Dear Masa Depanku (versi edit)

Monita Dea Etika Sari
Karya Monita Dea Etika Sari Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 Juni 2016
Dear Masa Depanku (versi edit)

Dear mantan, maafkan aku yang dulu. Di berbagai sosmed ada banyak meme berkeliaran dua foto before and after. Konon, meme tersebut adalah meme kekinian dikalangan pengguna sosmed setia. Tujuannya ? Next kita bahas

Selfie sebuah aktifitas yang hampir semua sudah melakukannya. Dari anak-anak sampai emak-emak dan bapak-bapak. Smartphone yang sudah banyak beredar berbagai macam versi. Mengunggulkan di bagian versi kamera mereka salah satu daya pikat mereka untuk para konsumen. Mungkin karena sekarang adalah jamannya sindrom selfie. Kembali ke masalah fenomena meme Dear Mantan. Setelah melakukan wawancara ke berbagai sumber (asyik,,,gaya wartawan yang mau cari berita eksklusif). Redaksi dari meme tersebut adalah sebuah pembuktian kepada sang masa lalu yang pernah meninggalkannya, menyakitinya bahkan sampai mengkhianatinya bahwa mereka mampu hidup berdiri tegak dan lebih hebat tanpanya . Okey,,, dari sekian banyak gambar yang saya lihat. Kebanyakan makna before dan afternya dari segi kecantikan or kegantengannya. Before terlihat culun, kucel bin kumel. After nya sebuah foto menunjukan bahwa yang sekarang lebih cerah, bersih bersinar sunglight  :). Dan seolah gambar itu ingin menunjukan dan berbicara lantang "Ini lo gue yang sekarang. Maaf gue dulu jelek dan culun. Tapi liat gue seperti sekarang gue bisa kok hidup lebih hebat meski tanpa lo" (Asli sebelum nulis ini wawancara ke beberapa sumber. Terutama ke orang-orang yang sudah melewati masa rehabilitas move one. ). Redaksinya kok keliatan ekstrim banget ya. Sebenarnya nggak gitu juga kali ya.

Konon katanya kita perlu jatuh dahulu hingga kita bisa bangkit. Jatuh itu sakit tapi itu adalah waktu yang tepat untuk belajar bangkit meski berkali.

 

 

Sebenarnya perubahan itu perlu. Bahkan seseorang akan mengalami  kerugian ketika kita lebih buruk dari kemarin dan sebuah keuntungan ketika hari esok lebih baik dari hari kemarin. So, sebisa mungkin kita harus menjadi yang lebih baik dari masa lalu.

 

Bicara mengenai masa lalu. Masa lalu itu tidak selalu berhubungan denga mantan lho. Walaupun mantan sangat erat hubungannya dengan masa lalu. Teman kecil, SD, SMP, SMA, Kuliah, atau teman kerja sebelumnya pun adalah masa lalu mu. Bahkan 5 menit sebelum nya pun adalah masa lalumu. Yakinkah hanya sekitar yang menyakiti dan mengecewakanmu. Yakin kah kita tidak jadi masa lalu sekitar mu yang menyakiti hatinya ? Kadang tanpa di sadari kita berbicara yang tak mengenakan. Dan melukai hati sekitarmu. Tanpa diketahui berhari-hari, berbulan-bulan kita menjadi masa lalu mereka yang melukainya.

 

Dan perlu di ingat, suatu keberhasilan itu bukan disaat kita berubah menjadi lebih cantik atau ganteng dari sebelumnya. Karena parameter cantik dan ganteng setiap orang berbeda-beda. Akhlak, prestasi, dan ibadahlah yang bisa menjadi tolak ukur sebuah perubahan before to after. 

 

seperti kata bang tere lagi 

Jika kita disakiti, maka cara terbaik membalasnya adalah: kita menjadi lebih baik setiap harinya. Bukan dengan balas menyakiti, balas mengejek, dsbgnya.

Besok lusa orang yang menyakiti kita tersebut akan menatap kita dan prestasi kita dari kejauhan, kemudian menyadari betapa tidak menariknya hidup dia.

 Cara terbaik menghadapi masa lalu adalah dengan dihadapi. Berdiri gagah. Mulailah dengan damai menerima masa lalumu? Buat apa dilawan? Dilupakan? Itu sudah menjadi bagian hidup kita. Peluk semua kisah itu. Berikan dia tempat terbaik dalam hidupmu. Itulah cara terbaik mengatasinya. 

 

Novel "RINDU", Tere Liye

*Tere Liye

 

 

So, kita jangan sekali-kali berubah karena dendam. Tetapi karena waktu selalu memberikan kesempatan kita untuk hijrah menjadi yang lebih baik. Bicara mengenai mantan. Ada alasan kok, kau tidak disatukan dengan dia. Mungkin dia tidak baik untukmu. Atau ada someone yang lebih baik dari dia. Atau Sang Pemilik Cinta memberikan kesempatan kita semua untuk terus menjadi hamba yang baik.

Dear masa depan, semoga aku tidak memiliki banyak kisah masa lalu dengan orang lain. Sehingga masa laluku, masa sekarangku, dan masa depanku lebih banyak bersama dengan masa kehidupanmu... :)

 

 

 

  • view 179