Sorry Tuhan, Aku Sibuk Banget

Awie M Noer
Karya Awie M Noer Kategori Renungan
dipublikasikan 18 Februari 2018
Sorry Tuhan, Aku Sibuk Banget

Dari pagi hingga siang ini pekerjaan tidak ada habis – habisnya, pekerjaan satu belum kelar sudah datang lagi pekerjaan yang baru, skala prioritas memang harus diterapkan agar tidak keteteran. Rutinitas ini selalu saja menemaniku setiap hari dari pagi hingga sore hari saat jam menunjukkan waktunya aku untuk pulang, sebuah rutinitas pekerjaan, ya harap dimaklumilah diera seperti sekarang ini memang mebutuhkan kerja keras dan fikiran ekstra agar kita terus update dan tidak terlindas oleh perkembangan zaman dan teknologi.
 
“ Awi, bagaimana laporan bulan ini sudah jadi ? Kemaren ada revisi beberapa poin dari kantor pusat sudah di perbaiki ?”  tanya atasan tiba – tiba membuatku tersentak kaget, aku terasa terhempas kedunia nyata kembali dimana barusan tadi aku sedikit melamun dengan tumpukan pekerjaan.

“ Sudah pak, sudah ada dimeja bapak ! “ jawabku sambil memberikan senyum, dan obrolan pun berlanjut dengan beragam diskusi kecil seputar pekerjaan, dimana beliau mendapat arahan dari pimpinan di kantor pusat terkait poin – poin pekerjaan yang harus disiapkan. “ Jangan lupa untuk konsep yang kita bicarakan kemaren segera dibuat ya ! disposisi terkait arah kebijakan yang harus dijadikan rule konsep sudah kamu terima belum ? “ atasanku menyelesaikan diskusi dengan memberi beban kerja lagi pikirku hemmm sabar, “ Sudah pak !” Jawabku singkat sembari melihat beliau melambaikan tangan dan keluar dari ruangan kerjaku.

“ Uhh penat sekali, letih “ gerutuku sambil meliukkan badan ke kiri dan ke kanan untuk merenggangkan persendian tubuhku. Sudah tipeku memang setiap ada pekerjaan selalu aku fokuskan diri untuk menyelesaikannya sesuai dengan skala prioritas yang aku buat, seperti hari ini sedikit demi sedikit pekerjaan ku sudah selesai tinggal memperbaiki beberapa pekerjaan terkait konsep yang atasan minta barusan.

Sibuk dengan rutinitas pekerjaan membuatku lupa bahwa jam dinding sudah  menunjukkan pukul 12.15 dimana sudah saatnya jam istirahat siang, ya telat lima belas menit malah, aku sudahi pekerjaan dan bergegas menuju ketempat makan, disana sudah ramai para teman – teman yang lain sedang menyantap makan siang. Sebelum sampai di tempat makan ini aku barusan melintasi musholla dimana ada satu orang teman yang sedang melaksanakan sholat dzuhur, aku sudah berniat untuk belok tapi tiba – tiba aku terus saja berjalan lurus ke tempat makan, aku pikir habis makan ntar sholatnya.

Karena capek dan lesuh dengan kesibukan kerja aku lahap sekali makannya, nikmat sekali batinku, setelah makan aku sambung dengan diskusi kecil dengan teman – teman kerja ya walaupun jam istirahat obrolan kamipun tidak jauh – jauh dari seputar pekerjaan, malah jadi serius diskusinya membahas konsep dan sebagainya, hingga kamipun larut dalam diskusi karena memang stamina sudah mulai pulih. Saking seriusnya diskusi membuat aku terkaget saat ada atasanku memanggil untuk masuk keruang kerjanya.

Dan akupun bergegas lari menuju ruangannya, sampai disana beliau mengenalkanku kepada seorang tamu, “ wah ini berhubungan dengan konsep yang disampaikan beliau tadi “ Batinku berbicara, setelah perkenalan selesai akhirnya kami sibuk dengan diskusi – diskusi yang aku selingi dengan mondar - mandir keluar masuk dari ruangan atasan ke ruanganku untuk mengambil berkas dan beberapa bahan untuk kami diskusikan.

Diskusipun selesai dan tamu berpamitan pada kami, atasanku ikut berpamitan juga karena ada keperluan lain dan meninggalkanku sendiri, dan akupun kembali keruang kerjaku, dan terduduk dikursi sambil merebahkan badan, agak lama aku merebahkan badan mungkin hingga ketiduran dan saat aku terhenyak mataku langsung menoleh ke jam dinding dan menunjukkan pukul 15.10, ya Allah aku belum sholat dzuhur.
 

“ Sorry  Tuhan, Aku Sibuk Banget “ ........

 

Awie M Noer
 

  • view 104