatinya tanpa Islam Ideologis masyarakat Indonesia sudah memiliki karakteristik Islam yang lekat. Sebab yang tertampil dari masyarakat Indonesia adalah wajah Islam sebenarnya. Jargon "Islam Nusantara" nampaknya salahsatu yang tepat disematkan pada corak ke-Islam-an masyarakat Indonesia yang mengusung tinggi tema "Islam yang tasamuh (toleran)", Islam yang sesuai dengan falsafah kebangsaan atau falsafah kebangsaan yang telah sesuai dengan ajaran-ajaran Islam, sehingga melahirkan nilai-nilai yang sangat luhur, dimana sebagian orang malah tidak dapat memahami dengan utuh nilai-nilai yang dilahirkan tersebut hingga men-capnya sebagai hal yang baru dan dianggap sesat.

Diantara pesan-pesan damai dari cara ber-Islam-nya masyarakat Indonesia adalah toleransi, dimana pada hal tersebut menitik-beratkan pada nilai welas-asih terhadap apapun-siapapun. Syaikh Yusuf Al-Makasari seperti disebut Pak Haidar Bagir pada penggalan taujih beliau, bahwa "Ber-Islam artinya menghadirkan akhlaq ke-Tuhan-an dalam kehidupan". Maka Islam Nusantara dengan mengusung tema toleransi, maka otomatis menerapkan cara ber-Islam yang digariskan oleh Syaikh Yusuf Al-Makasari di atas. Beberapa poin yang dapat disari dari sikap toleran (dalam bahasa arabnya tasamuh) adalah; berjiwa besar dan lapang menerima lingkungan yang beragam, keberanian dan kasih sayang yang melebur menjadi satu dalam diri pengembannya.

Maka sebagai masyarakat Indonesia selain bersyukur tentang tanah kita yang dijuluki sebagai "Tanah Surga" , yang mesti disyukuri juga adalah tentang warna Islam yang dimiliki. Bersyukur tentang ke-Islam-an dengan warna tersendiri diantaranya dengan bangga pada keragaman yang dimiliki bangsa, serta tidak menjadi pengkhianat bangsa dengan menampilkan cara Islam yang di-impor dari luar Nusantara. Justeru nilai-nilai Islam Indonesia-lah yang seharusnya menjadi contoh konkrit ber-Islam siapapun dan dimanapun. Semoga suatu saat nanti Islam rasa Indonesia ini dapat tersampaikan sebagai nilai terapan hidup bagi masyarakat dunia.

Kita Islam, Kita Indonesia dan Kita bangga.

Di bawah langit Ibu Kota
Ditemani rintik hujan nan kelimis
Dengan secangkir Sidikalang yang kian dingin sejak sejam tadi
14:25
Permulaan Februari

  • view 37