Suku Asmat

Robot Mr
Karya Robot Mr Kategori Sejarah
dipublikasikan 05 Agustus 2016
Suku Asmat

Suku Asmat

Lokasi Suku Asmat

Tahun 2002, wilayah Asmat ditetapkan sebagai Kabupaten dalam Provinsi Papua dengan ibu kota Distrik Agats. Luas Kabupaten Asmat 24.502 KM2. Letak geografsinya berada di Papua Barat Daya 4”-7” LS dan 137”-141” BT

Makna Asmat

Orang Asmat sangat menghormati pohon, Bagi mereka, pohon adalah kehidupan. Mereka menganggap dirinya sebagi pohon dan sebaliknya menganggap pohon adalah diri mereka. Mereka mengibaratkan akar pohon itu sebagai kaki, batang sebagai badan, ranting sebagai tangan dan buah sebagai kepala. Oleh karena itu, mereka menyebut dirinya sebagai as-asmat yang berarti manusia kayu atau manusia pohon atau asmat-ow yang berarti manusia sejati.

Kehidupan orang Asmat tidak dapat dipisahkan dengan alam sekitarnya. Mereka meyakini sejatinya manusia itu harus bersatu dengan alam. Mereka pun menyebut dirinya sebagai “Ow Kaenak Anakat” yang artinya “Akulah manusia sejati”

Fumeritips, Nenek Moyang Suku Asmat

Menurut mitos, asal-usul orang Asmat dimulai dari kehadiran Fumeripits, orang pertama Asmat yang terdampar dalam keadaan sekarat, lalu ditolong oleh sekawanan burung. Fumeripits akhirnya selamat dan sehat. Kemudian, ia membangun rumah panjang untuk berlindung. Kesehariannya diisi dengan membuat patung, setelah selesai patung tersebut di pajang di dalam rumah panjang. Fumeripits membuat tifa dan memainkannya untuk mengusir kesepiannya. Ketika Fumeripits memainkan Tifa, patung-patung yang dibuatnya hidup dan bergerak mengikuti alunan Tifa. Setelah kejadian itu, Fumeripits melakukan perjalanan dan setiap kali singgah ke sebuah daerah, Fumeripits membuat rumah panjang dan menciptakan manusia-manusia baru. Manusia-manusia baru tersebut kelak disebut As-asmat atau manusia kayu.

Fumeripits oleh orang Asmat s=disebut sebagai “Sang Pencipta”. Orang Asmat mewarisi bakat memahat dan mengukir dari penciptaanya. Mereka memiliki ekspresi seni yang indah seperti membuat patung kayu, tifa, perahu dan tameng.

Hutan Sumber Persatuan Masyrakat Asmat

Bagi orang Asmat, hutan merupakan sumber kehidupan. Hutan juga dijadikan sarana kehidupan bermasyarakat yang tertib dan sejahtera. Mereka hidup dari hutan secara kolektif, hutan menjadi symbol persatuan yang mengikat kebersamaan mereka. Hutan merupakan kekayaan yang harus dipertahankan bersama, sekaligus sebagai penyangga keamanan yang menutupi keberadaan kampong mereka. Selain itu, bagi orang Asmat hutan juga penting artinya dalam kehidupan spiritual. Mereka percaya bahwa hutan merupakan tempat tinggal para Arwah dan roh-roh halus lainnya.

Mata Pencaharian

Kelangsungan hidup Suku Asmat sangat bergantung pada alam. Mata pencaharian mereka meramu makanan, berburu, dan menangkap ikan. Peran seorang wanita sangat penting, merekalah yang mengatur jadwal aktivitas kapan berburu dan menangkap ikan. Setiap Pagi, perempuan dan anak-anak suku Asmat pergi kehutan untuk mengambil umbi-umbian, dedaunan, telur Kasuari, menangkap ikan, udang dan kepiting. Pekerjaan berburu hewan liar menjadi tugas lelaki suku Asmat.

Kebudayaan memakan Sagu

Sebagai makanan pokok masyarakat Asmat, sagu banyak ditemukan di hutan. Kaum laki-laki memilih dan menebang pohon sagu. Selanjutnya kaum perempuan mengupas kulit pohon sagu, menumbuk dan menyaring tepung sagu. Tepung sagu yang diperoleh diolah menjadi adonan yang beratnya kurang lebih 5 kg. Proses pembuatan sagu tersebut membutuhkan waktu 1 hari.

  • view 342