Obesitas, Masalahkah?

Wahyu Kurniawan
Karya Wahyu Kurniawan Kategori Kesehatan
dipublikasikan 07 Oktober 2017
Obesitas, Masalahkah?

Siapa sih yang gak kenal "obesitas"? Apalagi di zaman yang serba cangih seperti sekarang. "Gendut", "gemuk", apakah sama dengan obesitas?. Biasanya kita nyebut seseorang dengan julukan tadi akibat ukuran tubuhnya yang terlampau berlebih, atau kebanyakan orang bilang over dosis ukuran badannya. Mudah sih bagi kita untuk membedakannya. Tapi tunggu dulu, apakah orang yang secara ukuran badan besar dan berlebih dapat dikatakan terkena "obesitas"? Lantas obesitas itu apa?

Obesitas adalah suatu kondisi kesehatan dimana tubuh mengalami kelebihan jumlah lemak yang bersarang di tubuh manusia. Sehingga menyebabkan tubuh memiliki berat badan yang berada di luar batas ideal. Lantas darimana kita mengetahui berat badan yang ideal itu, ada 1 rumus yang digunakan untuk mengukur berat badan yang ideal. yang dalam ilmu kesehatan sering disebut sebagai Indeks Massa Tubuh(IMT). Dimana yang menjadi tolak ukurnya adalah berat badan dalam kilogram dibagi dengan tinggi badan yang dikuadratkan dalam satuan meter. Jika angka IMT nya berkisar antara 18,0-24,9 maka termasuk katergori sehat(normal) dalam hal berat badannya.  Bila sudah berada diatas skala diatas, maka sudah termasuk kategori gemuk dan berlanjut ke obesitas. Apakah skala diatas berlaku untuk semua kategori usia? tentu tidak. Masing-masing usia dikelompokkan dan klasifikasi skalanya ditentukan berdasarkan usia. Jadi tidak bisa menyamakan anak yang berusia 8 tahun dengan orang dewasa yang sudah berusia 27 tahun dalam hal penentuan obesitas atau tidak jika menggunakan skala IMT tersebut.

Penyebab obesitas yang paling utama sampai kini adalah tentu saja konsumsi makanan yang berkalori tinggi, lemak yang tinggi, serta jarang melakukan kegiatan fisik(dalam hal ini olahraga)


Memakan makanan cepat saji dalah salah satunya. Jika kita lebih banyak menghabiskan waktu kita untuk duduk daripada melakukan kegiatan yang menguras tenaga, makan obesita akan lebih cepat terjadi. Hal ini terjadi karena kalori yang seharusnya dijadikan sebagai sumber energi  serta di bakar guna menjadi tenaga malah tersimpan dan menganggur karena tidak digunakan untuk beraktifitas. Lambat laun, lemak dan kalori yang ada menumpuk pada tubuh dan menimbulkan lipatan-lipatan yang pada akhirnya menimbulkan obesitas.

Masalah yang sering terjadi akibat obesitas ini antara lain penyakit kardiovaskular, diabetes mellitus tipe 2, apnea tidur obstruktif, kanker tertentu, osteoartritis dan asma. Oleh karena itu, kegemukan terbukti menurunkan harpan hidup.

Hal-hal yang sering digunakan untuk mengurangi obesitas antara lain adalah diet, seperti diet gula, makanan berkalori tinggi, serta rendah lemak. Berolahraga teratur dengan kisaran 2,5-5 jam setiap minggu. Dan pergi ke dokter jika masih tak ada penurunan berat badan bagi yang terkena obesitas jika telah rutin berolahraga. Namun hal ini perlu kesabaran karena tidak bisa dicapai dalam waktu yang singkat. pada beberapa kasus, penderita obesitas harus menjalani operasi karena nyawanya terancam.

mari hidup sehat!

  • view 44