Array
(
    [data] => Array
        (
            [post_id] => 1461
            [type_id] => 1
            [user_id] => 142
            [status_id] => 1
            [category_id] => 8
            [project_id] => 0
            [title] => Peran Rating Agency terhadap Negara Berkembang
            [content] => 

Menumbuhkan sebuah negara, sebagian besar didanai oleh hutang pemerintah dari pasar modal internasional. Proporsi dari hutang-hutang ini dihitung meningkat secara signifikan jika dibandingkan dengan bantuan pengembangan negara yang tradisional. Untuk membuka kesempatan dan akses lebih lebar untuk mendapatkan pinjaman, negara-negara berkembang ini membutuhkan rating atau peringkatnya. Kualitas kredit yang mereka terima kadang tak terlalu tepat, sebagaimana ?bahasa? dalam sistem birokrasi dan legalitas mereka lebih sulit untuk Rating Agency terjemahkan dan mengerti dibandingkan dengan negara-negara yang occidental/western oriented. Dibandingkan dengan negara-negara industrial, Rating Agency biasanya hanya memperkerjakan lebih sedikit rating analisator untuk menilai kelayakan kredit di negara-negara berkembang. Hal inilah yang menyebabkan hasil rating para negara berkembang tidak terllu baik.

?

Lalu munculah pertanyaan, ?kalau begitu, perlu atau tidakkah sebuah negara berkembang membutuhkan rating untuk sebuah kredit kelayakan?? Jawaban sebenarnya adalah memang lebih sulit untuk mendapatkan pinjaman dari pasar internasional tanpa rating. Hutang bunga juga jika dihitung, akan lebih sedikit untuk negara-negara yang memliki rating rendah dan bahkan yang tak memiliki rating. Rating nasional bahkan memiliki konsekuensi yang serius terhadap sebuah negara atau perusahaan-perusahaan yang berdiri di dalamnya. Rating kredit dipengaruhi oleh pro-bisnis dan pandangan neoliberal. Ini berarti bahwa negara-negara berkembang bisa meningkatkan rating kreditnya jika menyelarakan pandangannya terhadap pandangan pro-bisnis dan neoliberalisme. Dalam hal ini, Rating Agency menggunakan pengaruhnya secara langsung dan tidak langsung terhadap suatu bangsa. Akibatnya, seringkali pemerintahan menghabiskan dana anggaran untuk membangun proyek-proyek pembangunan yang memberikan kesan bahwa mereka adalah negara yang memiliki potensial lahan bisnis yang menjanjikan. Mereka seringkali tidak memprioritaskan program kesejahteraan bagi masyarakatnya Situasi politik di sebuah negara juga menjadi kunci terhadap tinggi rendahnya rating yang akan diterima. Negara-negara berkembang dengan paham demokrasi yang baru lahir mendapatkan rating lebih baik. Sedangkan di kasus lain, pemilihan anggota parlemen pun bisa dianggap oleh para pembuat rating sebagai gambaran ketidakstabilan, yang bisa mengakibatkan rating kredit yang rendah. Hal ini dikarenakan pihak yang saling beroposisi, walau keduanya ada dalam satu payung paham demokrasi--akan selalu membawa ketidakstabilan situasi politik, karena intensitas?kedua belah pihak yang saling adu kekuatan dan pengaruh.?

[slug] => peran-rating-agency-terhadap-negara-berkembang [url] => [is_commented] => 1 [tags] => [thumb] => file_1453921820.png [trending_topic] => 0 [trending_comment] => 0 [total_viewer] => 332 [issued] => 0 [author] => Monica Anggi JR [username] => monicajr [avatar] => file_1481856240.png [status_name] => published [category_name] => Ekonomi [type_name] => article [kode_multiple] => [total_comment] => 0 [total_likes] => 0 [created_at] => 2016-01-28T02:10:20+07:00 [updated_at] => 2018-09-27T14:12:30+07:00 [deleted_at] => ) [process_time] => 31.395432ms [status] => 200 )