Radarnya menemukan pasangan sehidup sesurganya

Monita Dea Etika Sari
Karya Monita Dea Etika Sari Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 25 Juli 2016
Radarnya menemukan pasangan sehidup sesurganya

Mencari-cari tambatan hati

Kau sahabatku sendiri

Sudah berapa tahun memasang radar untuk menemukan tambatan hati mu ?

Akhir pekan kemarin aku menerima kabar baik dua sekaligus. Yups, kabar pernikahan teman adalah sebuah kabar baik. Siapa yang tidak bahagia ketika seseorang telah menemukan tambatan hatinya, nama yang selama ini masih di rahasiakan di lauhul mahfuz datang untuk bersama-sama menyempurnakan agama, kehidupan, perjalanan, dan impian. Entah butuh waktu berapa lama menemukan tambatan hatinya, melalui proses apa, butuh seberapa besar perjuangan mengarungi samudera kini mereka berhasil berlabuh pada pilihannya.

Ada beberapa hal yang membuatku 'tertarik' dari beberapa pernikahan teman-temanku. Mereka berjodoh dengan teman sekolah mereka dulu, entah senior mereka di organisasi, kakak kelas mereka, teman sekelas, teman seperjuangan dalam satu organisasi. Pertanyaanku..." Usai mereka lulus sudah berapa tahun, berapa banyak peristiwa mereka lewati, berapa banyak orang-orang yang mereka temui baik teman kampus, teman kerja, namun kini kalian menambatkan hati kepada mereka yang pernah bersama-sama menjalani hari dengan seragam sekolah dan keluguan. Bahkan mereka bisa jadi teman kalian saling mengejek, bersaing dalam pelajaran, organisasi, atau rival saat classmeeting. Kini menjadi kisah kalian saling menyempurnakan agama dan impian kalian ". Begitu dekatkah tambatan hati kalian ?

Saat di ruang tamu dan ku bacakan undangan temanku kepada mama. " Ini temanku yang keberapa akhirnya menikah dengan temannya sendiri dalam satu almamater lho, Mah. Nggak nyangka ya"

"Kenapa nggak nyangka? itulah rahasia jodoh".

Benar, sungguh-sungguh semua adalah rahasiaNya. Jodoh akan selama nya salah satu misteri. Sejauh apapun mereka dilahirkan dan berasal, entah sejauh dari sabang sampai merauke, jika mereka berjodoh tak ada hijab yang menghalangi. Layaknya perjalanan kisah Mama-Papa. Kota Yogyakarta yang menjadi pertemuan gadis karanganyar dengan pemuda karawang.

Begitu juga, sedekat apapun mereka. Berusaha mencari ke berbagai kota. Maka dia akan kembali untuk yang sangat dekat.

Siapapun tambatan hatimu, semoga tercipta kisah proses yang indah dalam saling bertemu sampai bersatu. Hingga bisa menjadi sebuah cerita di sore hari di teras rumah bersama pasanganmu, anak-anakmu, cucu-cucumu. Yang akan saling beri komentar  "Ini kisah yang paling indah yang pernah kudengar" " Aku yakin ini menjadi kisah sehidup sesurga kalian".

Dengan radarmu, kau akan temukan tambatan hatimu di antara milyaran manusia

  • view 358